Banyak Warga Langgar Aturan Lockdown, Polisi Australia Panen Denda

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 16 Juli 2020 | 10:21 WIB
Banyak Warga Langgar Aturan Lockdown, Polisi Australia Panen Denda
Banyak warga Australia langgar aturan lockdown

Suara.com - Putus asa dalam menahan laju sebaran wabah Covid-19, negara bagian Victoria di Australia pada pekan lalu kembali memberlakukan lagi kebijakan lockdown selama enam minggu. Kebijakan ini memaksa sekitar lima juta orang warganya kembali ke dalam rumah.

Meski demikian, Victoria telah mendaftarkan 238 kasus baru virus corona dalam 24 jam terakhir. Perdana Menteri negara bagian Victoria, Daniel Andrews, menyatakan kegeramannya atas tindakan sejumlah orang yang melanggar aturan selama masa penguncian ini. Andrews memperingatkan bahwa akibat kelakuan orang-orang tersebut, masa pembatasan bisa saja diperpanjang.

“Jika orang tidak melakukan hal yang benar, kita harus berlakukan pembatasan tambahan dan berpotensi memperpanjang ... masa pembatasan ini,” kata Andrews kepada wartawan di Melbourne, Rabu (15/07).

Sebagian warga menolak tetap berada di rumah dan secara sembunyi-sembunyi mengadakan pesta dan acara perkumpulan. Akibatnya, mereka terpaksa harus membayar denda. Hanya sepekan setelah lockdown kembali diberlakukan, pihak kepolisian Melbourne mengatakan telah mengeluarkan hukuman denda terhadap lebih dari 500 kasus dengan nilai total mencapai 902,000 dolar Australia atau sekitar Rp 9 miliar.

Di antara mereka yang terkena denda yaitu dua pria yang ketahuan bermain Pokemon GO di sebuah mobil yang tengah diparkir. Ada pula sekelompok orang yang mengaku sedang "mengisi baterai ponsel" di rumah seorang teman, dan seorang pria sedang makan di salah satu restoran cepat saji KFC.

Kelompok lain bahkan didenda sebesar 26.000 dolar Australia (sekitar Rp 265 juta) karena telah menyelenggarakan pesta di sebuah rumah. Polisi mengetahui adanya pesta tersebut karena mendapat informasi tentang pemesanan makanan dalam jumlah besar di KFC.

Sekitar 1.500 kasus baru Covid-19 telah tercatat sejak diberlakukannya masa penguncian. Kantong-kantong penularan baru di perumahan publik, panti jompo dan sekolah juga bermunculan.

“Yang jadi keprihatinan tersendiri bagi kami adalah terus berlangsungnya acara pesta dan acara kumpul-kumpul,” ujar asisten komisaris polisi Rick Nugent.

Selama masa lockdown penduduk Melbourne hanya diperbolehkan meninggalkan rumah untuk bekerja, belajar, mencari perawatan medis, berolahraga, atau membeli barang-barang kebutuhan pokok.

Polisi tertibkan kerumunan pengantre donat gratis Di Sydney, di negara bagian New South Wales, pada hari Senin (13/07) polisi terpaksa dipanggil untuk menegakkan aturan jarak sosial karena produsen makanan ringan populer asal Amerika Serikat yaitu Krispy Kreme menawarkan donat gratis kepada orang-orang yang berulang tahun selama masa isolasi. Promosi ini pun menarik banyak orang datang ke toko Krispy Kreme di Sydney hingga terjadi kerumunan. Penjabat asisten komisioner negara bagian New South Wales, Tony Cooke, mengecam promosi itu sebagai tindakan yang "tidak masuk akal".

Selama ini Australia digembar-gemborkan sebagai negara yang berhasil meredam laju penyebaran wabah Covid-19. Tetapi dalam minggu terakhir ini Australia mengalami peningkatan kasus baru. Negara-negara bagian terpadat di Australia pun kembali memberlakukan pembatasan pergerakan yang lebih keras jika wabah Covid-19 tidak segera dapat dikendalikan. Secara nasional, Australia kini mencatat sekitar 10.500 kasus Covid-19, sementara jumlah kematian meningkat menjadi 111 kasus pada hari Rabu setelah seorang perempuan berusia 90-an meninggal karena virus ini.

Sumber: DW Indonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sepekan Lockdown, Kota Melbourne Hasilkan Rp 9 Miliar dari Uang Denda

Sepekan Lockdown, Kota Melbourne Hasilkan Rp 9 Miliar dari Uang Denda

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 22:47 WIB

Misteri Pemilik BMW Pelat Covid-19 di Parkiran Bandara Adelaide

Misteri Pemilik BMW Pelat Covid-19 di Parkiran Bandara Adelaide

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 09:28 WIB

Tak Ada Lagi, Spesies Ikan "Bertangan" Langka Resmi Punah di 2020

Tak Ada Lagi, Spesies Ikan "Bertangan" Langka Resmi Punah di 2020

Tekno | Senin, 13 Juli 2020 | 19:45 WIB

Salut! di Tengah Keterbatasan Fisik, Gitar Yono Dikenal hingga Mancanegara

Salut! di Tengah Keterbatasan Fisik, Gitar Yono Dikenal hingga Mancanegara

Jabar | Senin, 13 Juli 2020 | 14:16 WIB

Tamu Dikarantina Malah Bersetubuh dengan Staf Hotel, Kasus Covid-19 Meroket

Tamu Dikarantina Malah Bersetubuh dengan Staf Hotel, Kasus Covid-19 Meroket

News | Senin, 13 Juli 2020 | 13:40 WIB

Australia Tawarkan Kewarganegaraan bagi Penduduk Hong Kong

Australia Tawarkan Kewarganegaraan bagi Penduduk Hong Kong

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:20 WIB

Kota Sydney Andalkan Tenaga Surya dan Angin untuk Penuhi Kebutuhan Listrik

Kota Sydney Andalkan Tenaga Surya dan Angin untuk Penuhi Kebutuhan Listrik

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 19:50 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB