Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027

Achmad Fauzi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:56 WIB
Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027
Presiden Prabowo Subianto. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bay/wsj]
baca 10 detik
  • Ekonom Nailul Huda menyatakan target pertumbuhan ekonomi 6 persen oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai terlalu tinggi.
  • Kajian CELIOS pada Minggu (16/8/2026) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 hanya mencapai 4,7 persen.
  • Faktor global dan domestik seperti tekanan konsumsi serta minimnya pengungkit fiskal menyebabkan target pemerintah sulit tercapai.

Suara.com - Ekonom Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai target pertumbuhan ekonomi 6 persen yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto masih terlalu jauh. Realitanya, Indonesia hanya bisa tumbuh dikisara 4-5 persen.

Dalam Kajiannya, Huda memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 diproyeksikan hanya mencapai 4,7 persen, atau lebih rendah dari target pemerintah sebesar 6 persen.

"Target pertumbuhan ekonomi 6 persen saya nilai terlalu optimis di tengah kondisi ekonomi global dan nasional seperti saat ini," ujar Nailul dalam kajiannya seperti dikutip Minggu (16/8/2026).

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Ist]
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Ist]

Huda memaparkan, kondisi ekonomi global masih menghadapi guncangan akibat ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan berada di angka 2,8 persen oleh World Bank, 3,1 persen oleh OECD, dan 3,4 persen oleh IMF.

Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara besar, perubahan rezim suku bunga, serta konflik di Timur Tengah berpotensi menekan perdagangan global.

Dari dalam negeri, Nailul juga melihat sejumlah risiko yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi 2027, mulai dari ancaman El-Nino, kenaikan harga barang, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak global hingga ancaman PHK massal.

Kondisi tersebut dinilai dapat menekan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu mesin utama perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDB.

Nailul juga menilai mesin pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran pemerintah sudah banyak digunakan pada 2025-2026.

"Mesin pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran pemerintah pun sudah habis digunakan di tahun 2025-2026. Artinya tidak ada lagi mesin pengungkit pertumbuhan ekonomi tahun depan," katanya.

baca juga

Menurutnya, pemerintah juga akan menghadapi tekanan belanja dengan adanya normalisasi sejumlah program, termasuk penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, pembangunan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai tidak lagi dapat menjadi faktor pengungkit sektor bangunan seperti sebelumnya.

Kemampuan pemerintah desa untuk memutar Dana Desa juga diperkirakan berkurang karena harus digunakan untuk membayar cicilan utang KDKMP kepada bank Himbara.

"Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027 paling tinggi berada di angka 4,7 persen dengan berbagai kondisi seperti kenaikan PHK di tahun 2026, inflasi yang diprediksi akan meningkat dari sisi biaya produksi, sehingga dari sisi konsumsi rumah tangga bisa tertekan," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen. Lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” kata Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis

CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Biar Naik Kelas, Prabowo Ingin Pasar Modal RI Juga Dipenuhi Startup

Biar Naik Kelas, Prabowo Ingin Pasar Modal RI Juga Dipenuhi Startup

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:52 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Terkini

Promo Beli Pertamax Dapat Diskon dan Flash Sale 45 Persen Spesial 17 Agustus 2026

Promo Beli Pertamax Dapat Diskon dan Flash Sale 45 Persen Spesial 17 Agustus 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Jangan Ketinggalan Promo KFC 17 Agustus 2026, Cek Cara Klaim Voucher di Sini

Jangan Ketinggalan Promo KFC 17 Agustus 2026, Cek Cara Klaim Voucher di Sini

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Gaya Hidup Keluarga Makin Dinamis, Akses Nutrisi Berkualitas Jadi Kebutuhan

Gaya Hidup Keluarga Makin Dinamis, Akses Nutrisi Berkualitas Jadi Kebutuhan

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:36 WIB

6 Cara Layering Serum yang Benar agar Bahan Aktifnya Bekerja Maksimal

6 Cara Layering Serum yang Benar agar Bahan Aktifnya Bekerja Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:32 WIB

Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah

Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:30 WIB

The Dream Life of Mr. Kim: Sisi Rentan Pekerja Senior di Dunia Korporat

The Dream Life of Mr. Kim: Sisi Rentan Pekerja Senior di Dunia Korporat

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Mengenal Teknologi Robotik ROSA yang Bantu Operasi Lutut Lebih Presisi

Mengenal Teknologi Robotik ROSA yang Bantu Operasi Lutut Lebih Presisi

Health | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:26 WIB

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Meski Diancam AS, Harga Minyak Naik Tipis

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Meski Diancam AS, Harga Minyak Naik Tipis

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:19 WIB

CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis

CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Traveling Makin Praktis, Sewa Mobil Kini Bisa Dipesan Lewat Aplikasi

Traveling Makin Praktis, Sewa Mobil Kini Bisa Dipesan Lewat Aplikasi

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:11 WIB

×