Warga Uganda Lebih Banyak Dibunuh Polisi Ketimbang Virus Corona

Rendy Adrikni Sadikin | Arief Apriadi | Suara.com

Kamis, 23 Juli 2020 | 16:03 WIB
Warga Uganda Lebih Banyak Dibunuh Polisi Ketimbang Virus Corona
Pedagang di Uganda memakai masker. (AFP)

Suara.com - Fakta menarik sekaligus menyedihkan muncul di Uganda. Warga dari negara Afrika itu lebih banyak meninggal dunia akibat ulah polisi dibanding infeksi virus Corona.

Menyadur BBC, Kamis (23/7/2020), setidaknya 12 warga Uganda meninggal dunia di tangan polisi yang betugas menegakkan pembatasan sosial demi menekan penyebaran virus Corona.

Ironisnya, virus bernama ilmiah Sars-CoV-2 yang ditakuti itu tercatat belum sekalipun merenggut nyawa warga Uganda.

Kekerasan polisi dan otoritas keamanan di Uganda bermuara pada penerapan jam malam untuk menekan angka penyebaran virus Corona.

Namun, berbagai kelompok Hak Asasi Manusia (HAM), menuding kebijakan itu justru menjadi malapetaka lantaran digunakan polisi untuk membenarkan tindakan melanggar HAM.

"Kami telah menemukan bahwa pasukan keamanan telah menggunakan Covid-19 dan langkah-langkah diberlakukan untuk mencegah penyebarannya sebagai alasan untuk melanggar hak asasi manusia," kata Oryem Nyeko, seorang peneliti untuk Human Rights Watch.

Masalah kekerasan yang dilakukan petugas keamanan Uganda disebut-sebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, tak hanya di masa pandemi Covid-19.

Salah satu yang menjadi faktor pemicu kesewenang-wenangan polisi adalah kurangnya pelatihan dan sumber daya manusia (SDM) yang baik.

Otoritas keamanan yang tergabung di Local Defence Unit (LDU), diketahui telah melakukan aksi pembunuhan atas warga Uganda bernama Robert Senyonga.

Robert meninggal setelah kepalanya dibukul gagang senjata api anggota LDU saat tengah mengendarai sepeda motornya.

Remaja berusia 20 tahun yang bekerja sebagai manajer di sebuah pertanian, harus meregang nyawa setelah mengalami retak tengkorak.

Petugas di Uganda membagikan bantuan kepada warga yang terdampak COVID-19. [AFP]
Petugas di Uganda membagikan bantuan kepada warga yang terdampak COVID-19. [AFP]

"Saya sangat marah. Mereka memukulinya, tetapi bahkan rumah sakit terkemuka di negara itu tidak dapat memberinya perawatan medis yang tepat," komentar Farida Nanyonjo atas kekerasan yang menghilangkan nyawa adiknya.

Presiden Yoweri Museveni dan pejabat senior lainnya mengutuk serangan yang dilaporkan tersebut. Tapi perwakilan otoritas keamanan tak menanggapi tuduhan tersebut.

Pembunuhan oleh polisi juga terjadi pada 24 Juni di kota barat Kasese. Benon Nsimenta, yang dijadwalkan ditahbiskan sebagai pendeta pada bulan November, ditembak mati.

Dia dan istrinya berangkat dari rumah mereka dengan sepeda motor. Mereka memiliki dokumen dari anggota dewan lokal yang menunjukkan bahwa kendaraan itu milik pribadi, bukan ojek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HP Beberkan Optimisme UKM Diterpa Pandemi Covid-19

HP Beberkan Optimisme UKM Diterpa Pandemi Covid-19

Tekno | Kamis, 23 Juli 2020 | 14:29 WIB

Foto Seksinya Dianggap Terlalu Menggoda, Wanita Ini Jadi Buronan Polisi

Foto Seksinya Dianggap Terlalu Menggoda, Wanita Ini Jadi Buronan Polisi

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2020 | 14:16 WIB

Lagi, 146 Pasien COVID-19 Secapa AD Bandung Sembuh, Tinggal 690 Positif

Lagi, 146 Pasien COVID-19 Secapa AD Bandung Sembuh, Tinggal 690 Positif

Jabar | Kamis, 23 Juli 2020 | 14:11 WIB

Awas Virus Corona Kembali Bermutasi, Ahli: Jadi Lebih Cepat Menyebar

Awas Virus Corona Kembali Bermutasi, Ahli: Jadi Lebih Cepat Menyebar

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 13:59 WIB

Kantor Dispendukcapil Jombang Ditutup karena Kepala Dinasnya Positif Corona

Kantor Dispendukcapil Jombang Ditutup karena Kepala Dinasnya Positif Corona

Jatim | Kamis, 23 Juli 2020 | 13:56 WIB

Terkini

Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!

Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:48 WIB

Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza

Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:47 WIB

Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania

Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:46 WIB

Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!

Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:36 WIB

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:59 WIB

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:35 WIB

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:31 WIB

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:07 WIB