China Buka Festival Bir Internasional di Tengah Pandemi Virus Corona

Dany Garjito, Rima Suliastini

Senin, 03 Agustus 2020 | 17:37 WIB
China Buka Festival Bir Internasional di Tengah Pandemi Virus Corona
ilustrasi festival bir. [shutterstock]

Suara.com - Ribuan pecinta bir di China akan melewati bulan yang menyenangkan karena pemerintah sudah membuka festival bir tahunan di Qingdao meski virus corona masih tersebar di seluruh negeri.

Menyadur Channel News Asia pada Senin (03/08/2020) pemerintah mengizinkan festival besar ini dengan protokol kesehatan yang ketat.

Festival bir ini dibuka pada Jumat (31/07/2020) dan berlangsung hingga akhir Agustus. Festivalnya akan diramaikan dengan minum bir bersama sambil bercengkerama dan menonton pertunjukan kembang api.

Sekitar 1.500 jenis bir dijajakan di atas meja-meja panjang yang penuh dengan peminum bir dalam festival ini.

Festival bir di China. (AFP)
Festival bir di China. (AFP)

Penyiar negara bagian CCTV mengatakan festival ini adalah kesempatan bagi orang untuk kembali ke kehidupan normal di mana gelas-gelas kembali berdenting.

"Sudah setengah tahun sejak saya terakhir bepergian, saya merasa sangat bahagia dan santai sekarang," ujar Wang Hua, seorang turis dari provinsi Shanxi utara.

Meskipun terdengar menyenangkan, nyatanya festival bir tahun ini dilakukan dengan pengawasan ketat karena pandemi virus corona.

Kuota pengunjung di Kota Shandong, lokasi festival besar ini akan diatasi hingga 30 persen dari kapasitas normal pengunjung.

Ilustrasi botol bir. [Shutterstock]
Ilustrasi botol bir. [Shutterstock]

Semua staf harus memakai masker dan pengunjung wajib memeriksakan suhu tubuh mereka sebelum memasuki area festival.

baca juga

Standar yang sama juga berlaku bagi bir impor yang didatangkan untuk khusus festival tersebut. Kontainer bir diuji dan disterilkan sebelum memasuki lokasi.

Tsingtao, salah satu bir paling populer di China dan yang paling banyak diekspor di seluruh dunia juga akan tersedia di festival ini.

Sementara itu, isu tentang virus corona masih beredar kencang di China. Para peneliti kini semakin curiga bahwa negara ini sengaja menutupi awal kasus virus corona hingga kini menjadi pandemi dunia.

Festival bir di China. (AFP)
Festival bir di China. (AFP)

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim investigasi Panorama BBC: Coronavirus China Cover-Up, ditemukan dugaan bahwa China tidak mengonfirmasi penanganan wabah virus corona Covid-19 sampai awal Januari 2020.

Mereka masih menunggu 6 hari sebelum memastikan itu adalah jenis baru dari infeksi virus corona mematikan tersebut.

China juga menyembunyikan fakta bahwa penyakit itu bisa menyebar antara manusia. Petugas medis dan ilmuwan diminta diam mengenai kondisi tersebut.

Meski begitu, para dokter berusaha saling mengingatkan akan bahayanya virus corona jenis baru tersebut. Mereka berusaha melakukannya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Covid, PAN: Kalau Salah Harus Dihukum

Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Covid, PAN: Kalau Salah Harus Dihukum

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 15:03 WIB

Banyak Hoaks Virus Corona, Ternyata Profesi Ini Paling Berperan Menyebarkan

Banyak Hoaks Virus Corona, Ternyata Profesi Ini Paling Berperan Menyebarkan

Health | Senin, 03 Agustus 2020 | 15:25 WIB

Tangisan Keluarga Pecah saat Jenazah Dokter Andhika Dibawa Keluar RS

Tangisan Keluarga Pecah saat Jenazah Dokter Andhika Dibawa Keluar RS

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 15:19 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×