Ledakan Besar di Beirut, Donald Trump: Sepertinya Serangan yang Mengerikan

Arsito Hidayatullah | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 05 Agustus 2020 | 07:58 WIB
Ledakan Besar di Beirut, Donald Trump: Sepertinya Serangan yang Mengerikan
Donald Trump. (Alex Brandon/AP Photo)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut ledakan besar yang terjadi di Beirut, Lebanon seperti sebuah serangan (militer) yang mengerikan.

Menyadur The Guardian, Rabu (5/8/2020), Trump awalnya mengungkapkan simpati atas apa yang terjadi di Lebanon di awal konferensi pers terkait virus corona di Gedung Putih.

"Amerika Serikat siap membantu Lebanon. Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan rakyat Lebanon, dan kami akan berada di sana untuk membantu," ujar Trump.

"Kelihatannya seperti sebuah serangan (militer) yang mengerikan," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Trump tidak sempat merinci lebih lanjut apakah komentarnya hanya merupakan pandangannya pribadi, ataukah didasarkan pada informasi intelijen.

Trump kemudian mendapatkan pertanyaan lebih jauh, apakah dia yakin ledakan tersebut merupakan serangan dan bukan kecelakaan.

"Ya, akan terlihat seperti itu, berdasarkan ledakannya," katanya seraya menambahkan bahwa ia telah bertemu dengan para jenderal AS dan mengatakan mereka "tampaknya merasa itu (serangan)."

"Mereka (para jenderal)  sepertinya menganggap itu serangan. Itu semacam bom," katanya.

Pandangan dan pernyataan Donald Trump ini bertentangan dengan informasi yang keluar dari pemerintah Lebanon.

Kepala Keamanan Lebanon, Abbas Ibrahim, mengatakan bahwa ledakan bersumber dari bahan kimia mudah terbakar yang tersimpan di sebuah gedung.

Sementara, Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed Fahmi, juga mengatakan bahwa amonium nitrat ada di antara bahan-bahan yang disimpan di lokasi itu. Ia pun menyerukan penyelidikan bagaimana bahan itu bisa terbakar.

Kementerian Kesehatan Lebanon beberapa waktu lalu mengatakan bahwa setidaknya 70 orang telah tewas dan 3.700 lainnya menderita luka-luka, dalam ledakan dan kebakaran yang mengguncang Beirut pada Selasa (4/8/2020) waktu setempat.

Jumlah ini pun diperkirakan akan naik terus sepanjang hari, dan dengan korban luka-luka masih hilir-mudik ke rumah sakit. Pencarian orang hilang pun masih terus dilakukan.

Kantor berita setempat melaporkan, Sekretaris Jenderal Partai Politik Kataeb, Nizar Najarian, turut tewas dalam ledakan itu, dan di antara yang terluka adalah Kamal Hayek, pemimpin perusahaan listrik milik negara, yang berada dalam kondisi kritis.

Pasca ledakan dahsyat terjadi di Beirut Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Anadolu Agency/Houssam Shbaro)
Pasca ledakan dahsyat terjadi di Beirut Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Anadolu Agency/Houssam Shbaro)

Sementara itu, ada dugaan awal, ledakan besar di Beirut itu disebabkan oleh bahan peledak yang disita bertahun-tahun lalu dan disimpan di pelabuhan kota. Hal itu dikatakan Kepala Keamanan Umum Abbas Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Luka Akibat Ledakan Besar di Beirut Lebanon Tembus 3.700 Orang

Korban Luka Akibat Ledakan Besar di Beirut Lebanon Tembus 3.700 Orang

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 06:56 WIB

Dugaan Awal Penyebab Ledakan Besar di Beirut Lebanon

Dugaan Awal Penyebab Ledakan Besar di Beirut Lebanon

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 05:11 WIB

Ledakan Besar di Beirut Lebanon: Ratusan Orang Terperangkap, Ribuan Terluka

Ledakan Besar di Beirut Lebanon: Ratusan Orang Terperangkap, Ribuan Terluka

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 05:03 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB