-
Raja Salman dan Pangeran MBS menyampaikan belasungkawa resmi atas gempa magnitudo 7.7 di NTT.
-
Gempa kuat tersebut berdampak parah pada lima kabupaten utama di Nusa Tenggara Timur.
-
Kementerian Sosial mencatat 2.000 jiwa terdampak dan proses pendataan pengungsi masih berjalan.
Suara.com - Bencana gempa bumi dahsyat yang melanda Nusa Tenggara Timur kini memicu perhatian internasional dan empati dari para pemimpin dunia. Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengulurkan simpati serta belasungkawa mendalam atas musibah yang merenggut korban jiwa di Indonesia tersebut.
Dukungan moral internasional ini menegaskan solidaritas global yang kuat di tengah masa tanggap darurat bencana di tanah air.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan simpati yang tulus kepada Yang Mulia Presiden Prabowo, keluarga para korban meninggal, dan rakyat Indonesia," demikian pernyataan Raja Salman di akun X Kementerin Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Senin.

Raja Salman juga mendoakan agar para korban gempa segera diberikan kesembuhan.
"Kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada para korban meninggal dunia, menganugerahkan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan, serta memberikan kesembuhan segera kepada para korban luka."
"Kami juga memohon kepada-Nya agar senantiasa melindungi Yang Mulia dan Rakyat Indonesia dari segala keburukan dan musibah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa," ucapnya.
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, juga tidak ketinggalan mengirimkan pesan belasungkawa langsung kepada Kepala Negara.
Ia mengekspresikan rasa duka yang mendalam saat mendengar kabar kehancuran serta jatuhnya korban jiwa akibat guncangan tersebut.
"Saya telah menerima kabar mengenai gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dan mengakibatkan korban meninggal dan luka-luka. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan rahmatNya kepada para korban meninggal dan memberikan kesembuhan segera kepada para korban luka," katanya.
Pernyataan dari kedua pucuk pimpinan Arab Saudi ini menjadi dorongan moril yang berarti bagi seluruh rakyat Indonesia.
Langkah diplomasi kemanusiaan ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral dan persaudaraan antara kedua negara.
Peristiwa memilukan ini dipicu oleh gempa bumi tektonik kuat berkekuatan magnitudo 7,7 yang menguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi.
Guncangan dahsyat tersebut meluluhlantakkan infrastruktur dan pemukiman warga di beberapa daerah kabupaten secara signifikan.
Laporan awal Kementerian Sosial menunjukkan wilayah terdampak paling parah meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 2.000 jiwa terdampak langsung oleh bencana alam tersebut.
Petugas gabungan di lapangan masih terus melakukan proses pendataan mendalam terkait jumlah total warga yang terpaksa mengungsi.