Protes Tolak Mahasiswa Baru, Ratusan Dokter Korea Selatan Mogok Kerja

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 20:43 WIB
Protes Tolak Mahasiswa Baru, Ratusan Dokter Korea Selatan Mogok Kerja
Ilustrasi dokter.[Unsplash/Online Marketing]

Suara.com - Ratusan dokter peserta pelatihan di Korea Selatan melakukan mogok pada hari Jumat (7/8/2020) sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran.

Menyadur Channel News Asia, Pemerintah Korea Selatan mengatakan tujuannya untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran sebanyak 4.000 selama 10 tahun ke depan diperlukan agar lebih siap menghadapi krisis kesehatan masyarakat seperti pandemi Covid-19.

Para dokter tersebu mengatakan bahwa akan lebih baik jika dana digunakan untuk meningkatkan gaji para peserta pelatihan yang ada, yang akan mendorong mereka untuk pindah dari Seoul ke daerah pedesaan di mana lebih banyak tenaga profesional dibutuhkan.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun telah mendesak dokter magang dan dokter residen untuk membatalkan aksi mogok selama 24 jam, yang terjadi ketika Korea Selatan memerangi kelompok infeksi COVID-19 yang lebih kecil tetapi terus-menerus.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa kesenjangan medis akan terjadi di UGD dan ICU yang memiliki hubungan langsung dengan kehidupan warga," kata Chung dalam sambutannya dikutip dari Channel News Asia.

Chung meminta para dokter yang mogok untuk berbicara dengan pemerintah, meskipun dia tidak menawarkan konsesi apa pun.

Severance Hospital, salah satu dari lima rumah sakit besar di Seoul, mengatakan kepada Reuters mayoritas dari 90 magang dan 370 penduduknya ambil bagian dalam aksi mogok kerja tersebut.

Ia menambahkan bahwa dokter lain akan mengisi kekosongan untuk mencegah gangguan.

Pemerintah mengumumkan pada bulan Juli bahwa mereka berencana untuk meningkatkan kuota sekolah kedokteran biasa dari 3.058 penerimaan setiap tahun sekitar 400, atau 13 persen, selama dekade berikutnya. Kuota tersebut telah ditetapkan sejak tahun 2006.

baca juga

Insentif akan ditawarkan bagi siswa yang mengambil jurusan spesialisasi yang kurang favorit seperti epidemiologi dan mereka yang menjadi sukarelawan untuk tenaga kesehatan masyarakat di daerah pedesaan.

Korea Selatan memiliki kurang dari 300 spesialis penyakit menular, mewakili kurang dari 1 persen dari 100.000 dokternya.

Menteri Kesehatan Park Neung-hoo mengatakan bahwa di Seoul rata-rata memiliki tiga dokter untuk setiap 1.000 orang, sedangkan rasio di provinsi Gyeongsang Utara turun menjadi 1,4.

"Alasan utama untuk mempromosikan kebijakan ini adalah untuk mengamankan dokter di mana mereka dibutuhkan," kata Park.

"Tujuan kami adalah meningkatkan jumlah dokter di provinsi pedesaan, sehingga mereka yang tinggal di pedesaan pun bisa mendapatkan perawatan yang tepat." sambungnya.

Pemerintah berencana untuk mengirim tiga perempat dari peserta pelatihan tambahan ke daerah pedesaan, dengan imbalan keringanan biaya sekolah dan beasiswa.

Jika tidak menyelesaikan masa tugas selama 10 tahun, lisensi medis mereka akan dicabut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tradisi Makan Anjing di Korea Selatan Jadi Kontroversi

Tradisi Makan Anjing di Korea Selatan Jadi Kontroversi

Video | Kamis, 06 Agustus 2020 | 10:00 WIB

Fotografer Abadikan Hunian Termurah di Korsel, Bagaimana Wujudnya?

Fotografer Abadikan Hunian Termurah di Korsel, Bagaimana Wujudnya?

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2020 | 18:14 WIB

Ji Chang Wook Panen Hujatan, Agensi Sampai Minta Maaf

Ji Chang Wook Panen Hujatan, Agensi Sampai Minta Maaf

Entertainment | Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:57 WIB

Terkini

Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu

Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu

Surakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Prabowo Sebut Ojol Kini Dapat 92 Persen dari Jerih Payah Mereka

Prabowo Sebut Ojol Kini Dapat 92 Persen dari Jerih Payah Mereka

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik

BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:09 WIB

Keran Inden Dibuka, Berapa Harga Yamaha R2? Intip Speknya

Keran Inden Dibuka, Berapa Harga Yamaha R2? Intip Speknya

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Hanya Ingin Mendidik! Pembelaan Guru SD yang Viral Cubit Puluhan Kali Siswa Tak Hafal Asmaul Husna

Hanya Ingin Mendidik! Pembelaan Guru SD yang Viral Cubit Puluhan Kali Siswa Tak Hafal Asmaul Husna

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Omzet Rp5 Juta ke Rp100 Juta Per Hari, Inilah Kisah Mitra AgenBRILink di Tulungagung

Omzet Rp5 Juta ke Rp100 Juta Per Hari, Inilah Kisah Mitra AgenBRILink di Tulungagung

Bri | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Bandara Husein Sastranegara Bandung Kembali Layani Pesawat Jet Komersial

Bandara Husein Sastranegara Bandung Kembali Layani Pesawat Jet Komersial

Foto | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Cara Sederhana Ibu Rayakan Kemerdekaan, Lomba Hias Tumpeng di Sekolah Anak

Cara Sederhana Ibu Rayakan Kemerdekaan, Lomba Hias Tumpeng di Sekolah Anak

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Padahal RI Bisa Kaya dari Perikanan, Sayangnya Dimaling Asing

Padahal RI Bisa Kaya dari Perikanan, Sayangnya Dimaling Asing

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Jelang Salat Jumat, Prabowo Goda PKS Minta Izin Lanjut Pidato 7 Menit

Jelang Salat Jumat, Prabowo Goda PKS Minta Izin Lanjut Pidato 7 Menit

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:51 WIB

×