Tifatul: Rasa Keadilan Saya Terobek-robek, Lo Bilang Nyinyir, Mas Oneng

Siswanto

Kamis, 27 Agustus 2020 | 16:21 WIB
Tifatul: Rasa Keadilan Saya Terobek-robek, Lo Bilang Nyinyir, Mas Oneng
Tifatul Sembiring [Dok. PKS]

Suara.com - Brenton Tarrant, terdakwa kasus pembunuhan terhadap 51 muslim di dua masjid di negara Selandia Baru divonis Pengadilan Tinggi Christchurch dengan penjara seumur hidup.

Sudah membantai puluhan orang, tetapi hanya dihukum seumur hidup, membuat mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring kecewa karena dia merasa hukuman itu tidak adil. TIfatul menyampaikan perasaannya melalui media sosial Twitter.

"51 nyawa Muslim dibantai, CUMA divonis seumur hidup...ck..ck..ck... *Wa-Islamah#" kata politikus PKS itu melalui akun Twitter @tifsembiring.

Sontak, apa yang disampaikan oleh Tifatul memantik reaksi dari netizen yang umumnya justru menyerang pengetahuan Tifatul tentang hukum di Selandia Baru.  

"Makin lama @tifsembiring tidak lebih dari seorang nyinyir. Hukuman seumur hidup itu sudah maksimal untuk kejahatan dia. Maunya anda orang itu dipenggal ya? Anda kok mau memaksa hukuman versi anda sendiri. Kesalahan terbesar  @SBYudhoyono ngangkat orang ini jadi menteri," kata netizen dengan akun @Real_Adian_syah.

Tifatul sebenarnya bukannya tidak tahu soal aturan hukum di Selandia Baru. Dia mencoba menjelaskan bahwa apa yang diungkapkannya tadi muncul karena rasa keadilannya terluka dengan hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa kasus pembunuhan massal itu. Tifatul agaknya kurang begitu terima dibilang nyinyir.

"Rasa keadilan saya terobek-robek, lo bilang nyinyir, mas Oneng..." kata Tifatul.

Pemilik akun @Real_Adian_syah kemudian mempertanyakan kenapa Tifatul merasa tersobek-sobek. Dia menekankan bahwa Selandia Baru sudah menerapkan hukuman yang paling maksimal kepada terdakwa.

"Loh kenapa tersobek-seobek Pak @tifsembiring? Baper amat. Keadilan di sana sudah menunjukkan keadilan setinggi-tingginya dengan menjauhi hukuman maksimal sesuai aturan hukum di sana. Mereka tidak mengenal hukuman mati.  Anda gak bisa memaksa kemauan anda. Itulah sistem hukum di sana," katanya.

baca juga

Tifatul menekankan bahwa apa yang disampaikannya bukan bermaksud untuk memaksakan kehendak.

"Siapa yang memaksa Oneng, perasaan orang kok situ yang ngatur. Apa urusan lu oneng..." kata Tifatul.

Perdebatan mereka masih terus belanjut. Pemilik akun @Real_Adian_syah terus meladeni Tifatul. Dia makin tidak mengerti dengan Tifatul.

"Gak maksa tapi anda pake kata CUMA. Anda bisa memancing dampak besar. Kalau ada pembaca twit anda yang otaknya kecil & anggap itu ketidakadilan terhadap Muslim terus kemudian beraksi ekstrim gimana? Anda harus ajarin publik berpikir luas. Sebagai tokoh anda harus mikir dampak. Banyaklah belajar," katanya.

"Apa trauma situ dengan kata cuma...?" Tifatul menjawab.

Pemilik akun @Real_Adian_syah kemudian memberikan penekanan.

"Iya... Trauma. Contoh kalimatnya gini: "Cuma seorang seperti  @tifsembiring kok diangkat jadi menteri." Tersobek-sobek kan dengan kalimat seperti itu ...?"

Kali ini, Tifatul mencoba membalikkan situasi. "Situ yang baper, keknya."

Belum tuntas, giliran netizen dengan akun @twitlanesia menghajar pengetahuan Tifatul dan mengungkit-ungkit jabatannya dulu di zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kenapa sih anda ini kok dulu bisa menteri? Menkominfo pula. Dengan level pengetahuan dan teknologi sekarang harusnya anda tahu kalau hukuman mati sudah dihapus di Selandia Baru sejak tahun 1961 dan hukuman seumur hidup baru pertama kali divoniskan di negara tersebut."

Sementara menurut pemilik akun @hfdshdq, terdakwa Brenton Tarrant baru bisa dihukum mati kalau dibawa ke Indonesia.

"Maaf tadz, sanksi terberat di pidana Selandia Baru adalah penjara seumur hidup, kecuali ustadz mau ekstradisi dia ke Indonesia bisalah di hukum mati. Tau apa aku soal:)" katanya.

"Aturan di sana itu urusan mereka, yang bersangkutan melanggar hukum di sana. Kok diekstradisi, ini rasa keadilan yang tersayat aja. Situ boleh setuju boleh nggak, terserah...." kata Tifatul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Dari Somasi sampai ke Dewan Pers, Gus Ipul Adukan Forum Keadilan soal Aliran Dana ke Muktamar NU

Dari Somasi sampai ke Dewan Pers, Gus Ipul Adukan Forum Keadilan soal Aliran Dana ke Muktamar NU

News | Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:50 WIB

Netizen Indonesia Berulah! Diduga Serang Pemain Malaysia dengan Komentar Rasis

Netizen Indonesia Berulah! Diduga Serang Pemain Malaysia dengan Komentar Rasis

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 15:21 WIB

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

Banjir Kritik Netizen, Drama The Scandal Dinilai Terlalu Fokus pada Adegan Intim

Banjir Kritik Netizen, Drama The Scandal Dinilai Terlalu Fokus pada Adegan Intim

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:46 WIB

Minta PDIP Berani 'Ingatkan Presiden', WALHI Adukan Krisis Ekologi dan Tata Ruang ke DPR

Minta PDIP Berani 'Ingatkan Presiden', WALHI Adukan Krisis Ekologi dan Tata Ruang ke DPR

News | Senin, 21 September 2026 | 20:13 WIB

Kawal Data Desil Bermasalah, KWJK Bakal Geruduk Kemensos Selama Sepekan

Kawal Data Desil Bermasalah, KWJK Bakal Geruduk Kemensos Selama Sepekan

News | Kamis, 17 September 2026 | 19:46 WIB

Viral Perempuan Ditendang Saat Antre Makanan di Sency, Netizen Soroti Dugaan Upaya Menutup Kasus

Viral Perempuan Ditendang Saat Antre Makanan di Sency, Netizen Soroti Dugaan Upaya Menutup Kasus

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB

Di Balik Riuh Kritik Maudy Ayunda: Saat Kemarahan Warganet Jadi Ladang Cuan Algoritma

Di Balik Riuh Kritik Maudy Ayunda: Saat Kemarahan Warganet Jadi Ladang Cuan Algoritma

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:18 WIB

Terkini

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Perputaran Ekonomi hingga UMKM Lokal

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Perputaran Ekonomi hingga UMKM Lokal

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:04 WIB

Rombakan Besar di Tubuh Polri: Kapolri Suyudi Rotasi Kabareskrim, Kabarhakam, hingga Kadensus 88

Rombakan Besar di Tubuh Polri: Kapolri Suyudi Rotasi Kabareskrim, Kabarhakam, hingga Kadensus 88

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:00 WIB

BRI Perkuat Ekosistem MotoGP Mandalika 2026 Lewat Pariwisata, UMKM, dan Keberlanjutan

BRI Perkuat Ekosistem MotoGP Mandalika 2026 Lewat Pariwisata, UMKM, dan Keberlanjutan

Bogor | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pelestarian Warisan Batik Nusantara

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pelestarian Warisan Batik Nusantara

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:00 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata

MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata

Bekaci | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:56 WIB

BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:53 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Penggerak Ekonomi, BRI Perkuat Dukungan Pariwisata dan UMKM

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Penggerak Ekonomi, BRI Perkuat Dukungan Pariwisata dan UMKM

Bali | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:50 WIB

BRI Dorong Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 bagi Pariwisata dan UMKM

BRI Dorong Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 bagi Pariwisata dan UMKM

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Perdana Go Public Sejak Debut, Nana Mengaku Sempat Malu Pacaran dengan TOP

Perdana Go Public Sejak Debut, Nana Mengaku Sempat Malu Pacaran dengan TOP

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Botol Plastik Disulap Jadi Sapu, Warga Petukangan Utara Raup Omzet hingga Rp3 Juta per Bulan

Botol Plastik Disulap Jadi Sapu, Warga Petukangan Utara Raup Omzet hingga Rp3 Juta per Bulan

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:45 WIB

×