Dinyatakan Reaktif, Jenazah R Tidak Dimakamkan Dengan Protokol Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Stephanus Aranditio

Senin, 07 September 2020 | 01:05 WIB
Dinyatakan Reaktif, Jenazah R Tidak Dimakamkan Dengan Protokol Covid-19
Ilustrasi pemakaman Covid-19. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Jenazah R (50), warga Koja, Jakarta Utara dinyatakan meninggal dengan status reaktif Covid-19 . Namun, ia justru tidak dimakamkan oleh pihak rumah sakit dengan protokol Covid-19.

Salah satu keluarga korban, Uwin bercerita bahwa R sudah masuk salah satu rumah sakit di Jakarta Utara dengan keluhan sesak nafas sejak 30 Agustus 2020, R pun langsung dites swab Covid-19 namun hasilnya belum keluar.

"Panas di dada, di lambung. Terus ya lambungnya sering sakit. Seperti itu dan sesak nafas, terus dibawa ke RS," kata Uwin saat dikonfirmasi Suara.com, Minggu (6/9/2020).

Kemudian, setelah menjalani perawatan selama dua hari, tiba-tiba R mengeluh sesak makin parah, namun dia tidak mendapatkan perlakuan maksimal dari rumah sakit.

Petugas pemakaman memakamkan jenazah kasus COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Petugas pemakaman memakamkan jenazah kasus COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

"Jadi bapak pas malem-malem itu gak papa. Masih nganterin ke kamar mandi, suapin makanan. Paginya nyesek.Manggil suster. Nah susternya itu hanya sendirian. Udah dipanggil, sus ini gimana? Susternya diem bengong main hp. Baru dia datang," ungkapnya.

Uwin pun berusaha dilakukan pertolongan pertama dengan memberikan minyak kayu putih kepada R, lamanya respon dari rumah sakit membuat Uwin berniat memindahkan R ke rumah sakit lain.

"Saya keluar mau manggil om suruh ke pelabuhan (RS Pelabuhan). Tapi  ternyata udah meninggal," ucap Uwin.

Setelah menunggu 3 hari hingga meninggal dunia, hasil swab R tak kunjung keluar, namun rumah sakit memutuskan untuk menuliskan riwayat kematian R dengan status reaktif Covid-19.

"Kalau ditulisnya Covid. Nah hasilnya gak keluar-keluar. Tetangga yang ngurus. Setelah mengurus, diganti jadi reaktif," lanjutnya.

baca juga

Uwin juga mengungkapkan bahwa setelah meninggal dunia, proses pemulasaran jenazah R sepenuhnya dilakukan oleh keluarga dan kerabat tanpa protokol Covid-19, pihak rumah sakit kata Uwin enggan mengurus jenazah R.

"Iya ambil sendiri. Gak ada yang bantuin. Satpamnya juga diem aja gak bantuin, diem aja. Menjauh semua, Ambulans dari Madjid," tutup Uwin.   

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris! Kabupaten Tangerang Tak Anggarkan Honor Penggali Kubur Jenazah COVID

Miris! Kabupaten Tangerang Tak Anggarkan Honor Penggali Kubur Jenazah COVID

Jakarta | Minggu, 06 September 2020 | 17:21 WIB

Melonjak, Petugas TPU Buniayu Makamkan 3-4 Jenazah Korban Covid-19 per Hari

Melonjak, Petugas TPU Buniayu Makamkan 3-4 Jenazah Korban Covid-19 per Hari

Jakarta | Sabtu, 05 September 2020 | 21:43 WIB

Kisah Penggali Kubur Covid-19: Jibaku dengan Waktu & 'Perang' Lawan Corona

Kisah Penggali Kubur Covid-19: Jibaku dengan Waktu & 'Perang' Lawan Corona

Jakarta | Sabtu, 05 September 2020 | 17:47 WIB

Terkini

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB