Soal Pilkada yang Abai Protokol Kesehatan, Ini Kata Mardani Ali Sera

Reza Gunadha, Hernawan

Rabu, 09 September 2020 | 02:59 WIB
Soal Pilkada yang Abai Protokol Kesehatan, Ini Kata Mardani Ali Sera
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Rabu (4/12/2019). [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera kembali buka suara soal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Lewat akun Twitter pribadinya, Mardani mengungkapkan pengabaian protokol covid-19 harus menjadi perhatian serius bagi KPU dan Bawaslu.

"Bismillah, fase pendaftaran Pilkada 2020 memberi pelajaran penting tentang bagaimana mengadakan pesta demokrasi di tengah masa pandemi covid-19. Banyaknya paslon, tim, dan pendukung yang mengabaikan protokol Covid-19 harus menjadi perhatian serius bagi KPU dan Bawaslu," tulis Mardani Ali Sera pada Selasa (8/9/2020) seperti dikutip oleh Suara.com.

Lebih lanjut lagi, Politikus PKS ini menuturkan bahwa Komisi 2 DPR RI telah sepakat untuk memperketat pengawasan.

"Jika perlu, sanksi diberikan kepada paslon maupun partai pengusung jika tidak mampu menjalankan protokol kesehatan dalam tahapan pilkada selanjutnya," sambung Mardani.

Cuitan Mardani Ali Sera (Twitter/@MardaniAliSera)
Cuitan Mardani Ali Sera (Twitter/@MardaniAliSera)

Selain itu, Mardani pun setuju apabila KPU dan Bawaslu membuat berbagai tingkatan sanksi seperti yang paling tinggi yakni digugurkan keikutsertaannya dalam pilkada. Adapun hukuman yang lebih ringan bisa dalam bentuk pengurangan jadwal kampanye atau penerbitan surat peringatan.

"Kami di Komisi II DPR RI juga akan segera memanggil KPU dan Bawaslu untuk duduk bersama Kemendagri agar mampu 'memaksa' penerapan protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada 2020," kata Mardani.

Tidak hanya itu, Mardani Ali Sera juga menyoroti fenomena banyaknya kepala daerah maupun calon kepala daerah yang terpapar Covid-18.

Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian serius. Kepala daerah maupun calon kepala daerah harus menjaga protokol kesehatan agar tidak menimbulkan klaster baru covid-19.

baca juga

Terakhir, Mardani Ali Sera juga berharap agar Pilkada serentak 2020 ini dapat dijadikan momen kampanye gaya ikut hidup sehat.

"Jadikan Pilkada sebagai bagian kampanye gaya hidup sehat dakam menghadapi covid-19," ungkapnya.

"Kita semua yakin jika orkestra berjalan dengan baik antara KPU, Bawaslu, dan Kemendagri, penerapan protokol kesehatan akan menjadi kesadaran bersama. Dengan begitu, InsyaAllah Pilkada Desember 2020 menjadi bukti kebesaran kita semua," pungkas Mardani mengakhiri.

Cuitan Mardani Ali Sera tersebut telah disukai oleh 56 pengguna Twitter.

Senada dengan Mardani Ali Sera, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman juga menegaskan bahwa protokol kesehatan akan menjadi syarat pelaksanaan Pilkada serentak pada akhir tahun nanti.

Protokol Kesehatan Jadi Syarat Pelaksanaan Pilkada

Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Arief Budiman menegaskan penerapan protokol kesehatan pada Pilkada serentak harus dipatuhi semua pihak, baik itu bakal pasangan calon maupun masyarakat pendukung dan simpatisan. Hal tersebut, kata Arief, sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas hari ini.

"Proses pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di seluruh tahapan itu harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran covid 19," kata Arief usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Syarat penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada mutlak dan tak bisa ditawar. Penerapan protokol kesehatan tak hanya harus dipatuhi para penyelenggara pemilu, namun juga peserta dan pemilih.

"Ini pesan Bapak Presiden kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menegaskan agar mengutamakan kesehatan dan keselamatan rakyat Indonesia pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Oleh karena itu protokol kesehatan adalah harga mati dalam semua kegiatan Pilkada.

"Perlu saya tegaskan kembali pertama bahwa keselamatan masyarakat, kesehatan masyarakat adalah segala-galanya. Jadi protokol kesehatan tidak ada tawar-menawar," kata Jokowi dalam rapat terbatas lanjutan pembahasan persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (8/9/2020)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua KPU: Protokol Kesehatan Jadi Syarat Pelaksanaan Pilkada

Ketua KPU: Protokol Kesehatan Jadi Syarat Pelaksanaan Pilkada

News | Selasa, 08 September 2020 | 16:28 WIB

Ratusan Ribu Polisi Jaga Laga 743 Paslon Kepala Daerah Pilkada 2020

Ratusan Ribu Polisi Jaga Laga 743 Paslon Kepala Daerah Pilkada 2020

News | Selasa, 08 September 2020 | 15:18 WIB

Pilkada 2020, ASN Wajib Bersikap Netral

Pilkada 2020, ASN Wajib Bersikap Netral

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2020 | 16:15 WIB

Terkini

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:44 WIB

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:38 WIB

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:27 WIB

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:22 WIB

Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar

Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:20 WIB

Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK

Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:17 WIB

BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini

BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:16 WIB

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:04 WIB

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:00 WIB