Profil Budi Hartono Orang Terkaya di Indonesia

Rifan Aditya

Minggu, 13 September 2020 | 13:11 WIB
Profil Budi Hartono Orang Terkaya di Indonesia
Surat terbuka Budi Hartono (Instagram @petergontha)

Suara.com - Profil Budi Hartono baru-baru ini menjadi sorotan setelah dirinya mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Surat tersebut merupakan bentuk ketidaksetujuan pemilik Grup Djarum ini atas keputusan pemerintah dalam memberlakukan PSBB kembali.

Nama Budi Hartono memang sudah tidak asing lagi didengar. Sosoknya selalu dikenal sebagai orang terkaya di Indonesia. Lantas, seperti apa sebenarnya sosok seorang Budi Hartono? Simak profil Budi Hartono berikut ini.

Latar Belakang

Robert Budi Hartono atau Oei Hwie Tjhong lahir di Semarang, 28 April 1940. Beliau adalah seorang pengusaha keturunan Tionghoa-Indonesia dan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum, yaitu Oei Wie Gwan.

Budi Hartono memiliki seorang kakak bernama Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang. Dirinya menikah dengan Widowati Hartono atau yang lebih akrab disapa Giok Hartono. Dari pernikahan ini, keduanya dikaruniai tiga orang putra, yakni Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono.

Bisnis dan Kekayaan Budi Hartono

Perjalanan bisnis seorang Budi Hartono tak terlepas dari sang kakak, Bambang Hartono. Awalnya, kakak beradik ini dihadapkan dengan perusahaan sang ayah, Djarum, yang sedang mati suri. Melalui tangan dingin keduanya, Djarum kembali bangkit dan berhasil merebut pangsa pasar.

Pada tahun 1972, perusahaan tersebut bahkan tidak hanya memasarkan produknya di dalam negeri, tetapi juga mengekspor ke luar negeri.

Permintaan pasar yang semakin meningkat kemudian membuat keduanya melakukan modernisasi peralatan pabrik. Salah satu produk hasil modernisasi yang menjadi andalan perusahaan ini adalah Djarum Filter. Rokok ini menjadi salah satu rokok paling laris di pasaran.

baca juga

Kesuksesan Djarum kemudian membuat Budi Hartono dan sang kakak mulai mengembangkan perusahaan tersebut menjadi sebuah grup bisnis. Dari sinilah mereka melebarkan sayap dengan berinvestasi di berbagai industri bisnis lain, seperti perbankan, elektronik, dan kini e-commerce.

Robert dan Michael tercatat sebagai pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Melalui PT. Dwimuria Investama Andalan, keduanya menguasai 54.94% saham bank swasta tersebut.

Sejak tahun 2008, mereka juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektar di Kalimantan Barat. Keduanya juga memiliki sejumlah properti lain, seperti Grand Indonesia dan Polytron.

Grup Djarum kini juga melebarkan sayap di industri digital dengan membangun perusahaan e-commerce, yakni Global Digital Niaga (Blibli.com) dan membeli situs online populer Kaskus. Budi Hartono juga merupakan pendiri yayasan PB Djarum sejak 1969 silam. Yayasan tersebut berhasil melahirkan pebulutangkis legendaris Indonesia, seperti Liem Swie King, Alan Budi Kusuma, dan Icuk Sugiarto.

Pada 2020, total kekayaan Budi Hartono yang dicatat Forbes mencapai US$ 13.6 miliar. Angka tersebut kembali menempatkan Budi Hartono sebagai orang terkaya di Indonesia. Namun, jika dilihat kebelakang angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Banyak analis yang mengungkapkan bahwa kekayaan Budi Hartono mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

Kontroversi Budi Hartono

Pada 2019, Budi Hartono dan yayasan PB Djarum miliknya menjadi sorotan media. Saat itu, PB Djarum memutuskan untuk menghentikan beasiswa umum bulu tangkis yang telah digelar sejak tahun 2006 silam. Keputusan tersebut dibuat atas permintaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kementerian, serta lembaga terkait lainnya. Pasalnya, KPAI menganggap Djarum Foundation selama ini telah melakukan eksploitasi anak sebagai citra brand dagang rokok Djarum. Keputusan ini tentu sangat disayangkan karena banyak atlet bulutangkis berbakat Indonesia yang ditemukan melalui program audisi umum PB Djarum ini.

Baru-baru ini, Budi Hartono juga menjadi sorotan setelah dikabarkan menyurati presiden Joko Widodo. Surat tersebut dibuat menyusul kabar pemberlakuan kembali PSBB di DKI Jakarta.

Dalam surat tersebut, beliau menyatakan bahwa PSBB bukan merupakan solusi terbaik dari meningkatnya angka masyarakat yang terinfeksi Covid-19. Ketimbang PSBB, Budi Hartono menyarankan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas tempat isolasi masyarakat serta pemberian sanksi atau hukuman kepada masyarakat yang melanggar aturan.

Itu dia profil Budi hartono, orang terkaya di Indonesia.

Kontributor : Theresia Simbolon

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wah, Orang Terkaya di Indonesia Tak Setuju Ada PSBB

Wah, Orang Terkaya di Indonesia Tak Setuju Ada PSBB

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2020 | 12:26 WIB

Pemilik Grup Djarum Tolak PSBB Jakarta, Ini Isi Suratnya

Pemilik Grup Djarum Tolak PSBB Jakarta, Ini Isi Suratnya

Sumsel | Minggu, 13 September 2020 | 11:47 WIB

Isi Surat Orang Terkaya ke Jokowi soal PSBB Jakarta

Isi Surat Orang Terkaya ke Jokowi soal PSBB Jakarta

Riau | Minggu, 13 September 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×