Pilkada Jalan Terus Saat Pandemi, Din Syamsuddin Sebut Pemerintah Diktator

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Selasa, 22 September 2020 | 17:50 WIB
Pilkada Jalan Terus Saat Pandemi, Din Syamsuddin Sebut Pemerintah Diktator
Ilustrasi Pilkada Serentak di Jawa Timur (Ilustrasi Foto: Antara)

Suara.com - Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju, Din Syamsuddin, menilai pemerintahan saat ini bersikap diktator karena tetap bersikeras menggelar Pilkada Serentak 9 Desember 2020 di tengah pandemi virus corona covid-19.

Din menjelaskan, pemerintah terlihat diktator karena tidak mendengarkan masukan sejumlah besar pihak dari berbagai kalangan untuk menunda Pilkada 2020 dan fokus menangani pandemi.

"Keputusan DPR, Pemerintah dan KPU serta Bawaslu bahwa Pilkada serentak tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020, walaupun ada keberatan dari berbagai organisasi masyarakat madani, sungguh menunjukkan apa yang disebut dengan Kediktatoran Konstitusional," kata Din di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Sebelumnya, berbagai masyarakat dari NU, Muhammadiyah, Majelis-Majelis Agama, KAMI, Para Tenaga Medis dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat satu suara mendesak pemerintah menunda Pilkada dan fokus menangani pandemi.

"Ini adalah aspirasi riil rakyat yang sangat prihatin terhadap persebaran pandemi covid-19 yang masih meninggi. Mereka semata-mata ingin menyelamatkan rakyat dari wabah dan marabahaya," ucap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Din menilai protokol kesehatan pada saat pesta demokrasi Pilkada sangat sulit diterapkan, bahkan beberapa calon kepala daerah hingga Ketua KPU sudah terjangkit virus sebelum masa kampanye dimulai.

"Sikap 'keras kepala' Pemerintah dan DPR tersebut jelas menunjukkan pengabaian dan pengingkaran terhadap aspirasi rakyat, bentuk pengkhianatan terhadap aspirasi dan amanat rakyat," pungkas Din.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo melalui Juru Bicaranya, Fadjroel Rachman menegaskan Pilkada tetap digelar sesuai jadwal 9 Desember 2020.

"Presiden menegaskan penyelenggaraan Pilkada tidak bisa menunggu pandemi berakhir, karena tidak satu negara tahu kapan pandemi Covid-19 akan berakhir," kata Fadjroel.

baca juga

Pemerintah yakin Pilkada 2020 bisa digelar dengan protokol kesehatan yang ketat agar aman dan tetap demokratis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Covid-19, Bayar Pajak STNK di Jakarta Bisa Lewat Aplikasi Si Ondel

Cegah Covid-19, Bayar Pajak STNK di Jakarta Bisa Lewat Aplikasi Si Ondel

News | Selasa, 22 September 2020 | 17:44 WIB

Setelah China, Indonesia Juga Akan Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Korea

Setelah China, Indonesia Juga Akan Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Korea

Health | Selasa, 22 September 2020 | 17:36 WIB

Sri Mulyani Ingin BMN Dipakai sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Sri Mulyani Ingin BMN Dipakai sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 17:35 WIB

Pasien Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di Kepri Capai 3 Persen

Pasien Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di Kepri Capai 3 Persen

Batam | Selasa, 22 September 2020 | 17:35 WIB

Tiga Hari Berturut-turut 4 ribu Kasus, Pemerintah: Angka Puncak Covid-19

Tiga Hari Berturut-turut 4 ribu Kasus, Pemerintah: Angka Puncak Covid-19

News | Selasa, 22 September 2020 | 17:34 WIB

Terkini

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:18 WIB

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:15 WIB

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:11 WIB

3 Artis Turun Langsung Bantu Pemadaman Karhutla: Sherina Munaf hingga Zaskia Adya Mecca

3 Artis Turun Langsung Bantu Pemadaman Karhutla: Sherina Munaf hingga Zaskia Adya Mecca

Entertainment | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Calvin Verdonk Bongkar Borok Pertahanan Lille usai Dihajar Galatasaray 2-4

Calvin Verdonk Bongkar Borok Pertahanan Lille usai Dihajar Galatasaray 2-4

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Kenapa Jersey Olahraga Gampang Bau Apek? Ternyata Ini Penyebab dan Trik Mencucinya

Kenapa Jersey Olahraga Gampang Bau Apek? Ternyata Ini Penyebab dan Trik Mencucinya

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:10 WIB

3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun

3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun

Bali | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Kepung Grahadi Berbaju Hitam, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dan Tolak MBG

Kepung Grahadi Berbaju Hitam, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dan Tolak MBG

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Foto | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:07 WIB

×