Cegah Covid-19, Bayar Pajak STNK di Jakarta Bisa Lewat Aplikasi Si Ondel

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 22 September 2020 | 17:44 WIB
Cegah Covid-19, Bayar Pajak STNK di Jakarta Bisa Lewat Aplikasi Si Ondel
Polda Metro Jaya meluncurkan dua aplikasi pelayanan masyarakat bernama Si Ondel alias Online Delivery dan Si Jampang alias Jaga Simpang. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Polda Metro Jaya meluncurkan dua aplikasi pelayanan masyarakat bernama Si Ondel alias Online Delivery dan Si Jampang alias Jaga Simpang. Dua aplikasi tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 yang jatuh pada, Selasa (22/9/2020) ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan bahwa Si Ondel merupakan aplikasi pelayanan masyarakat untuk membayar pajak secara online.

Selain mempermudah masyarakat, diharapkan dengan diluncurkannya aplikasi tersebut dapat menekan angka penyebaran pandemi Covid-19 lantaran wajib pajak tidak perlu datang dan berkerumun ke Samsat.

"Aplikasi ini sebagai jawaban masyarakat di tengah pandemi Covid-19," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Menurut Sambodo, nantinya masyarakat atau wajib pajak yang menggunakan aplikasi Si Ondel cukup membayar pajak secara online. Kemudian, bukti pembayaran atau struk yang biasa dilekatkan pada bagian belakang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) akan dikirim langsung ke rumah sang wajib pajak.

"Pembayarannya secara online dan bukti pembayarannya itu dikirimkan secara delivery ke rumah. Jadi masyarakat yang melakukan pembayaran pajak biasanya pembayaran pajak dibelakang STNK itu ada (bukti pembayaran) setiap tahun," jelasnya.

Sementara, Sambodo menjelaskan bahwa Si Jampang merupakan aplikasi yang berfungsi untik memonitor personel lalu lintas yang bertugas di lapangan.

Aplikasi tersebut menurutnya berbasis pada Global Positioning System (GPS).

"Dengan aplikasi ini keberadaan anggota dapat diketahui karena berbasis GPS memudahkan komunikasi dan ada panic button," beber Sambodo.

Adapun, Sambodo menambahkan bahwa aplikasi Si Jampang dilengkapi dengan fitur panic button. Fitur tersebut berfungsi untuk mempermudah koordinasi dengan antar personel di lapangan apabila mendapat kendala.

baca juga

"Misalnya anggota bertugas ada kecelakaan lalu lintas atau kemacetan atau anggota mengalami bahaya maka dia bisa pencet panic button itu," ungkap Sambodo.

"Seluruh pemegang aplikasi dapat mengetahui yang bersangkutan dalam bahaya dan unit-unit terdekat di lokasi bisa datang ke anggota," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah China, Indonesia Juga Akan Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Korea

Setelah China, Indonesia Juga Akan Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Korea

Health | Selasa, 22 September 2020 | 17:36 WIB

Sri Mulyani Ingin BMN Dipakai sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Sri Mulyani Ingin BMN Dipakai sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 17:35 WIB

Pasien Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di Kepri Capai 3 Persen

Pasien Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di Kepri Capai 3 Persen

Batam | Selasa, 22 September 2020 | 17:35 WIB

Tiga Hari Berturut-turut 4 ribu Kasus, Pemerintah: Angka Puncak Covid-19

Tiga Hari Berturut-turut 4 ribu Kasus, Pemerintah: Angka Puncak Covid-19

News | Selasa, 22 September 2020 | 17:34 WIB

Ahli Amerika Temukan Demam Berdarah Beri Kekebalan untuk Lawan Covid-19

Ahli Amerika Temukan Demam Berdarah Beri Kekebalan untuk Lawan Covid-19

Health | Selasa, 22 September 2020 | 17:25 WIB

Terkini

Pemerintah Akui Program MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Tak Stabil

Pemerintah Akui Program MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Tak Stabil

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:46 WIB

Bobby Adhityo Rizaldi, Mantan Ketua Golkar Sumsel yang Didalami KPK di Kasus Muara Enim

Bobby Adhityo Rizaldi, Mantan Ketua Golkar Sumsel yang Didalami KPK di Kasus Muara Enim

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:43 WIB

Duka Mendalam di Pantura, Lucky Hakim Janji Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Kecelakaan

Duka Mendalam di Pantura, Lucky Hakim Janji Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Kecelakaan

Entertainment | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:42 WIB

Polisi Geledah Kantor dan Rumah Kadishub Siak Pasca OTT

Polisi Geledah Kantor dan Rumah Kadishub Siak Pasca OTT

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:42 WIB

Lagi Viral, Rescene Sukses Raih Trofi Pertama Music Show Usai 2 Tahun Debut

Lagi Viral, Rescene Sukses Raih Trofi Pertama Music Show Usai 2 Tahun Debut

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:35 WIB

Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah

Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:34 WIB

Lee Jin Wook Berpotensi Susul Yoona di Remake Drama Jepang 'Unnatural'

Lee Jin Wook Berpotensi Susul Yoona di Remake Drama Jepang 'Unnatural'

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:33 WIB

4 Rekomendasi Showcase Minuman Termurah yang Kapasitasnya Besar dan Hemat Listrik

4 Rekomendasi Showcase Minuman Termurah yang Kapasitasnya Besar dan Hemat Listrik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:32 WIB

Mitos Orang Tua Selalu Benar: Permintaan Maaf yang Hilang dalam Pengasuhan

Mitos Orang Tua Selalu Benar: Permintaan Maaf yang Hilang dalam Pengasuhan

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:30 WIB

Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Saham Rp54,47 Miliar, RANS dan ANTM Diborong

Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Saham Rp54,47 Miliar, RANS dan ANTM Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:28 WIB

×