2 Negara Menunda Pemilu di Masa Pandemi Covid-19, 3 Lainnya Tetap Lanjut

Rifan Aditya

Rabu, 23 September 2020 | 17:13 WIB
2 Negara Menunda Pemilu di Masa Pandemi Covid-19, 3 Lainnya Tetap Lanjut
Ilustrasi pemilu (123rf)

Suara.com - Ledakan virus corona yang terjadi sejak akhir tahun 2019 telah mengubah tatanan banyak bidang secara global. Bahkan beberapa negara menunda pemilu di masa pandemi Covid-19.

Pasalnya virus ini telah mewabah sampai ke seluruh dunia sehingga WHO pun menyatakan virus corona sebagai pandemi global. Kasus kematian terus melonjak dan dampak virus di berbagai bidang amat terasa, termasuk di dunia politik.

Salah satu agenda politik yang terdampak ialah rencana pemilu 2020 di beberapa negara. Ada negara menunda dan melanjutkan pemilu di masa pandemi corona ini. Berikut ini daftar negara menunda pemilu dan negara yang melanjutkan pemilu di masa pandemi Covid-19.

Negara Menunda Pemilu 2020 di Masa Pandemi Covid-19

1. Selandia Baru

Selandia Baru menjadi salah satu negara yang menunda pemilu. Semula Selandia Baru akan melaksanakan pemilu pada 19 September 2020. Meskipun pembatasan gerakan telah disebut sejak Senin, 21/9/2020. Perdana Menteri Selandia Baru Ardern tetap akan menunda pemilu. Menurutnya negaranya tetap memerlukan persiapan yang lebih baik. Hal itu bisa dicapai di kemudian hari ketika masa pandemi benar-benar sudah terkendali sepenuhnya.

2. Hong Kong

Pemerintah Hong Kong menunda pemilu di masa pandemi karena khawatir akan menciptakan cluster baru bila tetap dipaksakan. Pemilu yang sebelumnya dijadwalkan September 2020 telah resmi ditunda mengingat jumlah pemilih terdaftar di Hong Kong sebanyak 4,4 juta. Hal ini dianggap berpotensi menciptakan pertemuan skala besar dan berpotensi meningkatkan risiko penyebaran virus corona.

Negara yang Melanjutkan Pemilu di Masa Pandemi Covid-19

baca juga

1. Bolivia

Virus corona sempat membuat negara Bolivia ini menunda pemilu dua kali. Akan tetapi rencana pemilu telah dirancang kembali dan dijadwalkan pelaksanaannya pada 18 Oktober 2020. Kemudian putaran kedua dilaksanakan pada 29 November 2020. Saat ini kasus infeksi virus corona di Bolivia sudah mengalami penurunan.

2. Korea Selatan

Korea Selatan dilaporkan menjadi negara yang sukses mengontrol penyebaran virus corona. Mengenai pemilu, Korea Selatan tidak menundanya. Pemilu telah dilaksanakan sejak pertengahan April 2020.

Pemilu di Korea Selatan dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Pemilih wajib memakai masker, sarung tangan, menggunakan disinfektan dan menjaga jarak di lokasi pemungutan suara.

Penyelenggara pemilu juga menyediakan bilik khusus untuk pemilih yang diketahui memiliki suhu tubuh 37,5 derajat celcius. Pemilu di Korea Selatan didukung oleh para pemilih sehingga pelaksanaan demokrasi di sana berjalan lancar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Tito Minta Camat di Daerah Zona Hijau Covid-19 Jangan Terlena

Mendagri Tito Minta Camat di Daerah Zona Hijau Covid-19 Jangan Terlena

News | Rabu, 23 September 2020 | 17:00 WIB

Lantunan Azan di Pemakaman Jenazah Covid-19 Bikin Tangis Keluarga Pecah

Lantunan Azan di Pemakaman Jenazah Covid-19 Bikin Tangis Keluarga Pecah

News | Rabu, 23 September 2020 | 16:54 WIB

Usia 102 Tahun, Wanita Ini Selamat dari Covid-19, Kanker, dan Flu Spanyol

Usia 102 Tahun, Wanita Ini Selamat dari Covid-19, Kanker, dan Flu Spanyol

Health | Rabu, 23 September 2020 | 16:56 WIB

Terkini

3 Contoh Teks Sambutan pada Malam Tirakatan 17 Agustus untuk Ketua Panitia

3 Contoh Teks Sambutan pada Malam Tirakatan 17 Agustus untuk Ketua Panitia

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Drama Begal Boneka Labubu Berakhir Malu: Remaja Jati Agung Dibui Buat Laporan Palsu

Drama Begal Boneka Labubu Berakhir Malu: Remaja Jati Agung Dibui Buat Laporan Palsu

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:38 WIB

Detik-detik Warga Tercebur ke Laut Saat Gempa NTT Guncang Pelabuhan  Laurentius Say

Detik-detik Warga Tercebur ke Laut Saat Gempa NTT Guncang Pelabuhan Laurentius Say

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Verifikasi BNPB: Korban Meninggal Gempa Bumi NTT 1 Orang

Verifikasi BNPB: Korban Meninggal Gempa Bumi NTT 1 Orang

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik

Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Bursa Mineral Indonesia Mulai 2027, RI Ingin Tentukan Harga Komoditas Strategis Sendiri

Bursa Mineral Indonesia Mulai 2027, RI Ingin Tentukan Harga Komoditas Strategis Sendiri

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:34 WIB

HUT RI Berdarah di Mojoagung: Gegara Geber Motor, Remaja Jadi Bulan-bulanan Massa

HUT RI Berdarah di Mojoagung: Gegara Geber Motor, Remaja Jadi Bulan-bulanan Massa

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Analis: Ancaman Donald Trump Beri Sanksi Ekonomi ke Iran Cuma Bikin Tambah Buruk Keadaan

Analis: Ancaman Donald Trump Beri Sanksi Ekonomi ke Iran Cuma Bikin Tambah Buruk Keadaan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Gempa M7,0 di Laut Flores Ganggu Listrik NTT, PLN Mulai Pulihkan Jaringan

Gempa M7,0 di Laut Flores Ganggu Listrik NTT, PLN Mulai Pulihkan Jaringan

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Donald Trump Akan Deklarasi Selat Hormuz Jadi Wilayah Amerika Serikat

Donald Trump Akan Deklarasi Selat Hormuz Jadi Wilayah Amerika Serikat

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:13 WIB

×