alexametrics

Antisipasi Tsunami, Ketua MPR Minta Pemda di Selatan Jawa Giatkan Mitigasi

Erick Tanjung
Antisipasi Tsunami, Ketua MPR Minta Pemda di Selatan Jawa Giatkan Mitigasi
Riset tsunami 20 meter dari jurnal Ilmiah Nature (nature.com)

Penting dilakukan sebagai langkah awal mitigasi bencana, intensitas komunikasi dengan warga yang berpotensi terdampak.

Suara.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet meminta semua pemerintah daerah di jalur pantai selatan Pulau Jawa terus meningkatkan kewaspadaan untuk merespons potensi tsunami. Penting dilakukan sebagai langkah awal mitigasi bencana alam, intensitas komunikasi dengan warga yang berpotensi terdampak.

"Semua pemerintah daerah memang harus antisipatif karena kita sudah memasuki musim hujan, curah hujan yang tinggi sering menimbulkan masalah. Dan karena ada prediksi potensi tsunami di pantai selatan Jawa, saya mendorong semua pemerintah daerah bersama warga setempat di wilayah itu untuk terus meningkatkan kewaspadaan," kata Bamsoet dalam siaran pers di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Bamsoet mengapresiasi inisiatif simulasi penanggulangan bencana tsunami yang telah dilakukan Pemda dan BPBD Jawa Timur pada sembilan kota-kabupaten di wilayah jalur pantai selatan Jawa. Ia mengingatkan informasi tentang potensi tsunami setinggi 20 meter karena gerak simultan dua segmen lempeng bumi di zona megathrust Selatan Jawa telah mendapatkan publikasi yang luas.

Walaupun dari aspek waktu peristiwa tsunami itu belum bisa diketahui, Pemda dan masyarakat setempat harus terus meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Ciptaker, Lembaga Pendidikan Agama Aman

"Bahkan, sedikitnya 156 desa di wilayah Banyuwangi, Pacitan dan Trenggalek perlu mendapat perhatian khusus karena besarnya potensi ancaman tsunami tersebut," ujarnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, kendati simulasi bencana tsunami telah dilakukan Pemda dan BPBD Jatim, upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat harus berkelanjutan. Agar warga tidak lengah, semua Pemda di jalur pantai Selatan Jawa secara regular wajib menjalin komunikasi dengan warga.

"Kerahkan aparatur Pemda untuk terus berdialog dengan warga. Dialog yang bertujuan membangunkan kewaspadaan itu menjadi langkah awal mitigasi bencana. Dari kewaspadaan dan pemahaman atas potensi ancaman, warga diharapkan sudah siap dan tidak panik ketika peristiwa tsunami benar-benar terjadi," tandasnya. (Antara)

Komentar