KSP Sangkal Tudingan Profesor Australia Soal Jokowi Represif ke Umat Islam

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 21:40 WIB
KSP Sangkal Tudingan Profesor Australia Soal Jokowi Represif ke Umat Islam
Istana Negara (Wikimedia Commons)

Suara.com - Kantor Staf Presiden (KSP) menyangkal pernyataan Profesor Australian National University (ANU) Greg Fealy yang menuding Pemerintah Jokowi melakukan kampanye penindasan sistematis terhadap kaum Islamis dalam empat tahun terakhir.

Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian menegaskan tak ada kebijakan Presiden Jokowi yang bertindak represif terhadap umat Islam.

"Tidak satupun kebijakan Pak Jokowi yang represif terhadap umat Islam, kita Negara Pancasila menghormati seluruh agama termasuk Islam," ujar Donny saat dihubungi Suara.com, Jumat (2/10/2020).

Namun Donny menegaskan, jika ada kelompok yang terindikasi mengganti dasar negara atau bentuk negara, pemerintah tak tinggal diam.

"Pak Jokowi sangat menghormati, menghargai mengapresiasi kelompok kelompok Islam, tentu saja batasnya jika memang diindikasi ingin mengganti dasar negara, bentuk negara, tentu saja itu suatu yang tidak dibenarkan," ucap dia.

Lebih lanjut, dia menambahkan pada dasarnya, Jokowi tak pernah melakukan tindakan represif atau kebijakan represif apapun terhadap kelompok Islam sejak 2014.

Dia juga memastikan, Pemerintahan Jokowi hingga kini sangat menghargai dan memberi ruang sesuai batas-batas konstitusi.

"Tetapi pada dasarnya presiden tidak melakukan apapun yang sifatnya represif, tidak ada satu kebijakan pun sejak 2014 yang represif untuk umat Islam, semuanya diberi tempat dihargai diberi ruang dalam batas batas konstitusional," katanya.

Sebelumnya, Profesor Australian National University (ANU) Greg Fealy menganggap Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi tak ramah keberagaman.

baca juga

Melalui tulisan yang terbit di East Asia Forum pada Minggu (27/9/2020), Fealy menuding Jokowi telah melakukan kampanye penindasan sistematis terhadap kaum Islamis dalam empat tahun terakhir.

Hal tersebut merujuk pada berbagai kelompok, dari mereka yang membentuk partai dan mengikuti pemilu dalam sistem demokrasi hingga jihadis militan yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan mereka.

Tudingan tindakan represif Jokowi terhadap pluralisme Indonesia dilontarkan Fealy, setelah melihat penerbitan berbagai aturan diskriminatif di lembaga milik negara.

"Represi negara dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Pegawai negeri, akademisi dan guru yang dianggap oleh badan keamanan negara aktif dalam kelompok-kelompok yang dicurigai sebagai kelompok Islam dapat dimasukkan dalam 'daftar pantauan'," tulis Greg Fealy.

"Proses serupa terjadi di badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. Beberapa Islamis telah disingkirkan dari posisi strategis atau ditolak promosi."

Sebagai contoh, Kementerian Agama (Kemenag) telah membuat kebijakan yang dianggap kontroversial. Salah satunya larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) memakai cadar dan celana cingkrang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profesor Greg Fealy: Pemerintahan Jokowi Represif Terhadap Kaum Islamis

Profesor Greg Fealy: Pemerintahan Jokowi Represif Terhadap Kaum Islamis

News | Senin, 28 September 2020 | 15:32 WIB

Mahfud MD Patahkan Anggapan Umat Islam Tidak Maju

Mahfud MD Patahkan Anggapan Umat Islam Tidak Maju

News | Senin, 28 September 2020 | 06:56 WIB

Tengku Bilang Ucapan Ahok Hina Umat: Denny, Ruhut, Veronica Dkk Disentil

Tengku Bilang Ucapan Ahok Hina Umat: Denny, Ruhut, Veronica Dkk Disentil

News | Sabtu, 19 September 2020 | 10:06 WIB

Terkini

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Viral Keributan Pelajar di Menteng, Polisi Ungkap Kronologi Sebenarnya

Viral Keributan Pelajar di Menteng, Polisi Ungkap Kronologi Sebenarnya

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha

Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha

Jakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×