Produknya Diboikot, Pemimpin-pemimpin Eropa Beri Dukungan Presiden Prancis

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:06 WIB
Produknya Diboikot, Pemimpin-pemimpin Eropa Beri Dukungan Presiden Prancis
Emmanuel Macron. [shutterstock]

Suara.com - Para pemimpin Eropa memberi dukungan kepada Presiden Prancis setelah produknya di boikot sejumlah negara Timur Tengah.

Menyadur France24, para pemimpin Eropa bersatu di belakang presiden Prancis dan mengecam seruan Presiden Erdogan terhadap Macron.

"Itu adalah komentar fitnah yang sama sekali tidak dapat diterima, terutama dengan latar belakang pembunuhan mengerikan terhadap guru bahasa Prancis Samuel Paty oleh seorang fanatik Islam," kata Steffen Seibert, juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel.

Perdana Menteri Italia, Belanda, dan Yunani juga menyatakan dukungannya untuk Prancis, seperti yang dilakukan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

"Kata-kata Presiden Erdogan yang ditujukan kepada Presiden Emmanuel Macron tidak dapat diterima," tulis Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di akun Twitternya.

Mark Rutte juga menambahkan bahwa Belanda berdiri untuk kebebasan berbicara dan melawan ekstrimisme dan radikalisme.

"Penghinaan pribadi tidak membantu agenda positif yang ingin dilakukan Uni Eropa dengan Turki tetapi mendorong solusi lebih jauh." tulis Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte.

Presiden Erdogan bukan satu-satunya kepala negara yang menegur Prancis dan presidennya karena diduga menyinggung umat Islam.

Dalam serangkaian tweet yang diposting pada hari Minggu, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menuduh Macron menyerang Islam tanpa memahami terlebih dahulu.

baca juga

"Presiden Macron telah menyerang dan melukai sentimen jutaan Muslim di Eropa & di seluruh dunia." cuit Imran Khan di sosial medianya.

Awal bulan ini, sebelum kasus pemenggalan guru sejarah di pinggiran kota Paris, Macron meluncurkan sebuah rencana untuk berperang melawan separatisme Islam di Prancis.

Macron menekankan bahwa yang dia maksud adalah "Islamisme radikal" dan bukan Muslim pada umumnya, meskipun dia juga berpendapat bahwa Islam berada dalam krisis.

Berdampak kecil

Aksi seruan boikot terhadap produk Prancis di sejumlah negara Timur Tengah hanya berdampak kecil terhadap ekonomi Prancis.

Menurut ekonom Prancis Stéphanie Villers, boikot tersebut kemungkinan hanya berdampak kecil pada ekspor Prancis.

"Jika ada niat nyata untuk merugikan ekonomi Prancis, maka semua produk Prancis akan diboikot," kata Villers kepada radio RTL, mengutip sektor penerbangan mewah belum terpengaruh.

Ekspor senjata merupakan bagian terbesar dari perdagangan Prancis dengan negara-negara seperti Qatar dan Kuwait, kata Frédéric Encel, seorang profesor geopolitik di Paris Business School.

"Kontrak semacam itu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dinegosiasikan", katanya kepada harian Prancis Le Parisien.

"Tidak ada masjid atau LSM yang dapat menghentikan penjualan pesawat pengebom Prancis atau jet tempur Rafale." sambungnya.

Menggambarkan boikot sebagai fenomena mikro, Encel mengatakan negara-negara Timur Tengah juga enggan memprovokasi tindakan pembalasan oleh mitra Prancis di Eropa.

"Untuk alasan ekonomi, pemerintah akan memastikan aksi protes tetap marjinal. Bagi kebanyakan negara Muslim, Uni Eropa adalah mitra dagang yang lebih penting daripada China, Amerika Serikat atau India. Mereka tidak dapat mengambil risiko terkena sanksi dari mitra dagang utama mereka." kata Encel kepada Le Parisien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marah Islam Dihina, Arie Untung Rendahkan Tas Mahal Buatan Prancis

Marah Islam Dihina, Arie Untung Rendahkan Tas Mahal Buatan Prancis

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:16 WIB

Prancis Serukan Warganya di Indonesia dan Sejumlah Negara Berhati-hati

Prancis Serukan Warganya di Indonesia dan Sejumlah Negara Berhati-hati

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:16 WIB

Etalase Kosong, Begini Penampakan Swalayan Dunia yang Boikot Produk Prancis

Etalase Kosong, Begini Penampakan Swalayan Dunia yang Boikot Produk Prancis

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:09 WIB

Terkini

Eks Pimpinan KPK Soroti RUU Perampasan Aset: Kewenangan Penegak Hukum Sudah Besar

Eks Pimpinan KPK Soroti RUU Perampasan Aset: Kewenangan Penegak Hukum Sudah Besar

News | Senin, 21 September 2026 | 12:56 WIB

Gen Z, Overthinking, dan Keranjang Belanja yang Tak Pernah Kosong: Habit?

Gen Z, Overthinking, dan Keranjang Belanja yang Tak Pernah Kosong: Habit?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:53 WIB

5 Air Purifier untuk Hempas Bau Asap Rokok dalam Ruangan, Mulai Rp160 Ribuan

5 Air Purifier untuk Hempas Bau Asap Rokok dalam Ruangan, Mulai Rp160 Ribuan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:51 WIB

Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga

Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:50 WIB

Sense and Sensibility: Kenapa Perempuan Abad 19 Cuma Fokus pada Pernikahan?

Sense and Sensibility: Kenapa Perempuan Abad 19 Cuma Fokus pada Pernikahan?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:48 WIB

Silmy Karim Gugat KPK di Praperadilan, Minta Status Tersangka Dibatalkan dan Aset Dikembalikan

Silmy Karim Gugat KPK di Praperadilan, Minta Status Tersangka Dibatalkan dan Aset Dikembalikan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:44 WIB

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:39 WIB

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Bola | Senin, 21 September 2026 | 12:36 WIB

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:35 WIB

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:34 WIB

×