Benda-benda Buatan Manusia Kalahkan Bobot Semua Makhluk Hidup di Bumi

Siswanto, BBC

Senin, 14 Desember 2020 | 17:00 WIB
Benda-benda Buatan Manusia Kalahkan Bobot Semua Makhluk Hidup di Bumi
BBC

Suara.com - Para ilmuwan mengatakan berat benda-benda buatan manusia kemungkinan besar akan melebihi berat semua makhluk hidup yang ada di Bumi pada akhir tahun ini.

Dengan kata lain, berat gabungan semua plastik, batu bata, beton, dan benda lain yang telah kita buat di Bumi akan melebihi semua berat hewan dan tumbuhan untuk pertama kalinya.

Perkiraan berat benda-benda buatan manusia adalah sekitar satu tera ton.

Untuk setiap orang, benda-benda yang beratnya lebih dari masa tubuh mereka diproduksi setiap minggu.

Angka yang mencengangkan ini dihitung oleh tim di Weizmann Institute of Sciences di Rehovot, Israel, untuk menunjukkan bagaimana spesies kita mengubah planet ini.

"Signifikansinya bersifat simbolis, dalam arti bahwa hal itu memberi tahu kita informasi tentang peran utama manusia dalam membentuk bumi dan keadaan di sekitar kita saat ini," kata Dr Ron Milo, yang memimpin penelitian tersebut, kepada BBC News.

"Ini adalah alasan bagi kita semua untuk merenungkan peran kita, seberapa banyak konsumsi yang kita lakukan dan bagaimana kita bisa mencoba untuk mendapatkan keseimbangan yang lebih baik antara dunia tempat kita hidup dan kemanusiaan."

Para ilmuwan menghitung massa gabungan semua benda buatan manusia dari tahun 1900 hingga saat ini dan membandingkannya dengan berat semua makhluk hidup di planet ini (dikenal sebagai biomassa).

Dari botol plastik hingga batu bata dan beton yang kita gunakan untuk gedung dan jalan, berat semua barang yang kita hasilkan telah berlipat ganda setiap 20 tahun belakangan ini.

Pada saat yang sama, bobot makhluk hidup telah menurun, terutama karena hilangnya tumbuhan di hutan dan alam.

Menurut perkiraan mereka, 2020 adalah tahun saat massa jalan, bangunan dan mesin, kemungkinan besar akan melampaui semua makhluk hidup di dunia.

Penentuan waktu memang tergantung pada sejumlah hal.

Namun, diperkirakan jika kita terus hidup seperti ini, pada tahun 2040, berat semua barang buatan manusia akan naik hampir tiga kali lipat dari 1,1 teraton (1.100.000.000.000 ton) menjadi sekitar tiga teraton.

Ini berarti manusia sekarang memproduksi barang dengan kecepatan lebih dari 30 gigaton (30.000.000.000 ton) per tahun.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature adalah bukti lebih lanjut bahwa kita telah memasuki zaman geologi baru, yang dikenal sebagai Anthropocene, dengan sisa-sisa peninggalan manusia saat ini akan terlihat dalam sedimen dan batuan jutaan tahun ke depan.

Mulai zaman ini secara resmi bisa jadi tahun 1950-an, yang menandai awal dari "Percepatan Besar", ketika populasi manusia dan pola konsumsinya tiba-tiba meningkat pesat.

Ini bertepatan dengan penggunaan material, seperti aluminium, beton, dan plastik, dalam jumlah besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

×