Sertifikasi Halal Vaksin Sinovac, MUI: Dokumennya Belum Lengkap

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Selasa, 15 Desember 2020 | 15:34 WIB
Sertifikasi Halal Vaksin Sinovac, MUI: Dokumennya Belum Lengkap
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Asrorun Niam Sholeh. (Channel Youtube BNPB)

Suara.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kelengkapan dokumen dari produsen vaksin Sinovac sebagai syarat untuk mengeluarkan sertifikasi halal.

"MUI konsen memberikan prioritas pembahasan terkait dengan aspek kehalalan. Tetapi kalau terkait dengan kapannya, ini tergantung pemenuhan dokumen yang dari Sinovac juga menunggu dari pihak pemasoknya," kata Asrorun dalam diskusi empat pilar MPR bertema Menanti Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19, Selasa (15/12/2020).

Selain itu, kata Asrorun, MUI juga menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM yang kekinan tengah melalukan uji klinis fase III terhadap vaksin Sinovac. Pada Senin (14/12) kemarin, auditor bersama Komisi Fatwa MUI telah melakukan kajian atas hasil auditing vaksin Sinovac.

"Dari hasil telaah ada dokumen khususnya terkait dengan tahapan penumbuhan vero cell dan penumbuhan virus. Kemudian masih membutuhkan beberapa dokumen yang diharapkan ada pemenuhan dari Sinovac. Dan Sinovac berkomitmen untuk memenuhi itu," tutur Asrorun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brasil Batal Umumkan Hasil Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac, Kenapa?

Brasil Batal Umumkan Hasil Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac, Kenapa?

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 15:05 WIB

Pertama Kali Dapat Suntikan Vaksin Pfizer, Dokter Ini Merasa Beruntung!

Pertama Kali Dapat Suntikan Vaksin Pfizer, Dokter Ini Merasa Beruntung!

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 15:05 WIB

Fadli Zon Lebih Pilih Vaksin Pfizer daripada Sinovac yang Dibeli RI

Fadli Zon Lebih Pilih Vaksin Pfizer daripada Sinovac yang Dibeli RI

News | Selasa, 15 Desember 2020 | 14:47 WIB

Terkini

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:09 WIB

×