3 Masalah Besar Hambat Penanganan Covid, Mardani: Pemerintah Mestinya Malu

Rendy Adrikni Sadikin, Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 22 Desember 2020 | 11:38 WIB
3 Masalah Besar Hambat Penanganan Covid, Mardani: Pemerintah Mestinya Malu
Mardani Ali Sera tanggapi Omnibus Law. (Twitter/@MardaniAliSera)

Suara.com - Anggota DPR RI fraksi PKS Mardani Ali Sera mengungkap ada tiga persoalan besar yang dialami pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19. Persoalan tersebut membuat penanganan Covid-19 menjadi terganggu.

Hal itu diungkapkan oleh Mardani melalui akun Twitter miliknya @mardanialisera.

Menurut Mardani, sinergi antar stakeholders masih sangat minim hingga membuat publik kebingungan di tengah pandemi Covid-19.

"Data yang kurang akurat, lambannya birokrasi yang tumpang tindih sampai prosedur yang tidak efisien saat menangani pandemi Covid-19 masih jadi persoalan besar," kata Mardani seperti dikutip Suara.com, Selasa (22/12/2020).

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini sudah menembus nyaris 700 ribu kasus. Meski demikian, belum ada tanda-tanda kasus Covid-19 akan mengalami penurunan.

Pemerintah juga justru masih meributkan skala prioritas antara sektor kesehatan atau ekonomi yang harus digenjot terlebih dahulu.

Mardani ungkap persoalan pemerintah hadapi Covid-19 (Twitter/mardanialisera)
Mardani ungkap persoalan pemerintah hadapi Covid-19 (Twitter/mardanialisera)

Mardani meminta agar pemerintah tak menyepelekan persoalan perut rakyat. Ia mengusulkan agar program Operasi Makan Gratis seperti yang dilakukan ACT bisa terus digalakkan.

Ia juga mengusulkan agar riset dan inovasi anak negeri dapat diprioritaskan untuk menghadirkan benih kemandirian di sektor farmasi.

"Kekuatan riset dan inovasi anak negeri patut diprioritaskan," ungkapnya.

baca juga

Mardani juga mengusulkan untuk melakukan investasi dalam mengembangkan industri alat kesehatan dan bahan baku obat dalam negeri.

Sebab, selama ini pemerintah justru banyak mengimpor alat kesehatan hingga bahan baku obat dari luar negeri mencapai 90 persen.

"Pemerintah seharusnya malu melihat fenomena ini karena telah terjadi selama bertahun-tahun," ucapnya.

Mardani meminta agar pemerintah melenyapkan ego di masing-masing sektoral. Pandemi Covid-19 membutuhkan kerjasama solid dari seluruh sektor yang ada.

"Kejadian luar biasa seperti pandemi butuh kerjasama dan orkestrasi kinerja yang luar biasa dari pemerintah pusat hingga ke daerah," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Rapid Test Diterapkan, Tamu Hotel di Semarang Kabur

Aturan Rapid Test Diterapkan, Tamu Hotel di Semarang Kabur

Jawa Tengah | Selasa, 22 Desember 2020 | 06:50 WIB

PKS: Pemerintah Tak Perlu Buru-buru Gelar Teknologi 5G

PKS: Pemerintah Tak Perlu Buru-buru Gelar Teknologi 5G

Tekno | Senin, 21 Desember 2020 | 22:29 WIB

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Kaltim di Hari Ibu Tambah 211 Pasien Baru

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Kaltim di Hari Ibu Tambah 211 Pasien Baru

Kaltim | Senin, 21 Desember 2020 | 22:02 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB