Politik AHY Belum Matang, Isu Kudeta Jadi Bumerang, Faksi Demokrat Melawan

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 03 Februari 2021 | 20:39 WIB
Politik AHY Belum Matang, Isu Kudeta Jadi Bumerang, Faksi Demokrat Melawan
Konferensi Pers Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (YT/Agus Yudhoyono)

Suara.com - Strategi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam mengungkap adanya kudeta Partai Demokrat dinilai tidak matang. Alih-alih mendapat perhatian atas isu yang diangkat, AHY justru mendapat serangan balik.

Serangan balik itu datang atas pernyataannya sendiri. Pernyataan AHY dalam konferensi pers menyoal pengambil alihan Partai Demokrat oleh gerakan tertentu justru menjadi bumerang. Hal lebih buruk, AHY dipandang tidak siap untuk menghadapinya.

Kematangan AHY dalam berpolitik dinilai masih terlalu dini. Bahkan hanya untuk sekadar menahan dan membalas serangan balik yang dilancarkan para senior Partai Demokrat. AHY justru diserang dari sisi kepemimnannya yang dianggap gagal dan merugikan DPC dan DPD.

Dalam konferensi pers Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa kemarin, para eks kader membeberkan borok kepemimpinan AHY. Mulai dari DPC yang diminta uang iuran hingga sentralisasi penentuan kepala daerah dari sebelumnya ditentukan DPC dan DPD, kini ditentukan DPP.

"Tapi menjadi problem ini menjadi besar dan terlihat ya bahwa kemampuan berpolitiknya AHY, kemampuan berstrategi politiknya AHY itu tampak belum cukup matang. Kalah matang bahkan dibandingkan politikus-politikus yang lebih senior," kata Analis politik dari Exposit Strategic, Arif Susanto, kepada Suara.com, Rabu (3/2/2021)

Kurangnya kematangan politik yang dimiliki AHY terlihat dari hal lain, yakni tentang keberadaan empat faksi Partai Demokrat yang justru berpaling dari AHY dengan memilih Moeldoko. Mulai dari faksi Subur Budi Santoso, faksi Hadi Untung, faksi Anas Urbaningrum, dan faksi Marzuki Alie menyatakan ingin mengantar Moeldoko memimpin Partai Demokrat ke depan.

"Persis karena itu, kematangan strateginya masih ya butuh waktu. Dia kan anak baru dalam dunia politik. Dia mungkin tentara yang hebat bisa jadi, tapi dia belum menjadi politikus yang hebat. Dan salah satu buktinya adalah dia sendiri gagal mengelola faksionalisasi di dalam partainya untuk tidak menjadi sebuah konflik yang terbuka," kata Arif.

Arif kemudian menyoroti juga langkah AHY yang menarik Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam isu kudeta Partai Demokrat. AHY mengaku telah berkirim surat ke Jokowi untuk meminta klarifikasi atas adanya informasi keterlibatan menteri dan pejabat di lingkas kekuasaan orang nomor satu itu.

Menurur Arif seharusnya hal itu tidak dilakukan. AHY disarankan menyelesaikan persoalan konflik Partai Demokrat dengan diplomasi secara diam-diam atau silent diplomacy.

baca juga

Hal serupa, kata Arif yang pernah dilakukan antara Jokowi dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu di Stasiun MRT, hingga diplomasi nasi goreng ala Ketua Umum PDIP Megawati saat menjamu Prabowo dikediamannya di Teuku Umar.

Dengan diplomasi seperti demikian, kata Arif AHY dapat berada atau ditempatkan pada posisi yang selevel dengan lawan politiknya. Selain itu, penyelesaian konflik secara diplomasi membuat AHY tidak terkesan mempermalikam lawan politik.

"Nah tapi kalau sekarang AHY meminta klarifikasi kepada Jokowi itu artinya AHY sedang menemaptkan dirinya lebih rendah dibanding Jokowi. Itu menunjukan belum matangnya AHY sebenarnya," kata Arif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituduh Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Emang Bisa Gua Todong Senjata DPC

Dituduh Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Emang Bisa Gua Todong Senjata DPC

Lampung | Rabu, 03 Februari 2021 | 20:31 WIB

Moeldoko: Mau Kudeta? Lah Kudeta Apa

Moeldoko: Mau Kudeta? Lah Kudeta Apa

News | Rabu, 03 Februari 2021 | 19:43 WIB

Disebut Mau Nyapres, Moeldoko: Pernahkah Saya Bicara Tentang Pilpres 2024?

Disebut Mau Nyapres, Moeldoko: Pernahkah Saya Bicara Tentang Pilpres 2024?

News | Rabu, 03 Februari 2021 | 19:36 WIB

Moeldoko Buka Suara Soal Pertemuannya dengan Kader Partai Demokrat

Moeldoko Buka Suara Soal Pertemuannya dengan Kader Partai Demokrat

Video | Rabu, 03 Februari 2021 | 19:25 WIB

Moeldoko Bantah Tudingan Ingin Kudeta Partai Demokrat

Moeldoko Bantah Tudingan Ingin Kudeta Partai Demokrat

Foto | Rabu, 03 Februari 2021 | 19:39 WIB

Terkini

PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik

PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik

Jakarta | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:39 WIB

Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara

Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:39 WIB

BRI Bersama KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

BRI Bersama KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:36 WIB

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo, Lanjutkan Persidangan Kasus Ijazah Jokowi!

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo, Lanjutkan Persidangan Kasus Ijazah Jokowi!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Treatment Wajah Makin Hemat, BRI Kasih Cashback Perawatan di SOZO Clinic!

Treatment Wajah Makin Hemat, BRI Kasih Cashback Perawatan di SOZO Clinic!

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:35 WIB

BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi

BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi

Kaltim | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:34 WIB

LBH Yogyakarta di BET 2026: Krisis Ekologi Picu Kekerasan Gender

LBH Yogyakarta di BET 2026: Krisis Ekologi Picu Kekerasan Gender

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:32 WIB

BRI-KPK Dorong Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

BRI-KPK Dorong Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Dikasih Numpang Nginap 2 Hari, Pria di Tamansari Malah Gondol Motor Teman Demi HP Baru!

Dikasih Numpang Nginap 2 Hari, Pria di Tamansari Malah Gondol Motor Teman Demi HP Baru!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Kekerasan Seksual Dominasi Kasus di Sekolah, Pelaku Didominasi Orang Dewasa

Kekerasan Seksual Dominasi Kasus di Sekolah, Pelaku Didominasi Orang Dewasa

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:31 WIB

×