Tekan Kematian Akibat Covid-19, Pemkot Masifkan Donor Plasma Konvalesen

Fabiola Febrinastri

Rabu, 10 Februari 2021 | 19:21 WIB
Tekan Kematian Akibat Covid-19, Pemkot Masifkan Donor Plasma Konvalesen
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. (Dok : Pemkot Surabaya)

Suara.com - Berbagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 dan menekan angka kematian akibat virus ini terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Terbaru, pemkot semakin memasifkan donor plasma konvalesen, dan bahkan Februari ini dijadikan sebagai "Bulan Donor Plasma Konvalesen".

Pencanangan Februari sebagai Bulan Donor Plasma Konvalesen itu diumumkan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, saat meninjau proses screening donor plasma konvalesen di PT Sier Surabaya, Jatim, Selasa (2/2/2021).

Ia bersama jajaran Forpimda beberapa kali blusukan untuk memberikan dorongan dan apresiasi kepada beberapa pihak dan instansi yang melakukan screening donor plasma konvalesen itu.

Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dan Kabag Humas. (Dok : Pemkot Surabaya)
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dan Kabag Humas. (Dok : Pemkot Surabaya)

Bahkan demi memberikan contoh kepada masyarakat dan terus memasifkan donor plasma, Pemkot Surabaya juga menggelar screening donor plasma konvalesen di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor Selatan, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Sabtu (6/2/2021).

Acara bertajuk “Gebyar Arek Suroboyo Wani Donor Plasma” itu melakukan screening kepada 200 penyintas Covid-19, yang dikhususkan terlebih dahulu kepada jajaran Pemkot Surabaya.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Whisnu dan dihadiri oleh seluruh Forpimda Surabaya. Gerakan donor plasma konvalesen yang digelar kali ini, dikhususkan bagi ASN dan Non-ASN Pemkot Surabaya. Gerakan ini akan terus berlanjut untuk membantu PMI Surabaya menyediakan stok plasma konvalesen.

“Ini merupakan wujud sifat arek Suroboyo yang memiliki jiwa kepahlawanan, keberanian dan kepedulian kepada sesama. Memang kita awali dari lingkungan Pemkot Surabaya guna memberikan contoh dan tauladan kepada masyarakat Surabaya,” kata Whisnu, usai membuka acara tersebut.

Awalnya acara ini akan dibuka juga untuk umum, karena animo masyarakat untuk mendonorkan plasma konvalesennya sangat tinggi. Namun karena keterbatasan personel PMI Surabaya, akhirnya di tahap awal ini dikhususkan untuk jajaran pemkot dan hanya diambil 200 orang.

“Padahal kita sudah punya data 500 orang penyintas di lingkungan pemkot yang siap mendonorkan plasmanya,” kata dia.

Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dan Kapolrestabes. (Dok : Pemkot Surabaya)
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dan Kapolrestabes. (Dok : Pemkot Surabaya)

Ia memastikan akan terus menggelar acara serupa untuk memasifkan gerakan donor plasma konvalesen. Ia juga mengaku akan keliling, supaya masyarakat umum juga bisa mendonorkan plasmanya.

“Kita ingin gerakan ini menjadi gerakan yang masif di Surabaya, karena plasma konvalesen ini sangat efektif,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki pemkot, sebanyak 68 persen lebih pasien yang positif Covid-19 bisa disembuhkan dengan plasma konvalesen, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memberikannya. Makanya ketika berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mereka juga menyarankan bahwa pemberian plasma konvalesen itu diberikan pada saat kondisi pasien yang ‘sedang’, bukan dalam kondisi pasien berat.

“Dengan cara itu diharapkan bisa semakin menyelamatkan banyak jiwa,” imbuhnya.

Ia mengaku bersyukur sekaligus bangga sebagai arek Suroboyo, karena ternyata donor plasma di Surabaya tertinggi di Indonesia. Bahkan sampai saat ini sudah sekitar 5 ribu kantong plasma konvalesen yang disalurkan, baik di Surabaya maupun di seluruh daerah Indonesia.

“Dengan 5 ribu kantung yang kita salurkan itu, berarti hampir 5 ribu jiwa saudara-saudara kita yang bisa kita bantu untuk sembuh dari Covid-19. Tentu ini membuat kita bangga,” tegasnya.

Whisnu juga menyampaikan terimakasih banyak kepada para penyintas Covid-19 di Surabaya yang telah bersedia untuk mendonorkan plasma konvalesennya, termasuk jajaran pemkot yang telah bersedia mengikuti screening. Ia juga meminta maaf, jika masih ada warga yang masih tertunda untuk melakukan donor plasmanya.

baca juga

“Ini akan terus kami lakukan ke depannya dan yang pasti gerakan ini akan terus kita masifkan,” katanya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johny Eddizon Isir berharap, di Kota Surabaya ini bisa terbangun sistem yang terintegrasi antara PMI, Persi, IDI dan tetap di bawah koordinasi Satgas percepatan dan penanganan Covid-19 Surabaya.

“Sistem ini khususnya untuk mendorong donor plasma konvalesen dan metode pengobatan dengan transfusi plasma konvalesen,” katanya.

Dengan terbentuknya sistem ini dan semakin banyaknya pendonor plasma konvalesen, tentu yang diharapkan adalah angka kesembuhan bisa semakin banyak, durasi warga yang dirawat di rumah sakit semakin pendek, dan tingkat fatalitasnya bisa semakin ditekan.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi yang harus fatal atau meninggal akibat Covid-19,” imbuhnya.

Menurutnya, proses ini merupakan ikhtiar bersama dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia menyampaikan terimakasih kepada beberapa perusahaan dan instansi yang telah menggelar screening, terutama kepada para penyintas yang telah bersedia mendonorkan plasma konvalesennya.

“Arek-arek Suroboyo, Kota Pahlawan, kita siap untuk berjuang, kita siap untuk menang melawan pandemi Covid-19 di Kota Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu staf Kominfo, M. Sholehuddin Al-Ghozali, yang saat itu mengikuti screening donor plasma mengaku terpanggil untuk mendonorkan plasma konvalesennya demi membantu warga yang terkena Covid-19. Bahkan, ia juga mengajak para penyintas lainnya untuk bersama-sama berpartisipasi mendonorkan plasmanya tersebut.

“Ini murni panggilan hati demi kemanusiaan. Mudah-mudahan dengan plasma saya ini bisa membantu saudara-saudara kita yang masih berjuang untuk sembuh dari Covid-19,” pungkasnya. (ADV)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

California Mencatat Sudah 44.495 Jiwa Meninggal Dunia Akibat COVID-19

California Mencatat Sudah 44.495 Jiwa Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Your Say | Rabu, 10 Februari 2021 | 13:09 WIB

Pandemi, Musim Hujan Kali Ini Pawang Hujan Keluhkan Job Terus Sepi

Pandemi, Musim Hujan Kali Ini Pawang Hujan Keluhkan Job Terus Sepi

Jatim | Rabu, 10 Februari 2021 | 12:46 WIB

Tawuran Bocah Surabaya, Kakak-Adik Ini Kerjaannya Cari Musuh di Medsos

Tawuran Bocah Surabaya, Kakak-Adik Ini Kerjaannya Cari Musuh di Medsos

Jatim | Rabu, 10 Februari 2021 | 09:31 WIB

Angka Kematian Pasien Covid 19 Tinggi, PKM Sumut Berakhir 14 Februari

Angka Kematian Pasien Covid 19 Tinggi, PKM Sumut Berakhir 14 Februari

Sumut | Sabtu, 06 Februari 2021 | 16:13 WIB

Jelang Lockdown Akhir Pekan,Kematian Akibat Covid-19 di Balikpapan Tinggi

Jelang Lockdown Akhir Pekan,Kematian Akibat Covid-19 di Balikpapan Tinggi

Kaltim | Sabtu, 06 Februari 2021 | 00:17 WIB

83 orang Meninggal karena Covid-19 selama Januari, Ini Kata Dinkes Bantul

83 orang Meninggal karena Covid-19 selama Januari, Ini Kata Dinkes Bantul

Jogja | Selasa, 02 Februari 2021 | 13:15 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×