Vaksinasi Disetop Polisi karena Kerumunan, Pedagang di Tanah Abang Kecewa

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Selasa, 23 Februari 2021 | 16:11 WIB
Vaksinasi Disetop Polisi karena Kerumunan, Pedagang di Tanah Abang Kecewa
Warga masih rela menunggu vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang yang sempet disetop polisi akibat menimbulkan kerumunan saat pedagang mengantre suntik vaksin. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Sejumlah pedagang masih menunggu antrean agar bisa mengikuti program vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Blok B lantai 8, Selasa (23/2/2021) sore.  Mereka masih berharap dan menunggu kepastian, kendati proses vaksinasi telah dihentikan sejak pagi hari tadi.

Vaksinasi sendiri dihentikan pagi tadi lantaran antrean yang membludak. Namun, para pedagang tetap menunggu di lokasi vaksin menunggu kepastian dari panitia.

Alex selalu pedagang tekstil mengeluhkan perihal ketidaktersediaan informasi dari pihak panitia. Padahal, Alex mengaku sudah menunggu sejak pagi sebelum dibubarkan.

"Iya gak ada kepastiannya gini dari panitia. Seharusnya diumumkan kalau memang hari ini ditiadakan, kapan lagi vaksin ada," kata Alex ditemui Suara.com, Selasa (23/2/2021).

Alex mengatakan sejak hari pertama pelaksanaan vaksin, sistem yang digunakan panitia ia nilai tidak tepat. Alex berujar tidak ada jadwal pasti kepada para pedagang kapan mereka mendapat giliran vaksin.

Karena itu, ia berharap ada perbaikak mekanisme antrean vaksin disertai informasi yang jelas dan resmi dari panitia.

"Seharusnya dibuat sistem, dikasih kupon dibagi jadwal per harinya kapan divaksin. Kalau kaya gini, gak ada. Jadi semua membludak menunggu di sini semua," ujar Alex.

Tangkap layar foto pedagang saat antre vaksinasi di Pasar Tanah Abang. (Twitter)
Tangkap layar foto pedagang saat antre vaksinasi di Pasar Tanah Abang. (Twitter)

Berbeda dengan Alex, seorang wanita pedagang pakaian yang tidak disebutkan namanya juga mengeluhkan program vaksin. Bukan karena sistem antrean, ia justru mempertanyakan dirinya yang tidak mendapat undangan untuk vaksin.

"Kalau saya memang gak diundang. Enggak dapat. Enggak tahu sistemnya seperti apa, ada yang dapat, ada yang enggak," ujarnya saat berada di lift.

baca juga

Sementara itu, pantauan Suara.com di lokasi vaksin memang sudah sepi dari pigak panitia maupun tenaga kesehatan yang bertugas. Hanya ada sejumlah sekuriti yang berjaga.

"Sudah disetop pagi tadi untuk vaksin karena dibubarkan, ramai. Cuma memang masih ada pedagang yang menunggu di sini," kata seorang sekuriti.

Disetop Polisi karena Berkerumun

Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan menyebut jika polisi telah meminta panitia penyelenggara untuk menghentikan proses vaksinasi yang diikuti pedagang. Acara vaksinasi itu disetop karena membludaknya anteran hingga menimbulkan kerumunan massa. 

Kerumunan pedagang saat antre melakukan vaksinasi Covid-19 itu telah terjadi sejak kemarin hingga hari ini.

"Tadi anggota sudah setop dan sampaikan ke panitia bagian itu untuk diatur sesuai protokol kesehatan. kalau belum sesuai protokol kesehatan tetap akan saya hentikan," kata Singgih saat dikonfirmasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB