Hari Pekerjaan Sosial Sedunia 2021: Ubuntu I am because We are

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 14 Maret 2021 | 14:10 WIB
Hari Pekerjaan Sosial Sedunia 2021: Ubuntu I am because We are
Hari Pekerja Sosial Sedunia (World Social Work Day) 2021, International Federation of Social Workers (IFSW) sepakat mengangkat tema U-buntu-I am because We are, (Foto: iassw-aiets.org)

Suara.com -                                     Penulis: Dr Rr Endah Sulistyaningsih AKS.M.Si *

Hari Pekerjaan Sosial Sedunia yang diperingati setiap minggu ketiga di bulan Maret merupakan sebuah momentum selebrasi sekaligus wadah bagi pekerja sosial untuk dapat memberikan laporan “pertanggungjawaban” tahunan profesi pekerja sosial dalam melayani, memperjuangkan dan mengupayakan kondisi kesejahteraan bagi masyarakat di dunia khususnya Indonesia.

Sebagai salah satu pilar yang memiliki tugas untuk mewujudkan kondisi kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia atau bahkan dunia, tentu pekerja sosial menjadi salah satu profesi yang cukup strategis.

Pada momentum Hari Pekerjaan Sosial Sedunia (World Social Work Day) 2021 ini International Federation of Social Workers (IFSW) sepakat mengangkat tema U-buntu-I am because We are, yang dapat diartikan sederhana sebagai "Aku Karena Kita", yang jika dimaknai lebih luas artinya saya ada karena dukungan kita semuanya, sehingga sangat tepat jika temanya adalah Strengthening Solidarity and Global Connectedness atau Memperkuat Solidaritas Sosial dan Keterhubungan Global.

Melalui tema tersebut pesan yang disampaikan oleh pekerja sosial sedunia sebagaimana yang disampaikan oleh President IFSW adalah melalui tema yang berasal dari konsultasi ekstensif dalam IFSW dan sekitarnya, dimana saat politik global telah mundur ke dalam nasionalisme, Ubuntu adalah pesan yang kuat tentang perlunya solidaritas di semua tingkatan: dalam komunitas, masyarakat dan secara global. Ini adalah pesan bahwa semua orang saling terhubung dan bahwa masa depan kita bergantung pada pengakuan keterlibatan semua orang dalam membangun masa depan yang berkelanjutan, adil dan setara secara sosial.

IFSW mengundang semua pekerja sosial, organisasi mitra, dan orang-orang yang peduli dengan masa depan untuk menyuarakan tema ini.

Bersama-sama kita dapat mengubah dunia untuk generasi ini dan generasi mendatang. Mewujudkan sebuah profesi yang memiliki peran dalam pengembangan keilmuan dan teknologi pekerjaan sosial, meningkatkan keberfungsian sosial masyarakat, serta diakui secara nasional maupun internasional, maka pekerja sosial Indonesia mendirikan sebuah organisasi profesi bernama Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), semula bernama Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia pada 19 Agustus 1998 dan telah memperoleh legalitas hukum.

Pada pelaksanaannya pekerja sosial berupaya untuk mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia melalui lima hal yakni pencegahan disfungsi sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial dan pengembangan sosial. Hal ini diperkuat dengan produk peraturan perundang-undangan khusus pelaksanaan praktik pekerja sosial di Indonesia yakni Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2019, tentu hal ini menunjukkan bahwa profesi pekerja sosial Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan dan dapat menjajarkan dirinya dengan pekerja sosial Filipina yang telah lebih dulu mengesahkan Undang-Undang Pekerja Sosial di negara Filipina.

Komitmen dan konsistensi pekerja sosial Indonesia untuk mewujudkan tugasnya menghadapi tantangan yang luar biasa pada tahun 2020. Di saat situasi dunia dihadapkan oleh pandemi Covid-19, dimana untuk mencegah penularan dituntut seluruh masyarakat melakukan upaya menjaga jarak, sehingga membuat masyarakat mengalami pemaksaan perubahan gaya berinteraksi yang cukup signifikan.

Perubahan tersebut sangat berdampak bagi pekerja sosial, dimana pelayanan pekerja sosial walaupun bukan utama, namun mayoritas dilaksanakan dengan adanya interaksi langsung (direct services) bagi pelayanan sosial.

Kondisi tersebut menjadi sebuah tantangan bagi pekerja sosial, karena peran pekerja sosial itu melebihi batas kritis, pekerja sosial membantu kelompok yang rentan baik itu kesehatan, sosial dan ekonominya, lalu mengubah kecemasan dan ketakutan menjadi sebuah perubahan yang besar seperti perubahan kebiasaan, perubahan pola interaksi dan juga perubahan ekonomi atau dapat dikatakan profesi ini mampu untuk mengantarkan pada semua aspek perubahan kehidupan.

Melalui beberapa kesempatan Pekerja Sosial Indonesia melalui IPSPI melakukan beberapa langkah seperti menyelenggarakan hotline layanan dukungan psikososial yang tergabung dalam Gugus Tugas Nasional Covid-19, melakukan berbagai kampanye pencegahan Covid-19, terlibat dalam penyusunan berbagai panduan praktik pekerjaan sosial di masa pandemi Covid-19, menyelenggarakan webinar series dengan melibatkan 4281 peserta dan 33 narasumber, serta beberapa langkah strategis lainnya untuk membantu pemerintah Indonesia dalam menanggulangi dampak Covid-19.

Situasi pandemi Covid-19 seolah memberikan evaluasi yang cukup mendalam atas pentingnya sebuah upaya untuk mendorong adanya inovasi pelayanan berbasis teknologi. Melalui perkembangan teknologi komunikasi dunia yang sebelumnya sudah dianggap maju, namun ternyata belum cukup untuk menghadapi situasi yang menuntut perubahan yang cukup siginifikan.

Pandemi mendorong penggunaan teknologi di luar batas yang bisa diperkirakan oleh manusia sebelumnya. Namun kita juga menyaksikan, bagaimana dengan negara-negara yang wilayahnya masih sangat terbatas terhadap akses teknologi komunikasi, kesenjangan juga menjadi isu utama dalam konteks pandemi saat ini. Hal ini penting untuk dipahami dan disikapi oleh pekerja sosial agar hakikat hubungan manusia tidak hilang, karena masih banyak hal yang tidak tergantikan oleh teknologi, seperti komunikasi langsung, persahabatan, hubungan keluarga bahkan juga hubungan dalam bermasyarakat dan bernegara.

Pekerja sosial juga memiliki peranan untuk berkontribusi dalam mengatasi kesenjangan dalam layanan kesejahteraan sosial dengan mempertimbangkan ketidakmerataan akses teknologi komunikas. Pekerja sosial dituntut untuk menunjukkan inisiatif dan ide-ide baru agar tetap mampu memberikan layanan terbaik bagi yang membutuhkan dengan mengedepankan prinsip keamanan dan keselamatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Terpilih DPD IPSPI Gandeng Kepala Dinsos DIY Menjadi Penasehat

Ketua Terpilih DPD IPSPI Gandeng Kepala Dinsos DIY Menjadi Penasehat

Your Say | Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:30 WIB

Musyawarah Daerah DPD IPSPI DIY 2025: Menguatkan Peran Pekerja Sosial dalam Pelayanan Kemanusiaan

Musyawarah Daerah DPD IPSPI DIY 2025: Menguatkan Peran Pekerja Sosial dalam Pelayanan Kemanusiaan

Your Say | Jum'at, 20 Juni 2025 | 14:18 WIB

Berangkat Wajib Militer Hari Ini, Song Min Ho WINNER Jadi Pekerja Sosial

Berangkat Wajib Militer Hari Ini, Song Min Ho WINNER Jadi Pekerja Sosial

Your Say | Jum'at, 24 Maret 2023 | 10:58 WIB

Suga BTS Akan Menjalani Wajib Militer sebagai Pekerja Sosial, Ini Alasannya!

Suga BTS Akan Menjalani Wajib Militer sebagai Pekerja Sosial, Ini Alasannya!

Your Say | Selasa, 13 Desember 2022 | 12:13 WIB

Terkini

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

News | Senin, 18 Mei 2026 | 07:28 WIB

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:27 WIB

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:05 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB