Sejarah Bandung Lautan Api: Kronologi dan Penyebab

Rifan Aditya

Selasa, 23 Maret 2021 | 21:17 WIB
Sejarah Bandung Lautan Api: Kronologi dan Penyebab
Sejarah Bandung Lautan Api: Kronologi dan Penyebab - Ilustrasi kebakaran rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Tepat hari ini 23 Maret pada 75 tahun lalu, terjadi peristiwa Bandung Lautan Api. Untuk memperingati hari tersebut, simak penjelasan tentang sejarah Bandung Lautan Api berikut ini.

Peristiwa Bandung Lautan Api (BMI) adalah bentuk perlawanan raykat Indonesia kepada para penjajah. Rakyat menolak rencana penajajahan lagi yang akan dilakukan oleh pasukan sekutu.

Semua rentetan peristiwa ini dimulai pada 12 Oktober 1945 ketika pasukan sekutu menginjakkan kaki di Indonesia, tepatnya di kota Bandung.

Faktor yang menguatkan kedatangan tentara sekutu ke bumi pasundan ini karena ada 13 tempat yang menampung para tahanan perang atau APWI (Allied Prisoners of War and Internees) yang dipenjarakan oleh tentara Jepang. Berikut adalah kronologi Bandung Lautan Api selengkapnya.

Kronologi Peristiwa Bandung Lautan Api

Bandung Lautan Api terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Pada saat peristiwa ini terjadi seluruh masyarakat Bandung membakar bangungan dan rumah-rumah mereka sendiri. Hal ini mereka lakukan bukan tanpa alasan, melainkan mereka sudah tahu maksud dan tujuan sekutu mendatangi Bandung.

Peristiwa Bandung Lautan Api ini melibatkan 200.000 warga Bandung, Tentara Republik Indonesia (TRI) dan laskar pejuang.

12 Oktober 1945

Tentara sekutu datang ke Bandung diinisiasi oleh Brigade MacDonald dari Divisi India ke-2. Kedatangan pasukan sekutu dibarengi dengan ultimatum bahwa rakyat Indonesia diharuskan menyerahkan senjata api yang berhasil diambil dari tentara Jepang kepada tentara sekutu.

baca juga

Sebagai timbal baliknya kubu TKR meminta agar tentara sekutu mau membantu menjaga ketentraman dan ketertiban di Indonesia.

25 November 1945

Perang besar terjadi di beberapa daerah seperti Cihargeulis, Sukajadi, Pasirkaliki, viaduct (jembatan di atas jalan) dan balai kereta api.

27 November 1945

Sekutu melayangkan ultimatum kepada rakyat. Berikut adalah isi ultimatum yang dilayangkan tentara sekutu:

  1. Bagi seluruh Rakyat Indonesia yang terpergok membawa senjata maka akan ditembak di tempat.
  2. Semua orang Indonesia yang berada di sekitar rintangan-rintangan jalan akan ditembak mati.
  3. Seluruh rakyat Indonesia dilarang mendekati pos-pos tentara Inggris, Jepang dan markas recovery of allied prisoners of war and internees (RAPWI), jika kedapatan maka akan ditembak mati
  4. Rakyat Indonesia harus pergi dari Kota Bandung sebelah utara jalan kereta api yang melintang timur ke barat

23 Maret 1946

Ultimatum kedua dilayangkan oleh pihak sekutu kepada TRI dan rakyat Indonesia, lagi-lagi tentara sekutu kembali meminta senjata yang dirampas dari tentara Jepang.

Selain itu keamanan di Indonesia kala itu sempat memanas setelah dibebaskanya para tentara Belanda yang sempat ditawan. Alhasil konfrontasi antara rakyat Indonesia dan tentara sekutu pecah begitu saja.

Adapun isi ultimatum kedua itu berisikan:

  1. TRI harus meninggalkan Bandung Selatan sejauh 11 kilometer dari pusat kota
  2. Hanya pemerintah RI yang boleh berada di kota
  3. TRI dilarang melakukan bumi hangus
  4. Penarikan pasukan TRI paling lambat pada 24 Maret pada pukul 24.00

25 Maret 1946

Pada hari itu menjadi puncaknya peristiwa Bandung Lautan Api. Sekitar 200.000 warga Bandung membantu TRI untuk membumihanguskan Bandung, hanya dalam waktu 7 jam bandung berubah menjadi ‘lautan api’.

Penyebab Terjadinya Bandung Lautan Api

  1. Rencana pembangunan markas sekutu di Bandung
  2. Ultimatum yang memaksa rakyat Indonesia untuk mengosongkan Bandung pada 29 November 1945
  3. Tuntutan Brigade MacDonald untuk menyerahkan seluruh senjata yang dirampas oleh Indonesia dari Jepang
  4. Rencana tentara sekutu untuk membagi Bandung menjadi dua, yakni Bandung Utara dan Bandung Selatan

Itulah penyebab terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api. Sejarah Bandung Lautan Api yang puncaknya pada 25 Maret 1946 perlu diketahui oleh generasi sekarang. Sebab, kejadian itu adalah bukti perjuangan pahlawan Tanah Air kita.

Kontributor : Dhea Alif Fatikha

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah 9 Maret jadi Hari Musik Nasional Sekaligus Kelahiran WR Supratman

Sejarah 9 Maret jadi Hari Musik Nasional Sekaligus Kelahiran WR Supratman

News | Selasa, 09 Maret 2021 | 12:36 WIB

Kronologi Pertempuran Surabaya

Kronologi Pertempuran Surabaya

News | Rabu, 09 Desember 2020 | 13:50 WIB

Kronologi Peristiwa Bandung Lautan Api

Kronologi Peristiwa Bandung Lautan Api

News | Senin, 07 Desember 2020 | 12:55 WIB

Terkini

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

×