60 Pekerja Migran Mataram Pulang Saat Pandemi Covid-19

Erick Tanjung

Rabu, 21 April 2021 | 16:38 WIB
60 Pekerja Migran Mataram Pulang Saat Pandemi Covid-19
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Provinsi NTB, Hariadi. (FOTO ANTARA/Nirkomala)

Suara.com - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat total pekerja migran Indonesia atau PMI yang pulang saat pandemi Covid-19 pada tahun ini sebanyak 60 orang.

"Sejak Januari sampai saat April 2021 ini, tercatat 60 orang PMI itu pulang karena habis kontrak dari sejumlah negara, terutama Malaysia," kata Kepala Disnaker Kota Mataram Hariadi di Mataram, Rabu (21/4/2021).

Dikatakannya bahwa 60 orang PMI yang pulang di tengah pandemi Covid-19 tahun ini, sudah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) pemulangan PMI, yakni melalui kegiatan karantina sebagai upaya pencegahan Covid-19 di Wisma Nusantara. "Jadi sebelum para PMI pulang ke rumah masing-masing, mereka dikarantina di Wisma Nusantara selama lima hari sesuai masa inkubasi virus," ujarnya.

Selama masa karantina, tim kesehatan akan memantau kesehatan dan gejala Covid-19, serta swab terhadap para PMI untuk memastikan mereka negatif, meskipun sudah mengantongi surat bebas Covid-19 dari negara asal.

"Kalau selama lima hari, mereka tidak ada gejala Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil negatif dua kali tes usap. Barulah mereka dibolehkan pulang," katanya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari PMI yang pulang, Disnaker menyiapkan tim penjemputan bagi PMI asal Kota Mataram untuk dibawa ke Wisma Nusantara.

"Tim penjemputan PMI ini beranggota tiga orang, satu dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dan dua orang dari petugas kami," tuturnya.

Ia mengatakan, tim penjemput PMI ini bertugas menjemput ke bandara setiap ada jadawal kedatangan penerbangan internasional. Ada atau tidak ada PMI asal Kota Mataram, tim akan tetap datang karena disnaker tidak memiliki data atau informasi berapa PMI yang akan pulang.

Begitu tiba, para PMI akan didata, dan kjika ada yang akan pulang ke Kota Mataram, maka mereka harus ikut dengan tim menuju Wisma Nusantara sebagai tempat karantina sebelum mereka pulang ke kampung halaman masing-masing.

baca juga

"Kalau ada yang tidak mau, kami paska karena ini terkait dengan kesehatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19," ucapnya.

Sementara menyinggung tentang PMI yang berangkat ke luar negeri, kata dia, masih rendah. Dari Januari 2021 sampai saat ini jumlahnya tidak sampai 10 orang.

"Kondisi itu terjadi karena pandemi Covid-19, sehingga beberapa negara masih menutup akses penerimaan PMI. Begitu juga dengan negara-negara Asia Pasifik, masih menggunakan sistem buka tutup," demikian Hariadi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur NTB Tidak Larang Mudik Lebaran 2021: Yang Penting Puasa

Gubernur NTB Tidak Larang Mudik Lebaran 2021: Yang Penting Puasa

Bali | Selasa, 20 April 2021 | 16:53 WIB

Zona Merah Covid-19 Naik Lagi, Satgas Minta Publik Tetap Disiplin Prokes

Zona Merah Covid-19 Naik Lagi, Satgas Minta Publik Tetap Disiplin Prokes

News | Kamis, 08 April 2021 | 18:19 WIB

Akhir Cerita Tiga Mahasiswi Keliling Kota Layani Puluhan Pria Hidung Belang

Akhir Cerita Tiga Mahasiswi Keliling Kota Layani Puluhan Pria Hidung Belang

Bali | Kamis, 08 April 2021 | 07:13 WIB

Terkini

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

×