Khawatir akan Terjadi Krisis, China akan Izinkan Warganya Punya Tiga Anak

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 01 Juni 2021 | 13:58 WIB
Khawatir akan Terjadi Krisis, China akan Izinkan Warganya Punya Tiga Anak
Presiden Cina, Xi Jinping. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah China akan memberikan izin kepada warganya untuk memiliki hingga tiga anak, sekaligus membatalkan aturan pembatasan yang kontroversial.

Menurut media pemerintah China, menyadur The Sun, Selasa (1/6/2021) langkah itu sudah disetujui oleh Presiden Xi Jinping.

Keputusan tersebut dibuat menyusul timbulnya kekhawatiran tentang pertumbuhan populasi yang lambat di negara yang saat ini menduduki penduduk tertinggi di dunia.

"Untuk lebih mengoptimalkan kebijakan kelahiran, (China) akan menerapkan kebijakan satu-pasangan-bisa-memiliki-tiga-anak," kata kantor berita negara Xinhua dalam laporannya.

Xinhua melaporkan jika aturan tersebut akan diimbangi dengan "langkah-langkah pendukung, yang akan meningkatkan struktur populasi negara".

Pengumuman itu mendapat tanggapan dingin di media sosial Tiongkok, banyak warganet yang mengatakan mereka tidak mampu memiliki bahkan satu atau dua anak.

"Saya bersedia memiliki tiga anak jika Anda memberi saya 5 juta yuan (Rp 11 miliar)," tulis seorang warganet di media sosial Weibo.

Awal bulan ini, sensus dalam satu dekade menunjukkan bahwa populasi China tumbuh lambat selama satu dekade terakhir sejak 1950-an, menjadi 1,41 miliar.

Data juga menunjukkan tingkat kesuburan di China hanya 1,3 anak per wanita untuk tahun 2020 saja, setara dengan masyarakat yang menua seperti Jepang dan Italia.

baca juga

Angka kelahiran tahunan China juga merosot dan mencatatkan rekor terendah yakni 12 juta kelahiran pada tahun 2020, kata Biro Statistik Nasional.

Laju pertumbuhan penduduk yang lambat datang bersamaan dengan penurunan tajam jumlah usia kerja, yang juga meningkatkan kekhawatiran akan krisis.

Keseimbangan gender di China juga dipengaruhi oleh kebijakan satu anak selama beberapa dekade dan preferensi sosial tradisional untuk anak laki-laki yang mendorong terjadinya aborsi.

Meskipun kebijakan tersebut telah dilonggarkan dalam beberapa tahun terakhir, ini tidak mendorong ledakan bayi seperti yang diharapkan para pejabat.

Turunnya tingkat pernikahan dalam beberapa tahun terakhir juga ikut berperan dalam tingkat kelahiran yang lebih lambat.

Sepertiga orang China diperkirakan akan menjadi lansia pada tahun 2050, memberikan tekanan besar kepada negara bagian untuk memberikan dana pensiun dan perawatan kesehatan.

Partai Komunis juga mengatakan akan menunda secara bertahap usia pensiun negara itu, tetapi tidak memberikan rincian apa pun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 di Guangzhou Menular Lebih Cepat, Ratusan Penerbangan Batal

Covid-19 di Guangzhou Menular Lebih Cepat, Ratusan Penerbangan Batal

Riau | Selasa, 01 Juni 2021 | 13:45 WIB

China Tuding AS 'Politisasi' Pelacakan Asal Muasal Virus Corona

China Tuding AS 'Politisasi' Pelacakan Asal Muasal Virus Corona

News | Selasa, 01 Juni 2021 | 13:20 WIB

Perang Dagang AS dan China, Joe Biden: Bukan Musuh Tapi Kompetitor

Perang Dagang AS dan China, Joe Biden: Bukan Musuh Tapi Kompetitor

Video | Selasa, 01 Juni 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi

Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:20 WIB

LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum

LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:20 WIB

Transportasi Jerman Lumpuh Akibat Gelombang Panas, Jalan Tol Retak-retak

Transportasi Jerman Lumpuh Akibat Gelombang Panas, Jalan Tol Retak-retak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:27 WIB

Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara

Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas

Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:19 WIB

Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi

Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:11 WIB

Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz

Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:09 WIB

Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri ke KPK

Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri ke KPK

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:03 WIB

Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang

Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:55 WIB

Israel Siap Bom Iran Lagi di Tengah Usaha AS Berdamai

Israel Siap Bom Iran Lagi di Tengah Usaha AS Berdamai

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:42 WIB

×