Nenek Moyang Manusia Modern Denisova, Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 28 Juni 2021 | 11:02 WIB
Nenek Moyang Manusia Modern Denisova, Seperti Apa Kehidupan Mereka?
BBC

Suara.com - Sejak kerangka kelompok hominid ini ditemukan pada 2008, para ilmuwan masih terus mencari berbagai informasi tentang nenek moyang manusia modern itu.

Namun tugas ini sangat sulit karena sangat sedikit fosil apa yang disebut Denisova yang ditemukan sejauh ini.

Tetapi dengan teknik baru analisa DNA, para peneliti dapat mengetahui seperti apa wajah mereka dan seperti apa kehidupan mereka.

Di bawah ini adalah lima hal di seputar spesies yang sudah punah dan dulu tinggal di Siberia dan wilayah Asia Timur.

1. Siapakah Denisova?

Secara singkat, para ilmuwan sekalipun masih belum yakin, siapa mereka ini. Namun menurut satu penelitian, Denisova adalah nenek moyang manusia modern yang sudah punah dan dulu tinggal di Siberia dan Asia Timur.

Sebagian pakar mengatakan Denisova merupakan spesies baru manusia, namun sebagian lain menyebut mereka adalah Neandertal yang hidup di timur.

Sayangnya, sulit untuk mengetahui periode yang pasti mereka hidup karena sangat sedikit fosil Denisova yang ditemukan sejauh ini.

Baca juga:

Dari temuan fosil sejauh ini terlihat bahwa mereka tinggal di gua Denisova (karena itu dinamakan Denisova) di Siberia selatan, sekitar 50.000 sampai 200.000 tahun lalu.

Rahang Denisova juga ditemukan di daratan tinggi Tibet dan temuan itu menunjukkan Denisova tinggal di sana sekitar 160.000 tahun lalu.

Temuan itu menunjukkan manusia Denisova lebih muda dari Neandertal dan bahkan Homo Sapiens, yang pertama muncul sekitar 300.000 tahun lalu.

Bukti DNA menunjukkan baik Neandertal dan Denisova juga tinggal di gua Denisova walaupun mungkin bukan pada waktu yang sama.

2. Bagaimana Denisova ditemukan?

Denisova adalah kelompok manusia pertama yang ditemukan berdasarkan DNA.

Tetapi temuan ini sebenarnya adalah kebetulan.

Pada 2010, seorang pakar genetika Jerman, Professor Johannes Krause tengah meneliti DNA dari apa yang ia perkirakan sebagai jari Neanderthal yang ditemukan di gua Denisova.

Dari sinilah, Krause menemukan spesies baru, Denisova.

Dengan hanya seidikit fragmen tulang, para ilmuwan berhasil membuat rangkaian genoma manusia Denisova.

Inilah temuan pertama melalui rangkaian genome tanpa adanya temuan fosil signifikan lain.

Kemudian pada 2019, sisi kanan rahang yang ditemukan pada 1980an di gua Baishiya, Tibet, juga dianalisa. Walaupun DNA tak dapat disarikan, analisa protein menunjukkan, rahang itu adalah manusia Denisova.

Baca juga:

Banyak yang memperkirakan beberapa fosil hominid dari Asia Timur adalah juga Denisova dan sempat diklasifikasikan sebagai spesies lain.

Tetapi tanpa analisa DNA dan protein, dan masih sedikitnya fosil Denisova, sulit untuk memastikannya.

3. Seperti apa bentuk manusia Denisova?

Dengan temuan ratusan fosil, masih banyak pertanyaan soal Neandertal yang belum terungkap. Jadi sangat sulit untuk membayangkan bagaimana bentuk spesies yang ditemukan pada 2010 dengan hanya sedikit fosil untuk dianlisa.

Walaupun sangat sulit untuk memperkirakan seperti apa bentuk manusia Denisova, ada sejumlah petunjuk.

Dari fosil yang ditemukan, manusia ini diperkirakan memiliki gigi dan rahang besar.

Bentuk Denisova direkonstruksi dengan menggunakan teknik baru yang menggunakan DNA.

Dengan metode ini, para ilmuwan memperkirakan Denisova memiliki panggul lebar, tulang rusuk besar, dahi rendah, dan tulang tengkorak lebih lebar.

4. Apakah pernah ada perkawinan Denisova dan Neanderthal?

Ya pernah. Fragmen tulang yang ditemukan di Gua Denisova pada 2012 menunjukkan hal itu.

Pada awalnya pecahan tulang Denisova diperkirakan tulang hewan karena terkubur di antara ribuan fragmen tulang binatang. Namun setelah dipastikan tulang itu adalah manusia oleh peneliti dari Universitas Oxford, tulang itu dikirim ke Insitut Max Planck untuk analisa laebih lanjut.

Hasil kajian? Pada 2018 diumumkan bahwa tulang berusia 90.000 tahun itu adalah milik Denny (julukan untuk manusia Denisovan), seorang perempuan, anak dari ibu Neandertal dan bapak Denisova.

Dari sekitar selusin fosil Denisova yang ditemukan, hanya satu tulang yang diperkirakan "campuran" antara dua jenis manusia.

Belum jelas apakah ini hanya kebetulan atau apakah ada perkawinan Neandertal dan Denisova.

5. Mengapa Denisova punah?

Tidak jelas mengapa manusia Denisova punah. Ada bukti DNA terbatas yang menunjukkan mereka tinggal di Nugini dan pulau-pulau sekitarnya sampai 15.000 atau 30.000 tahun.

Namun yang diketahui adalah Homo Sapien berkembang biak dengan Denisova dan menghasilkan keturunan manusia modern.

Misalnya saja, varian gen EPAS1 yang diwarisi orang Tibet dan sherpa dari Denisova membuat mereka lebih tahan dari dataran tinggi, dan terlindung dari kondisi hipoksia atau ketahanan tubuh yang kekurangan oksigen.

Para ilmuwan jgua menemukan bahwa penduduk modern di Oceania memiliki sistem kekebalan yang sebagian serupa dengan DNA yang didapat dari manusia Denisova.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Viral Aksi Cabul Maling di Jagakarsa: Mondar-mandir Sambil Masturbasi Lalu Gondol Komponen Mobil

Viral Aksi Cabul Maling di Jagakarsa: Mondar-mandir Sambil Masturbasi Lalu Gondol Komponen Mobil

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:28 WIB

Ferry Irwandi Bongkar Kejanggalan Kasus Korupsi Amsal Sitepu: Paling Konyol dan Memalukan

Ferry Irwandi Bongkar Kejanggalan Kasus Korupsi Amsal Sitepu: Paling Konyol dan Memalukan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:27 WIB

KPK Ungkap Tersangka Kasus Haji Ketum Kesthuri Berada di Arab Saudi

KPK Ungkap Tersangka Kasus Haji Ketum Kesthuri Berada di Arab Saudi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:13 WIB

Orang Kepercayaan Riza Chalid Bantah Desak Pertamina Sewa Terminal BBM PT OTM

Orang Kepercayaan Riza Chalid Bantah Desak Pertamina Sewa Terminal BBM PT OTM

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:13 WIB

Kejar Bukti Tambahan, KPK Tambah Durasi Penahanan Eks Menag Gus Yaqut 40 Hari ke Depan

Kejar Bukti Tambahan, KPK Tambah Durasi Penahanan Eks Menag Gus Yaqut 40 Hari ke Depan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:07 WIB

Terbongkar! Rahasia Cairan Black Dollar WNA Liberia yang Kuras Rp1,6 Miliar: Cuma Air Detergen

Terbongkar! Rahasia Cairan Black Dollar WNA Liberia yang Kuras Rp1,6 Miliar: Cuma Air Detergen

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:06 WIB

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:05 WIB

Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan

Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:58 WIB

Perubahan Iklim Tekan Produksi Pangan, BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi

Perubahan Iklim Tekan Produksi Pangan, BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:50 WIB

SPPG Kemayoran Distribusikan Makan Bergizi Gratis, Libatkan 70% Warga Sekitar

SPPG Kemayoran Distribusikan Makan Bergizi Gratis, Libatkan 70% Warga Sekitar

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:47 WIB