Peneliti Jepang Ungkap Spesies Baru "Babi Radioaktif" di Wilayah Fukushima

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 05 Juli 2021 | 09:10 WIB
Peneliti Jepang Ungkap Spesies Baru "Babi Radioaktif" di Wilayah Fukushima
Babi hutan masuk ke stasiun. (Facebook/Koonhung Tsang)

Suara.com - Peneliti Jepang mengungkapkan jika ada spesies babi baru di situs nuklir Fukushima hasil dari persilangan babi hutan dan babi ternah, mereka sebut babi "radioaktif".

Klaim tersebut, menyadur Sputnik News Senin (5/7/2021), diterbitkan dalam sebuah studi baru oleh jurnal Royal Society.

Menurut penelitian, babi peternakan telah diserahkan kepada babi hutan, menciptakan makhluk hibrida baru yang berkeliaran di zona yang terkontaminasi.

Para peneliti mempelajari sampel DNA yang mengungkapkan bahwa babi hutan di daerah radioaktif dekat kota-kota di daerah Fukushima, berkembang biak dengan babi ternak.

Babi-babi ternak tersebut diduga melarikan diri ketika daerah tersebut terevakuasi karena adanya kebocoran nuklir.

Studi ini difokuskan pada babi hutan di daerah pengungsian Fukushima karena mereka mengalami pertumbuhan populasi mendadak.

Para ilmuwan memperkirakan peningkatan populasi tersebut terjadi dari 49.000 menjadi 62.000 spesies dari tahun 2014 hingga 2018.

Bencana Fukushima memaksa komunitas petani untuk meninggalkan daerah tersebut, yang mengakibatkan pelepasan ternak peliharaan.

Selain itu, berkurangnya "gangguan antropogenik karena evakuasi manusia" dari sekitar 300 km persegi lahan perkotaan dan pertanian juga menyebabkan populasi melonjak dan hibridisasi intraspesies.

baca juga

"Penelantaran manusia di area yang begitu luas di Fukushima mungkin telah memberikan kondisi yang menguntungkan untuk peningkatan pesat spesies satwa liar yang dapat mengambil manfaat dari lanskap yang secara formal antroposentris," tulis studi tersebut.

Sebelum studi di Jepang itu, para peneliti di Ukraina juga pernah menemukan bahwa bencana nuklir Chernobyl pada tahun 1986 menciptakan surga bagi satwa liar.

Satwa liar di sekitar daerah tersebut, seperti lynx, bison, rusa, dan hewan lain, mengalami pertumbuhan populasi yang signifikan berkat zona yang terlarang bagi manusia selama tiga dekade.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Diguyur Hujan Deras, Satu Kota di Jepang Diterjang Tanah Longsor, 19 Hilang

Pasca Diguyur Hujan Deras, Satu Kota di Jepang Diterjang Tanah Longsor, 19 Hilang

News | Minggu, 04 Juli 2021 | 18:48 WIB

PM Jepang Sebut Kemungkinan Olimpiade Tokyo Tanpa Penonton

PM Jepang Sebut Kemungkinan Olimpiade Tokyo Tanpa Penonton

Sport | Kamis, 01 Juli 2021 | 19:53 WIB

Mendarat di Bandara Soetta, Indonesia Dapat 998 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca dari Jepang

Mendarat di Bandara Soetta, Indonesia Dapat 998 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca dari Jepang

News | Kamis, 01 Juli 2021 | 17:34 WIB

Terkini

Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri

Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:55 WIB

KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan

KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:51 WIB

Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris

Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:51 WIB

Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional

Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:48 WIB

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:47 WIB

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:44 WIB

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:41 WIB

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:37 WIB

Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?

Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:34 WIB

Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran  Menghentikan Evakuasi Kapal IMO

Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:32 WIB