Guru Besar Paru Beberkan Bagaimana India Atasi Krisis Oksigen di Saat Covid-19 Naik Tajam

Bangun Santoso

Kamis, 08 Juli 2021 | 10:38 WIB
Guru Besar Paru Beberkan Bagaimana India Atasi Krisis Oksigen di Saat Covid-19 Naik Tajam
Sejumlah warga mengantre untuk mengisi ulang tabung oksigen di salah satu depot pengisian oksigen di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (28/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pakar ilmu kesehatan dari Fakultasi Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkap langkah efektif yang ditempuh India dalam mengatasi krisis oksigen saat terjadi lonjakan COVID-19.

"India juga pernah mengalami kekurangan oksigen yang banyak diberitakan. Sedikitnya ada lima hal yang dilakukan India ketika itu untuk mengatasinya," katanya melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Guru Besar Paru itu, mengatakan India sempat memberi larangan penggunaan oksigen cair untuk kepentingan nonkesehatan. Pelaksanaannya secara ketat dan industri lain tidak diizinkan menggunakan oksigen, tanpa terkecuali.

Langkah selanjutnya yang ditempuh India, kata Tjandra, menginisiasi pemasangan “Medical Oxygen Generation Plants” sebagai pabrik produksi oksigen di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di negara itu.

"India juga mempercepat distribusi, seperti dengan 'oxygen express trains'," katanya.

Hal yang tidak kalah penting, kata dia, peran aktif berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam mendorong pengadaan oksigen bagi masyarakat yang sedang membutuhkan.

"Misalnya, Hemkunt Foundation dengan 150 relawan, melayani sekitar 15 ribu panggilan telepon, semacam pelayanan oksigen 'drive-through' dan Sewa International yang menyediakan 'oxygen concentrator'," katanya.

Tjandra mengatakan India juga menerima bantuan oksigen dari negara lain, termasuk Indonesia. Amerika Serikat pernah menyumbang 1.100 silinder oksigen, Prancis menyumbangkan oksigen cair, Inggris menyumbangkan “oxygen concentrator”, dan Jepang mengirimkan “oxygen concentrator”.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI itu, mengatakan ada negara bagian tertentu yang sudah sejak awal menyiapkan kemungkinan kasus.

baca juga

Di Kerala misalnya, katanya, cukup banyak rumah sakit yang sudah menyiapkan “liquid oxygen processing unit” yang amat memudahkan mereka pada masa kekurangan oksigen melanda berbagai rumah sakit di India.

"Jadi memang persiapan dan antisipasi sejak awal akan amat membantu ketika masalah sudah di depan mata. Hal yang paling penting untuk mengatasi kekurangan oksigen adalah menangani masalah di hulunya, yaitu menekan jumlah penduduk yang sakit," katanya.

Tabung oksigen (Antara)
Tabung oksigen (Antara)

Tjandra menambahkan cukup banyak negara bagian di India, termasuk kota besar, seperti New Delhi dan Mumbai, sebagai pusat industri film Bollywood yang melakukan karantina wilayah cukup ketat sehingga mobilitas penduduk dibatasi.

"Negara bagian lain menggunakan pembatasan sosial yang bervariasi sesuai pola epidemiologisnya masing-masing dan akibatnya penularan di masyarakat juga dapat amat ditekan," katanya.

India juga meningkatkan jumlah test nya amat tinggi menjadi sekitar dua juta orang per hari, dan jumlah vaksinasi sampai delapan juta orang pe rhari. Jumlah yang amat besar," katanya.

Ia menyebut pada 8 Mei 2021 kasus baru COVID-19 per hari di India 403.405 orang dan pada 8 Juni turun menjadi 92.596 orang.

Bahkan, katanya, pada 5 Juli 2021 angkanya hanya 34.703 orang sehingga turun lebih dari 10 kali lipat lebih rendah dalam waktu tidak sampai dua bulan.

"Kita tentu mengharapkan agar angka pasien baru COVID-19 di negara kita yang di tanggal 7 Juli 2021 sudah hampir 35 ribu kasus baru per hari dapat segera diturunkan pula," katanya. (Sumber: Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Balikpapan Tak Perlu Panik, IGD RSUD Beriman Tutup 2 Hari, Besok Sudah Buka Lagi

Warga Balikpapan Tak Perlu Panik, IGD RSUD Beriman Tutup 2 Hari, Besok Sudah Buka Lagi

Kaltim | Kamis, 08 Juli 2021 | 10:35 WIB

Semua Orang Susah Urus COVID-19, AHY Malah Tanya: Mampukah Indonesia Selamatkan Rakyat?

Semua Orang Susah Urus COVID-19, AHY Malah Tanya: Mampukah Indonesia Selamatkan Rakyat?

Kalbar | Kamis, 08 Juli 2021 | 10:28 WIB

Bersama Anak Positif Covid-19, Tya Ariestya Bagikan Kondisi Terkini

Bersama Anak Positif Covid-19, Tya Ariestya Bagikan Kondisi Terkini

Entertainment | Kamis, 08 Juli 2021 | 10:15 WIB

Pakai Rempah-rempah, Ini Minuman Anti COVID 19 ala Ustadz Yusuf Mansur

Pakai Rempah-rempah, Ini Minuman Anti COVID 19 ala Ustadz Yusuf Mansur

Sumsel | Kamis, 08 Juli 2021 | 10:05 WIB

Polisi Tangkap Penimbun Obat hingga Oksigen, Avigan dan Invermectin Disita

Polisi Tangkap Penimbun Obat hingga Oksigen, Avigan dan Invermectin Disita

Kaltim | Kamis, 08 Juli 2021 | 10:04 WIB

Astagfirullah! 80 Tenaga Kesehatan di RSUD Cianjur Positif Corona

Astagfirullah! 80 Tenaga Kesehatan di RSUD Cianjur Positif Corona

Bogor | Kamis, 08 Juli 2021 | 09:55 WIB

5 Makanan yang Perlu Dihindari oleh Pasien Covid-19

5 Makanan yang Perlu Dihindari oleh Pasien Covid-19

Video | Kamis, 08 Juli 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal

Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Sore Ini Skuad Thailand Berangkat dari Bandung ke Jakarta, Siap Tantang Indonesia di SUGBK

Sore Ini Skuad Thailand Berangkat dari Bandung ke Jakarta, Siap Tantang Indonesia di SUGBK

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Acer Siapkan Perlindungan 5 Tahun untuk Laptop Predator, Gamer Bisa Berburu Tiket ke Vietnam

Acer Siapkan Perlindungan 5 Tahun untuk Laptop Predator, Gamer Bisa Berburu Tiket ke Vietnam

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik

Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:20 WIB

5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut

5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Menimba Memori dan Pemanfaatan Air yang Krusial lewat Fasad Sumur Timba

Menimba Memori dan Pemanfaatan Air yang Krusial lewat Fasad Sumur Timba

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Mundur dari Jadwal, Ini Bocoran Tuntutan Partai Non-Parlemen yang Bakal Disodorkan ke Pimpinan DPR

Mundur dari Jadwal, Ini Bocoran Tuntutan Partai Non-Parlemen yang Bakal Disodorkan ke Pimpinan DPR

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:16 WIB

3 Rekomendasi Raket Nyamuk Awet Mulai Rp70 Ribuan Sesuai Review Pengguna

3 Rekomendasi Raket Nyamuk Awet Mulai Rp70 Ribuan Sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Urutan Skincare Malam untuk Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak Parah

Urutan Skincare Malam untuk Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak Parah

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:10 WIB

×