Rembug Desa di Klaten, Ganjar Dicurhati soal Perpanjangan PPKM dan Semrawutnya Bansos

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 03 Agustus 2021 | 21:44 WIB
Rembug Desa di Klaten, Ganjar Dicurhati soal Perpanjangan PPKM dan Semrawutnya Bansos
Rembug Desa Gubernur Jateng dengan Kades se-Klaten. (Dok: Pemprov Jateng)

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyelenggarakan Rembug Desa se-Kabupaten Grobogan, Selasa (3/8/2021). Setelah Banjarnegara, Rembang, Cilacap, Banyumas, Karanganyar dan Klaten, kali ini, ratusan kepala desa (kades) se-Kabupaten Grobogan mendapat kesempatan ngobrol langsung dengan Ganjar.

Berbagai persoalan disampaikan Kades Grobogan pada Ganjar lewat rembugan yang digelar daring di Pendopo Grobogan itu. Seperti biasa, persoalan yang disampaikan adalah penanganan Covid-19 di desanya masing-masing.

Namun ada satu menarik dalam Rembug Desa kali ini. Salah satu Kades, yakni Musarokah, Kades Kapung dengan berani mengeluh ke Ganjar soal perpanjangan PPKM.

"Pak, kapan PPKM-nya dibuka lagi, mau diperpanjang lagi apa tidak. Diperpanjang sampai kapan pak?," tanya Musarokah.

Ganjar yang terkejut dengan pertanyaan itu menjawab cepat. Ia menerangkan bahwa PPKM diperpanjang.

"Ya diperpanjang, sudah diumumkan lho. Ora tahu nonton tv ya (tidak pernah lihat televisi ya). Diperpanjang sampai tanggal 9 bu," jawab Ganjar.

Ternyata bukan itu jawaban yang diinginkan Musarokah. Ia sebenarnya bertanya sampai kapan PPKM akan diberlakukan dan apakah setelah tanggal 9 akan kembali diperpanjang atau tidak.

"Maksudnya itu, kira-kira ke sananya diperpanjang lagi ndak pak? Warga pada tanya semuanya ini, pada bosen," terangnya.

Dengan sabar, Ganjar menerangkan bahwa sampai kapan PPKM diberlakukan tidak ada yang tahu. Yang bisa menentukan sebenarnya adalah masyarakat sendiri.

baca juga

"Yang menentukan itu kita, mau diperpanjang apa tidak itu yang menentukan kita. Makanya kita semua kerja keras agar penularannya tidak ada. Sabar dulu njih bu, warganya diedukasi. Kalau semua bisa menahan diri, maka penyakitnya akan hilang," jelasnya.

Tak hanya itu, sejumlah kades Grobogan juga mengeluhkan semerawutnya data bantuan sosial dari pemerintah. Menurut mereka, banyak bantuan yang tidak tepat sasaran bahkan ada dobel data. Kasus serupa ditemukan Ganjar saat ngobrol dengan kades-kades di Klaten beberapa waktu lalu.

"Kalau bisa datanya diperbaiki pak, soalnya ada yang sudah dapat PKH, juga dapat BPNT. Kenapa tidak diberikan pada yang lain. Ini yang bikin kita pusing pak, marai iren tonggo (bikin iri tetangga lain)," kata Kades Selojari, Ummu Wasiyah.

"Betul pak, verifikasi data tolong dipermudah. Soalnya banyak bantuan yang kurang jelas. Sakit kepala saya pak. Anane mung dipisuhi warga (yang ada dimarahi warga)," timpal Kades Kebonagung, Muhtarom.

Ada juga Kades Brabo, Nurrohim. Dirinya mengatakan, ada 400 san penerima bantuan di desanya yang terdata oleh pemerintah pusat. Namun beberapa penerima sudah meninggal, dan tetap mendapat bantuan.

"Ini gimana pak, padahal masih banyak warga yang belum dapat bantuan. Saya usul agar yang meninggal bisa diganti yang lain. Sudah kami usulkan saat verifikasi data kemarin," ucapnya.

Ganjar sendiri menerangkan, ada dua persoalan dari acara Rembug Desa dengan Kades se Grobogan. Pertama soal penyaluran BST yang tidak tepat sasaran bahkan ada yang dobel.

"Kades-kades hebat, mereka mengusulkan datanya diperbaiki. Misalnya yang sudah meninggal ya dialihkan pak, yang sudah kaya ya jangan pak. Maka kami telah mengirimkan surat ke Kemensos untuk meminta datanya, dan kami overlay dengan data dari para kades ini agar ada perbaikan," jelasnya.

Persoalan kedua menurut Ganjar mungkin masyarakat sudah bosan dengan Covid-19 yang tak kunjung selesai. PPKM kembali diperpanjang dan para Kades stres karena banyak pertanyaan dan tekanan dari warga.

"Maka saya bilang, yang bisa menyelesaikan ya diri kita sendiri. Grobogan itu turunnya bagus, dari level 4 ke level 3. Tadi saya tanya Kades juga kasusnya nol. Ini bagus dan ciri-ciri pandemi bisa berakhir karena sudah bisa dikelola," jelasnya.

Kasus di Jawa Tengah lanjut Ganjar juga terus menurun dan membaik.

"Maka ayo kita semua taat prokes, karena itu adalah desain paling bagus menghentikan Covid-19. Sampai kapan, ya kita tinggal menghitung seberapa kita taat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Protes PPKM Pakai Bikini, Dinar Candy Khawatir Diciduk Satpol PP

Mau Protes PPKM Pakai Bikini, Dinar Candy Khawatir Diciduk Satpol PP

Entertainment | Selasa, 03 Agustus 2021 | 21:39 WIB

PPKM Level 4 Batam Diperpanjang, Mall Tutup-Rumah Makan Take Away

PPKM Level 4 Batam Diperpanjang, Mall Tutup-Rumah Makan Take Away

Riau | Selasa, 03 Agustus 2021 | 21:03 WIB

Protes Keras Soal PPKM, Kapan Dinar Candy Beraksi Pakai Bikini di Jalan?

Protes Keras Soal PPKM, Kapan Dinar Candy Beraksi Pakai Bikini di Jalan?

Entertainment | Selasa, 03 Agustus 2021 | 20:53 WIB

Garansi dan Jadwal Servis Mobil Mitsubishi Habis? Ada Kelonggaran untuk Masa PPKM

Garansi dan Jadwal Servis Mobil Mitsubishi Habis? Ada Kelonggaran untuk Masa PPKM

Otomotif | Selasa, 03 Agustus 2021 | 20:44 WIB

Polda Metro Jaya Klaim Mobilitas Warga Jakarta Menurun Selama PPKM Level 4

Polda Metro Jaya Klaim Mobilitas Warga Jakarta Menurun Selama PPKM Level 4

Jakarta | Selasa, 03 Agustus 2021 | 20:35 WIB

Kota Bekasi Tetap PPKM Level 4 Berdasar Inmendagri, Wali Kota Rahmat: Ikutin Aja

Kota Bekasi Tetap PPKM Level 4 Berdasar Inmendagri, Wali Kota Rahmat: Ikutin Aja

Bekaci | Selasa, 03 Agustus 2021 | 20:29 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×