"Saya bertanya ke beberapa tempat dan akhirnya mendapat tempat di Darlinghurst, sebuah sentra vaksin yang tidak begitu banyak dibicarakan."
Dia kemudian mendaftar online dan tidak ditanya, baik ketika online maupun saat tatap muka, apakah dia sudah berhak mendapat vaksin atau belum.
"Saya hanya berpikiran saya bisa mendapat vaksin karena adanya vaksin yang tidak digunakan," katanya.
"Kalau saya ternyata mengambil tempat orang lain yang menjadi prioritas, saya pasti tidak akan mendaftar."
Dia mengatakan mendukung tingkat vaksinasi yang tinggi sebagai kunci dibukanya kembali perekonomian, dan dia berusaha membantu mencapainya.
"Ini peran kecil yang bisa saya mainkan dan saya senang bisa melakukannya," katanya.
Namun temannya, Rupert Condon, tidak seberuntung Jake Wheeler.
Pemuda berusia 26 tahun tersebut mengikuti informasi yang beredar bahwa ada sentra vaksin di Melbourne yang menerima mereka yang datang tanpa mendaftar, dan dia kemudian ke sana bersama temannya.
Walaupun tempat tersebut sepi ketika mereka datang, dia diberitahu bahwa proses sudah berubah dalam 24 jam sebelumya, dan mereka harus mendaftar online.
Rupert dan temannya kemudian mencoba mendaftar online namun sistemnya kewalahan karena lonjakan pendaftar sehingga mereka gagal mendaftar.
"Padahal di sana tidak ada seorang pun. Rasanya mengesalkan sekali," katanya.
Karena petugas di tempat itu tidak bisa membantu, Rupert dan temannya meninggalkan tempat tersebut tanpa divaksinasi.
Rupert Cordon kemudian mencoba klinik dokter umum di mana adik laki-lakinya pernah divaksinasi, tapi gagal juga.
"Tampaknya semua tergantung kepada siapa kita bicara. Kalau dapat penerima telpon yang baik, kita akan disambungkan," katanya.
"Ini mirip lelucon untuk kelompok usia seperti saya, [jadi sebenarnya] apakah kami bisa divaksin atau tidak."
"Warga ingin mendapatkan vaksinasi namun sistem tidak mengizinkannya."
Dia sekarang mendapat informasi bahwa dia harus menunggu 6-8 minggu untuk bisa mendapatkan vaksinasi.
Mau membantu tapi tidak bisa
Banyak warga di berbagai negara bagian di Australia melaporkan kesulitan saat ingin mendaftar vaksinasi.
Dan di kawasan pemukiman di New South Wales yang banyak mengalami kasus, masalahnya lebih rumit lagi.
Pengecekan yang dilakukan ABC terhadap ketersediaan tempat untuk vaksinasi di Sydney Barat Daya menunjukkan bahwa tidak ada tempat lagi banyak klinik sampai bulan September.
Namun apotek yang sekarang masuk dalam program vaksinasi mulai memiliki tempat bagi mereka yang mau divaksinasi.
Steven Buhagiar yang tinggal di Campsie, salah satu kawasan redzone di Sydney sebelumnya tidak bisa mendapatkan vaksin.
Pria berusia 42 tahun tersebut berhak dapat vaksin Pfizer sebagai bagian dari program yang sudah ada, tetapi masih menunggu giliran karena ia merasa tidak harus terburu-buru.
"Saya tidak mau mendaftar cepat karena saya ingin memberikan tempat lebih dulu bagi mereka yang mungkin lebih memerlukanya dibandingkan saya," katanya.
Ketika baru-baru ini diberitahu bahwa dia adalah kontak dekat dengan sebuah kasus positif, dia berusaha mendaftar namun tidak satu pun klinik dokter umum di sekitar tempat tinggalnya menerima pasien baru.
Dia mencoba sentra vaksinasi, tetapi semua sudah penuh.
"Satu departemen mengatakan satu hal, departemen lain mengatakan hal lain lagi," katanya.
"Mereka berulangkali menyampaikan agar kita divaksinasi namun nyatanya tidak ada tempat yang tersedia.
"Kebanyakan warga di tempat tinggal saya mau saja mendapat vaksin AstraZeneca kalau kami bisa mendapat tempat."
Wakil Ketua Umum Asosiasi Medis Australia Chris Moy mengatakan bisa mengerti mengapa sistem layanan kesehatan termasuk vaksinasi di Sydney kewalahan di tengah meningkatnya kasus COVID.
Dr Moy mengatakan, masalah dengan akses di beberapa bagian di Sydney adalah karena beberapa klinik dan lebih dari 50 apotek harus mengurangi kegiatan karena staf mereka harus menjalani isolasi mandiri atau tutup lebih cepat karena berada di lokasi penularan.
"Tidak mudah memberikan vaksinasi di lingkungan yang aman dari COVID saat ini ketika klinik dan staf banyak terpengaruh karena banyaknya kasus," katanya.
Dia juga mengatakan mengenai adanya laporan bahwa mereka yang belum berhak mendapatkan vaksin Pfizer sudah mendapatkannya.
"Kadang ada saja yang berhasil dengan berbagai cara," katanya.
Menteri Utama NSW Gladys Berejiklian mengatakan dia prihatin dengan laporan bahwa sebagian warga kesulitan untuk mendaftar vaksinasi.
"Kalau kami bisa merampingkan proses, maka kami akan melakukannya."
Dr Chris Moy mengatakan fase menurut kelompok usia yang ada sekarang ini sudah cukup bagus dengan tujuan utama melindungi mereka yang rentan.
Dia mengatakan perubahanh terhadap kerangka yang sudah ada, termasuk memberikan prioritas kepada warga yang lebih muda, malah akan membuat lebih banyak kebingungan lagi di Australia.
"Yang harus dihindari sekarang ini adalah membuka program bagi seluruh kelompok umur dalam waktu bersamaan."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News