Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi

Arsito Hidayatullah, ABC

Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:12 WIB
Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi
Ilustrasi. Warga muda di Australia mengantre ikut program vaksinasi Covid-19. [AAP/Mike Tsikas via ABC News]

"Saya bertanya ke beberapa tempat dan akhirnya mendapat tempat di Darlinghurst, sebuah sentra vaksin yang tidak begitu banyak dibicarakan."

Dia kemudian mendaftar online dan tidak ditanya, baik ketika online maupun saat tatap muka, apakah dia sudah berhak mendapat vaksin atau belum.

"Saya hanya berpikiran saya bisa mendapat vaksin karena adanya vaksin yang tidak digunakan," katanya.

"Kalau saya ternyata mengambil tempat orang lain yang menjadi prioritas, saya pasti tidak akan mendaftar."

Dia mengatakan mendukung tingkat vaksinasi yang tinggi sebagai kunci dibukanya kembali perekonomian, dan dia berusaha membantu mencapainya.

"Ini peran kecil yang bisa saya mainkan dan saya senang bisa melakukannya," katanya.

Namun temannya, Rupert Condon, tidak seberuntung Jake Wheeler.

Pemuda berusia 26 tahun tersebut mengikuti informasi yang beredar bahwa ada sentra vaksin di Melbourne yang menerima mereka yang datang tanpa mendaftar, dan dia kemudian ke sana bersama temannya.

Walaupun tempat tersebut sepi ketika mereka datang, dia diberitahu bahwa proses sudah berubah dalam 24 jam sebelumya, dan mereka harus mendaftar online.

baca juga

Rupert dan temannya kemudian mencoba mendaftar online namun sistemnya kewalahan karena lonjakan pendaftar sehingga mereka gagal mendaftar.

"Padahal di sana tidak ada seorang pun. Rasanya mengesalkan sekali," katanya.

Karena petugas di tempat itu tidak bisa  membantu, Rupert dan temannya meninggalkan tempat tersebut tanpa divaksinasi.

Rupert Cordon kemudian mencoba klinik dokter umum di mana adik laki-lakinya pernah divaksinasi, tapi gagal juga.

"Tampaknya semua tergantung kepada siapa kita bicara. Kalau dapat penerima telpon yang baik, kita akan disambungkan," katanya.

"Ini mirip lelucon untuk kelompok usia seperti saya, [jadi sebenarnya] apakah kami bisa divaksin atau tidak."

"Warga ingin mendapatkan vaksinasi namun sistem tidak mengizinkannya."

Dia sekarang mendapat informasi bahwa dia harus menunggu 6-8 minggu untuk bisa mendapatkan vaksinasi.

Mau membantu tapi tidak bisa

Banyak warga di berbagai negara bagian di Australia melaporkan kesulitan saat ingin mendaftar vaksinasi.

Dan di kawasan pemukiman di New South Wales yang banyak mengalami kasus, masalahnya lebih rumit lagi.

Pengecekan yang dilakukan ABC terhadap ketersediaan tempat untuk vaksinasi di Sydney Barat Daya menunjukkan bahwa tidak ada tempat lagi banyak klinik sampai bulan September.

Namun apotek yang sekarang masuk dalam program vaksinasi mulai memiliki tempat bagi mereka yang mau divaksinasi.

Steven Buhagiar yang tinggal di Campsie, salah satu kawasan redzone di Sydney sebelumnya tidak bisa mendapatkan vaksin.

Pria berusia 42 tahun tersebut berhak dapat vaksin Pfizer sebagai bagian dari program yang sudah ada, tetapi masih menunggu giliran karena ia merasa tidak harus terburu-buru.

"Saya tidak mau mendaftar cepat karena saya ingin memberikan tempat lebih dulu bagi mereka yang mungkin lebih memerlukanya dibandingkan saya," katanya.

Ketika baru-baru ini diberitahu bahwa dia adalah kontak dekat dengan sebuah kasus positif, dia berusaha mendaftar namun tidak satu pun klinik dokter umum di sekitar tempat tinggalnya menerima pasien baru.

Dia mencoba sentra vaksinasi, tetapi semua sudah penuh.

"Satu departemen mengatakan satu hal, departemen lain mengatakan hal lain lagi," katanya.

"Mereka berulangkali menyampaikan agar kita divaksinasi namun nyatanya tidak ada tempat yang tersedia.

"Kebanyakan warga di tempat tinggal saya mau saja mendapat vaksin AstraZeneca kalau kami bisa mendapat tempat."

Wakil Ketua Umum Asosiasi Medis Australia Chris Moy mengatakan bisa mengerti mengapa sistem layanan kesehatan termasuk vaksinasi di Sydney kewalahan di tengah meningkatnya kasus COVID.

Dr Moy mengatakan, masalah dengan akses di beberapa bagian di Sydney adalah karena beberapa klinik dan lebih dari 50 apotek harus mengurangi kegiatan karena staf mereka harus menjalani isolasi mandiri atau tutup lebih cepat karena berada di lokasi penularan.

"Tidak mudah memberikan vaksinasi di lingkungan yang aman dari COVID saat ini ketika klinik dan staf banyak terpengaruh karena banyaknya kasus," katanya.

Dia juga mengatakan mengenai adanya laporan bahwa mereka yang belum berhak mendapatkan vaksin Pfizer sudah mendapatkannya.

"Kadang ada saja yang berhasil dengan berbagai cara," katanya.

Menteri Utama NSW Gladys Berejiklian mengatakan dia prihatin dengan laporan bahwa sebagian warga kesulitan untuk mendaftar vaksinasi.

"Kalau kami bisa merampingkan proses, maka kami akan melakukannya."

Dr Chris Moy mengatakan fase menurut kelompok usia yang ada sekarang ini sudah cukup bagus dengan tujuan utama melindungi mereka yang rentan.

Dia mengatakan perubahanh terhadap kerangka yang sudah ada, termasuk memberikan prioritas kepada warga yang lebih muda, malah akan membuat lebih banyak kebingungan lagi di Australia.

"Yang harus dihindari sekarang ini adalah membuka program bagi seluruh kelompok umur dalam waktu bersamaan."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Australia vs Mesir: Sanggupkah Socceroos Jadi Penyelamat Wajah Asia?

Australia vs Mesir: Sanggupkah Socceroos Jadi Penyelamat Wajah Asia?

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:08 WIB

Mohamed Salah Siap Tempur Melawan Australia Setelah Pulih dari Cedera Hamstring

Mohamed Salah Siap Tempur Melawan Australia Setelah Pulih dari Cedera Hamstring

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:58 WIB

Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026

Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:47 WIB

Piala Dunia 2026: Hanya Loloskan Dua Wakil, Sepak Bola Asia Masih Stagnan?

Piala Dunia 2026: Hanya Loloskan Dua Wakil, Sepak Bola Asia Masih Stagnan?

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:28 WIB

Imigrasi Indonesia Pimpin Pertemuan DGICM-Australia di Kamboja, Bahas Penguatan Keamanan Kawasan

Imigrasi Indonesia Pimpin Pertemuan DGICM-Australia di Kamboja, Bahas Penguatan Keamanan Kawasan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 05:30 WIB

Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:05 WIB

Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera

Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:05 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle

Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:38 WIB

Australia Kalah dari Amerika Serikat, Tony Popivic: Kami Terlihat Lesu, Kaki Terasa Berat

Australia Kalah dari Amerika Serikat, Tony Popivic: Kami Terlihat Lesu, Kaki Terasa Berat

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Terkini

Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!

Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:51 WIB

Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum

Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:43 WIB

Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian

Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:37 WIB

Diduga Jual Jalur Cepat Impor, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78 Miliar

Diduga Jual Jalur Cepat Impor, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78 Miliar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:35 WIB

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:29 WIB

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:25 WIB

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:23 WIB

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:17 WIB

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:08 WIB

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:58 WIB

×