Pemerintah Diminta Peka Turunkan Harga Tes PCR Serupa di India

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 16:25 WIB
Pemerintah Diminta Peka Turunkan Harga Tes PCR Serupa di India
Pegawai RM Pak Tjomot Kabupaten Gowa melakukan tes usap PCR. [Kabarmakassar.com/istimewa]

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR Ratu Ngadu Bonu Wulla meminta pemerintah menurunkan harga tes swab PCR. Pemerintah diminta peka atas masyarakat yang terbebani dengan tingginya harga tes PCR saat ini.

Permintaan itu seiring dengan perbandingan harga tes PCR di Indonesia yang ternyata jauh lebih mahal dibanding India.

"Jadi saya pikir ini memang perlu ada kepekaan dari pemerintah. Mungkin diturunkan lah harganya, kasihan masyarakat," kata Ratu kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).

Ratu menyadari, tingginya harga tes PCR memang sangat membebankan masyarakat, baik mereka yang melakukan tes untuk keperluan tracing maupun mereka yang melakukannya untuk memenuhi berbagai persyaratan.

Sebagaimana diketahui tes PCR menjadi salah satu syarat bagi mereka pelaku perjalanan.

"Saya melihat kondisi ini memang memberatkan masyarakat, apalagi masyarakat menengah ke bawah. Dalam kondisi normal saja dengan harga segitu sudah mahal aalagi dalam kondisi pandemi, semua serba terbatas, semua serba kekurangan. Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat," kata Ratu.

Ratu menyoroti, mahalnya biaya tes PCR tersebut yang juga tidak sebanding dengan masa berlaku. Lantaran hasil tes PCR sebagai syarat perjalanan hanya berlaku untuk 2x24 jam saja.

"Contoh mahasiswa yang ingin pulang kampung atau pengusaha kecil yang ingin menjual produknya ke daerah atau luar pulau, nah ini sangat memberatkan mereka," katanya.

"Dengan hanya PCR 2X24 jam, itu berapa kali mereka harus melakukan tes PCR. Udah berapa juta hanya untuk tes PCR," katanya.

baca juga

Pengusaha Angkat Bicara

Mahalnya harga tes Covid-19 seperti tes usap PCR untuk melacak warga yang terpapar COVID-19 di Indonesia dikeluhkan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apinda) Jawa Barat.

Mahalnya harga tes Covid-19 dinilai dapat menghambat proses pemutusan mata rantai COVID-19 itu sendiri.

"Jadi 3T atau Testing, Tracing dan Treatment ini sebenarnya bisa menjadi salah satu kunci yang sangat penting untuk dilakukan, namun demikian akses untuk melakukan testing ini masih sangat rendah. Hal ini disebabkan biaya testing yang sangat mahal," kata Ketua Apindo Jawa Barat Ning Wahyu Astutik dikutip dari Antara, Senin (2/8/2021).

Pihaknya membandingkan harga tes usap PCR di India yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan di Indonesia.

Menurut Ning, harga pengetesan swab PCR di India jika dirupiahkan hanya mencapai Rp 130 ribu, sedangkan di Indonesia bisa mencapai Rp 750 ribu.

"Kalau tes swab PCR saja murah maka, bagaimana dengan tes Antigen. Pasti lebih murah," kata dia.

Dia mengatakan upaya 3T bisa membuat penurunan penyebaran Virus Corona dan hal tersebut menjadi kunci yang amat penting harus dilakukan pemerintah dan didukung berbagai pihak.

Lebih lanjut Ning menuturkan saat harga tes Covid-19 lebih murah dan hasilnya bagus maka masyarakat mendapat kemudahan ketika ingin melakukan tes secara mandiri.

"Dan saat jumlah peserta testing naik, otomatis pelacakan lebih mudah. Jadi yang terpapar ini bisa terdeteksi lebih awal, dan bisa memiliki kemungkinan lebih besar untuk disembuhkan," kata dia.

Dia mengatakan selain 3T, vaksinasi Covid-19 juga harus dipercepat kepada seluruh masyarakat dan akses kepada para pekerja khususnya harus lebih masif agar sektor perekonomian bisa bertahan di tengah himpitan dampak pandemi Covid-19.

"Dan kami mohon akses untuk karyawan atau para pekerja untuk mendapatkan vaksinasi ini bisa lebih dipermudah lagi oleh pemerintah," kata Ning.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Perbandingan Harga Tes PCR di Beberapa Negara ASEAN, Indonesia Masih Relatif Mahal

Ini Perbandingan Harga Tes PCR di Beberapa Negara ASEAN, Indonesia Masih Relatif Mahal

Jabar | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 15:54 WIB

Pengakuan Pemalsu Hasil Tes PCR, Edit Pakai HP hingga Terancam Penjara

Pengakuan Pemalsu Hasil Tes PCR, Edit Pakai HP hingga Terancam Penjara

Kalbar | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 12:20 WIB

Palsukan Hasil Tes PCR Demi Ikut Suami Terbang, Cewek Asal Jakarta Ternyata Positif Covid

Palsukan Hasil Tes PCR Demi Ikut Suami Terbang, Cewek Asal Jakarta Ternyata Positif Covid

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 10:55 WIB

Terkini

Bukan Cuma Kamera, Ini Alasan Xiaomi 17T Pro Cocok Jadi Daily Driver Kreator

Bukan Cuma Kamera, Ini Alasan Xiaomi 17T Pro Cocok Jadi Daily Driver Kreator

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:13 WIB

Aktor Lovely Runner Song Ji Ho Akan Menikah Oktober Ini Usai Pacaran Lama

Aktor Lovely Runner Song Ji Ho Akan Menikah Oktober Ini Usai Pacaran Lama

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Menghadapi Infertilitas dan Pentingnya Pendampingan Tepat bagi Pasangan Usia Subur

Menghadapi Infertilitas dan Pentingnya Pendampingan Tepat bagi Pasangan Usia Subur

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 06:19 WIB

Tok! MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran

Tok! MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran

Foto | Rabu, 07 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×