alexametrics

Pada Anak-anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19, Mensos: Kalian Disayang Tuhan

Fabiola Febrinastri
Pada Anak-anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19, Mensos: Kalian Disayang Tuhan
Mensos, Tri Rismaharini. (Dok: Kemensos)

Kondisi yang mereka hadapi sebenarnya bentuk dari kasih sayang Tuhan.

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini selalu mengingatkan anak-anak, terutama yang kehilangan orangtua akibat Covid-19, untuk tetap tegar dan tidak berputus asa. Dalam setiap kunjungan ke daerah, Risma selalu membuka sesi khusus untuk bertemu, menyapa dan memberikan motivasi pada mereka.

“Kalian harus percaya, kalian semua yang ada di sini. Kalian adalah anak-anak yang disayang Allah. Kalian harus bisa buktikan, kalian adalah anak-anak yang luar biasa," katanya, di Balai Budi Luhur Banjarbaru, di Kalimantan Selatan, belum lama ini. 

Risma mengatakan, ia mengetahui betapa sedih rasanya, terlebih ketika mereka ditinggalkan orangtuanya karena Covid-19. Namun ia menekankan bahwa kondisi yang mereka hadapi sebenarnya bentuk dari kasih sayang Tuhan kepada mereka.

“Kalian tidak boleh menyerah, kalian tidak boleh putus asa. Kalian tidak boleh minder, karena kalian tidak sendiri. Kalian anak-anak ibu,” kata Mensos.

Baca Juga: Komisi VIII DPR Apresiasi Peran Kemensos dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial

Antusias terlihat dari anak-anak PM saat menyambut kedatangannya, apalagi saat Mensos berdialog dengan mereka.

Dalam kesempatan ini, Mensos juga menyerahkan bantuan senilai total Rp863.395.500 berupa Atensi anak yatim, piatu, dan yatim piatu sebesar Rp41.100.000, bantuan kewirausahaan Rp473.305.500, bantuan aksesibilitas Rp138.325.000, dan bantuan kebutuhan dasar Rp210.665.000.

Selain itu, Mensos juga meresmikan Sentra Kreasi Atensi (SKA) ke-8 di Balai Budi Luhur Banjarbaru Kalimantan Selatan. Pemotongan pita dilakukan sebagai simbolisasi peresmian Sentra Kreasi Atensi Budi Luhur. Setelah pemotongan pita itu, Mensos Risma mengunjungi tempat kuliner, mini mart, kafe, budidaya tanaman, sampai kerajinan tangan di SKA.

Di akhir kunjungan, Mensos menitipkan pesan kepada para anak-anak BRSPDM di sebuah kanvas dengan kalimat, “Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, semua mungkin asal kita mau. Jangan surut saat kegagalan datang, kekuatan kita ada di kemauan,” katanya.

Hadir mendampingi Mensos, para pejabat eselon 1, staf khusus menteri, dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor serta jajaran.

Baca Juga: Puji Risma, DPR Sebut Pendirian SKA Merupakan Lompatan Besar Kemensos

Indonesia termasuk negara, dimana banyak anak diasuh di panti asuhan (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak/Panti Sosial Asuhan Anak). Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), ada 4.023.622 jiwa anak yang berusia di bawah 18 tahun, belum menikah, tercatat dalam kartu keluarga dan berstatus ayah/ibu/ayah dan ibu sudah meninggal serta tercatat di DTKS.

Data SIKS NG Mei 2021, yang menghimpun masukan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebanyak 6.244 LKS menunjukan, terdapat 191.696 anak yang berada dalam pengasuhan LKS Anak (Panti Asuhan/ Yayasan/ Balai). Dari jumlah tersebut, 8.882 anak berstatus yatim; 40.321 piatu dan 5.048 yatim piatu, sisanya sebanyak 137.445 masih memiliki orang tua lengkap.

Di luar LKSA, angka anak yatim, piatu dan yatim piatu juga diprediksi meningkat tajam dalam situasi pandemi Covid-19. Satgas Covid–19 memberikan estimasi ada sekitar 11.045 anak yang orang tuanya meninggal akibat Covid–19. Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial sendiri, selain untuk anak, yaitu untuk penyandang disabilita s, lansia, Korban Penyalahgunaan (KP) Napza dan tuna sosial.

Komentar