Jurnalis DW yang Dievakuasi dari Afganistan tiba di Jerman

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Rabu, 29 September 2021 | 16:42 WIB
Jurnalis DW yang Dievakuasi dari Afganistan tiba di Jerman
DW

Namun, setelah negosiasi dari rekan-rekan di Jerman, Ahmed dilepaskan. Dia berhasil melintasi perbatasan dan terus ke Islamabad.

Begitu kelompok koresponden DW tiba di sana, proses untuk menjamin prioritas penerbitan visa butuh waktu beberapa minggu, sebelum penerbangan dapat membawa mereka ke Jerman.

Peran Kementerian Luar Negeri Jerman, kedutaan besar, dan duta besar Jerman di Pakistan sangat krusial bagi keberhasilan kelompok tersebut mencapai Jerman secara legal dan aman.

Wartawan dalam ancaman bahaya

Seorang koresponden yang telah bekerja untuk DW selama 3 tahun, Mohammad dari etnis Hazara Afganistan, juga berada dalam penerbangan keluar dari Islamabad itu bersama istri dan tiga putrinya.

Hazara adalah kelompok etnis minoritas di Afganistan tengah. Mohammad menceritakan bagaimana di provinsi asalnya Daykundi, Taliban merampas lahan pertanian dan tanah rakyat, memaksa mereka meninggalkan rumah dan properti di sana.

"Taliban mengatakan itu milik mereka sekarang," kata dia.

Wartawan yang berasal dari etnis minoritas tertentu, seperti Hazara, Tajik, dan Uzbekistan, berada dalam bahaya karena menjadi sasaran khusus oleh Taliban di Afghanistan, seperti juga wartawan perempuan.

Rumah empat koresponden DW, termasuk Ahmed, juga menjadi sasaran gerudukan Taliban setelah mereka berhasil pergi.

Sebelumnya pada bulan September, jurnalis Afganistan Ahmad Wahid Payman menjelaskan kepada DW bagaimana kebebasan pers pada dasarnya telah dilarang sejak Taliban mengambil alih kekuasaan.

Kehidupan baru di Jerman

Kedatangan mereka di Jerman sangat emosional. "Dalam beberapa bulan terakhir kami sudah cukup menangis," kata seorang jurnalis DW yang kini sudah berada di Jerman, bersama saudara kandung dan ayahnya yang sudah lanjut usia.

Semua koresponden Afganistan akan melanjutkan tugas mereka di redaksi DW di Bonn, Jerman, dan akomodasinya telah diatur, bekerja sama dengan otoritas lokal di kota Bonn dan Köln.

Pemimpin redaksi DW Manuela Kasper-Claridge mengatakan: "Sungguh melegakan bahwa rekan-rekan kami dan keluarga mereka akhirnya tiba dengan selamat di Jerman dan dapat melanjutkan pekerjaan mereka sekarang dari kantor pusat kami di Bonn."

Direktur Jenderal DW Peter Limbourg berterima kasih kepada pemerintah Jerman atas dukungan mereka untuk evakuasi, tetapi melihat perlunya tindakan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:27 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB