alexametrics

Gunung Cumbre Vieja Meletus, Aliran Lahar Ciptakan Semenanjung Baru di La Palma

Agung Sandy Lesmana
Gunung Cumbre Vieja Meletus, Aliran Lahar Ciptakan Semenanjung Baru di La Palma
Gunung Cumbre Vieja Meletus, Aliran Lahar Ciptakan Semenanjung Baru di La Palma. Ilustrasi gunung meletus (Shutterstock).

Aliran lahar letusan Gunung Cumbre Vieja di La Palma, Kepulauan Canary, Spanyol dikabarkan telah menutup beberapa area laut yang luasnya melebihi 25 lapangan sepak bola.

Suara.com - Aliran lahar letusan Gunung Cumbre Vieja di La Palma, Kepulauan Canary, Spanyol dikabarkan telah menutup beberapa area laut yang luasnya melebihi 25 lapangan sepak bola.

Mengutip The Guardian, Jumat (1/10/2021), letusan Gunung Cumbre Vieja menciptakan semenanjung baru yang luas di kepulauan tersebut.

Volcanic Institute of The Canaries (Involcan) mencatatkan semenanjung di La Palma kini berukuran dua kali lipat menjadi 20 hektar pada Kamis malam waktu setempat.

Ketika gunung tersebut mengeluarkan letusan yang mengerikan dan abu vulkanik disertai batuan panas yang menghantam laut, komite darurat gunung berapi Pevolca memperingatkan perubahan perkiraan angin dapat membawa bahaya baru.

Baca Juga: Wilayah Sekitarnya Hangus Dilahap Lahar, Satu Rumah di Pulau Canary Ini Masih Utuh

“Dengan cuaca yang akan kita alami mulai besok, kemungkinan perubahan arah angin yang sejauh ini menyebarkan gas vulkanik ke laut. Kemungkinan bau belerang akan terasa “dengan intensitas yang lebih besar”, ucap pejabat Pevolca Ruben Fernandez.

Sejak 19 September, letusan gunung tersebut telah memaksa ribuan orang keluar dari rumah mereka, sementara lahar telah menghancurkan ratusan rumah, bisnis, dan perkebunan pisang.

Gunung tersebut memuntahkan lahar yang perlahan-lahan merambat ke laut. Sejak saat itu, batuan panas tidak berhenti mengalir ke laut, menciptakan semenanjung baru yang awalnya area tersebut adalah laut.

Meski flora dan fauna di daratan La Palma mengalami kerusakan, letusan tersebut dapat membawa manfaat untuk jangka panjang, terutama untuk habitat laut.

Peneliti keanekaragaman hayati di Universitas La Palma, Fernando Tuya, mengatakan, "lahar akan membentuk platform berbatu yang akan menjadi substrat bagi banyak spesies laut di masa depan, yaitu dalam tiga hingga lima tahun."

Baca Juga: Lava Gunung Berapi Cumbre Vieja di Kepulauan Canary Hancurkan Ratusan Rumah

Sejauh ini, pemerintah setempat menginformasikan lewat Twitter bahwa La Palma telah dinyatakan sebagai zona bencana alam dengan lahar yang menghanguskan lahan seluas 476 hektar. (Jacinta Aura Maharani)

Komentar