Novel Baswedan: Pimpinan KPK Kok Malah Takut Sama Orang Berantas Korupsi, Lucu Kan?

Agung Sandy Lesmana | Welly Hidayat | Suara.com

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 18:24 WIB
Novel Baswedan: Pimpinan KPK Kok Malah Takut Sama Orang Berantas Korupsi, Lucu Kan?
Novel Baswedan: Pimpinan KPK Kok Malah Takut Sama Orang Berantas Korupsi, Lucu Kan? (Suara.con/Angga)

Suara.com - "Saya telah berjuang, saya telah berbuat, dan keadaan tidak memungkinkan saya meneruskan apa yang saya lakukan.” Demikian pernyataan Novel Baswedan yang kini sudah kini sudah disingkirkan dari tugasnya sebagai penyidik KPK.

30 September 2021 atau Kamis kemarin menjadi hari terakhir Novel bersama 56 pegawai KPK lainnya setelah resmi dipecat karena dinyatakan tidak lulus dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang disebut-sebut banyak kejanggalan.

57 pegawai KPK yang telah dipecat itu pun disebut-sebut sengaja disingkirkan Firli Bahuri dan empat pimpinan lembaga antirasuah karena dianggap berbahaya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Suara.com pada Jumat (24/9/2021) lalu, Novel pun blak-blakan menceritakan soal kejanggalan proses TWK yang dijadikan sebagai syarat alih status pegawai KPK untuk menjadi ASN.

"Ternyata ada hal-hal yang dilakukan dengan, apa namanya ya, saya bisa katakan manipulasilah. Dilakukan dengan ketidakjujuran, dilakukan dengan suatu standar yang tidak jelas hingga kemudian ditentukan ada yang tidak memenuhi syarat dan lain-lain, yang itu tidak ada dasarnya," kata Novel.

Novel Baswedan [Suara.com]
Novel Baswedan [Suara.com]

Selama 15 tahun bekerja sebagai penyidik, Novel mengaku baru kali ini dirinya melihat pimpinan KPK di era Firli Cs nekat melawan aturan hukum. Sebab, Firli dan empat pimpinan KPK lainnya diketahui telah menolak rekomendasi Ombudsman RI dan Komnas HAM terkait adanya pelanggaran maladministrasi dan pelanggaran HAM dalam pelaksanaan TWK.

Bahkan, Firli disebut telah melawan instruksi Jokowi karena tetap memecat 57 pegawai KPK. Jokowi sebelumnya sempat menyatakan jika tidak boleh ada proses pemecatan dalam pelaksanaan TWK sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi ASN.

"Dan kemudian di akhirnya justru yang terjadi disingkirkan dengan apa ya, dengan terang-terangan melanggar hukum dengan ilegal, dengan proses-proses yang menurut saya terang-terangan melawan hukum itu terang-terangan. Dan itu belum pernah terjadi. Pejabat berani terang-terangan berbuat melawan hukum yang motifnya justru bukan untuk kebaikan kepentingan negara," kata Novel.

Novel juga menganggap jika TWK hanya dijadikan instrumen untuk melegitimasi agar dirinya tak lolos untuk menjadi PNS dengan stigma antipancasila. Padahal, rekam jejak Novel sebagai penyidik cukup cemerlang dalam mengungkap kasus-kasus besar.

Bahkan, Novel merupakan salah satu penegak hukum yang banyak mendapatkan teror dari orang-orang yang beperkara di KPK. Novel kini pun tak bisa melihat secara normal lagi setelah mata kirinya rusak akibat disiram air keras pada April 2017 lalu.

Novel Baswedan mendapatkan bunga mawar oleh mantan pimpinan KPK setelah resmi dipecat. (Suara.com/Yaumal)
Novel Baswedan mendapatkan bunga mawar oleh mantan pimpinan KPK setelah resmi dipecat. (Suara.com/Yaumal)

"Saya melihatnya mekanisme yang dilakukan dalam assessment TWK itu digunakan sebagai alat untuk menyingkirkan. Indikatornya sangat jelas, tesnya tidak mau terbuka, terus banyak problematika dalam proses-prosesnya. Bahkan, menyasar hanya kepada orang-orang yang, apa ya, selama ini bekerja baik, justru malah ditakuti oleh para koruptor. Orang-orang itu yang dikenakan tidak memenuhi syarat," kata dia.

Novel pun menduga dirinya dan rekan-rekan yang dipecat ini memang sudah lama dibidik untuk disingkirkan setelah Firli Cs resmi memegang pucuk pimpinan KPK.

"Januari 2021 yang diduga pak Firli dan kawan-kawan menyisipkan aturan atau norma untuk dijadikan alat untuk menyingkirkan itu. Jadi seperti itu. Saya menduganya malah setelah sekian lama, dianggap tidak berdaya dengan undang-undang yang telah lemah tadi ternyata masih bisa untuk bekerja dengan segala kesulitannya itu justru dijadikan kekhawatiran untuk disingkirkan. Lucukan? Pimpinan KPK yang harusnya bekerja berantas korupsi, kok malah khawatir dengan orang yang berantas korupsi? Kan lucu jadinya," beber Novel.

Novel bakal merawat asanya, meski polemik TWK kini berujung dengan pemecatan dirinya sebagai penyidik senior KPK. Novel mengaku bakal tetap meneruskan perjuangannnya untuk memberantas korupsi.

"Saya telah berjuang, saya telah berbuat, dan keadaan tidak memungkinkan saya meneruskan apa yang saya lakukan, sesederhana itu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misi Indonesia Memanggil 57 Institute, Bentukan Novel Baswedan dkk usai Dipecat

Misi Indonesia Memanggil 57 Institute, Bentukan Novel Baswedan dkk usai Dipecat

Sumsel | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 14:25 WIB

Ingin Rekrut Novel Baswedan dkk, Polri Siapkan Tugas Khusus Ini

Ingin Rekrut Novel Baswedan dkk, Polri Siapkan Tugas Khusus Ini

Jawa Tengah | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Segera Panggil Novel Dkk karena Janji Mau Direkrut jadi ASN, Polri: Ini Bukan Jebakan

Segera Panggil Novel Dkk karena Janji Mau Direkrut jadi ASN, Polri: Ini Bukan Jebakan

News | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 11:59 WIB

Novel Baswedan Dkk Bentuk Indonesia Memanggil 57 Intitute Pasca Dipecat, Ini Tujuannya

Novel Baswedan Dkk Bentuk Indonesia Memanggil 57 Intitute Pasca Dipecat, Ini Tujuannya

Banten | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 09:20 WIB

Terkini

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:32 WIB

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:00 WIB

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:30 WIB

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:11 WIB

Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump

Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:04 WIB