Herbert Sakit Hati: 16 Tahun di KPK, Duduk Dua Jam Ikut TWK Dicap Anti Pancasila

Erick Tanjung, Welly Hidayat

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 22:57 WIB
Herbert Sakit Hati: 16 Tahun di KPK, Duduk Dua Jam Ikut TWK Dicap Anti Pancasila
Eks penyidik senior KPK Herbert Nababan. (Bidik layar/video G30S/TWK Operasi 'Membunuh' KPK)

Suara.com - Herbert Nababan, 16 tahun menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hingga masa bhaktinya berakhir pada Kamis (30/92021) Kemarin. Herbert telah dipecat bersama 57 pegawai lainnya yang tak lulus dalam Tes Wawasan kebangsaan/TWK.

Herbert mengaku masih sangat sakit hati atas sebutan tidak dapat dibina lagi karena mendapat rapor merah. Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Pimpinan KPK Alexander Marwata saat mengumumkan pegawai KPK yang lulus dan tidak lulus menjadi ASN di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Masih sakit hati sampai sekarang, hati saya belum sembuh karena di stigma, dikatakan salah satu komisioner Alexander Marwata di BKN bahwa ada yang masih bisa dibina (pegawai KPK) dan ada yang tidak bisa dibina," ucap Herbert dalam wawancara eksklusif Suara.com yang terdokumentasikan dalam video G30S/TWK Operasi 'Membunuh' KPK.

Menurut Herbert, pernyataan yang disampaikan oleh Alex saat itu dihadapan publik cukup serius dan harus dipertanggungjawabkan sebagai pejabat negara. Dimana, telah menstigma pegawai KPK yang benar-benar memiliki integritas dalam pemberantasan korupsi.

"Saya tidak tahu apa dasarnya karena hal itu adalah hal yang serius. Itu bukan main-main, bukan perkataan candaan, itu sebuah perkataan yang serius," ujar Herbert.

Apalagi, Herbert bersama eks 57 pegawai KPK hingga kini pun belum mengetahui dasar pimpinan KPK maupun BKN melabelkan pegawai tak lulus TWK tidak bisa dibina dan mendapat rapor merah.

"Apa dasarnya kami tidak tahu. Karena sampai detik ini juga tidak hukuman yang kami terima. Bahwa kami tidak bisa dibina, apalagi kami di cap Merah tidak tahu apa dasarnya atau basis penilaiannya sehingga mengeluarkan perkataan seperti itu," tuturnya.

Herbert menyebut pengabdiannya selama 16 tahun sebagai penyidik KPK melakukan penangkapan sejumlah koruptor hingga mampu mengembalikan kerugian keuangan negara, ternyata pupus hanya duduk selama dua jam menjadi korban TWK dengan label tidak mencintai NKRI.

"Sudah banyak pelaku koruptor yang kami tangkap. Kemudian dengan dua jam saya dikatakan atau dilabel tidak pancasila, tidak bisa dibina, cap merah," imbuhnya.

baca juga

Selain Herbert, dalam video dokumenter G30S/TWK Operasi 'Membunuh' KPK, terdapat pengakuan eks pegawai KPK lain seperti Ita Khoiriyah, Tri Artining Putri, Harun Al Rasyid, Yudi Purnomo, Herbert Nababan dan Novel Baswedan.

Dalam wawancara itu, mereka banyak mengungkap kejanggalan-kejanggalan seputar TWK, dan bagaimana sikap mereka setelah dipecat oleh Firli Cs. Tak hanya itu, mereka juga menilai pemilihan tanggal pemecatan, yakni 30 September 2021, adalah untuk menstigmatisasi mereka sebagai komunis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Pecat 58 Pegawai KPK, Novel Pastikan Firli Bahuri Tak Serius Ganyang Korupsi

Pasca Pecat 58 Pegawai KPK, Novel Pastikan Firli Bahuri Tak Serius Ganyang Korupsi

News | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 22:11 WIB

Kekhawatiran Novel Baswedan: Sikap Kritis KPK Akan Hilang di Tangan Firli Bahuri

Kekhawatiran Novel Baswedan: Sikap Kritis KPK Akan Hilang di Tangan Firli Bahuri

News | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 21:56 WIB

Tersimpan Selamanya, Kotak Kenangan Pegawai KPK Yang Didepak Firli Bahuri

Tersimpan Selamanya, Kotak Kenangan Pegawai KPK Yang Didepak Firli Bahuri

Liks | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 21:32 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×