alexametrics

KPK Telisik Rapat DPRD Lamteng Soal Anggaran, Ada Campur Tangan Azis Syamsuddin?

Iwan Supriyatna | Welly Hidayat
KPK Telisik Rapat DPRD Lamteng Soal Anggaran, Ada Campur Tangan Azis Syamsuddin?
Ketua Badan Anggaran DPR RI Aziz Syamsuddin usai mengikuti rapat Badan Musyawarah (BAMUS) di gedung Nusantara III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12/2017)[Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Diduga dalam perubahan anggaran tersebut ada keterlibatan tersangka eks Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik sejumlah rapat Anggota DPRD Lampung Tengah dalam pembahasan APBD- Perubahan di Lamteng. Diduga dalam perubahan anggaran tersebut ada keterlibatan tersangka eks Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Keterangan itu digali penyidik antirasuah setelah melakukan pemeriksaan terhadap PNS Syamsi Romli untuk tersangka Azis Syamsuddin. Ia diperiksa dengan penyidik antirasuah meminjam Kantor Polda Lampung.

"Syamsi Roli (PNS), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan bukti dokumen pembahasan rapat pada DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait pengurusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Sabtu (9/10/2021).

Seperti diketahui, Azis Syamsuddin diketahui menyuap eks penyidik KPK dari unsur Polri AKP Stepanus Robin Pattuju. Suap itu bertujuan agar KPK tidak melanjutkan proses penyelidikan perkara di Lampung Tengah.

Baca Juga: Update Kasus Suap Bupati Probolinggo, KPK Periksa Tiga Eks Ajudan Hasan Aminuddin

Robin dibantu oleh seorang Advokat bernama Maskur Husein untuk menerima uang dari Azis mencapai Rp 3,1 miliar.

Azis menghubungi AKP Robin saat masih bertugas di KPK untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado saat masih dalam tahap penyelidikan.

Aliza Gunado merupakan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Azis dan Aliza diminta oleh Maskur untuk menyiapkan uang Rp2 miliar. Keduanya pun akhirnya menyetujuinya.

Uang Muka Rp 300 Juta

Baca Juga: 57 Eks Pegawai KPK Tak Lolos TWK Bisa Direkrut Jadi ASN Polri, Nurul Ghufron Lempar ke BKN

Maskur diduga meminta uang Rp 300 juta kepada Azis yang disebut sebagai uang muka.

Komentar