alexametrics

Ingin Ajak Jepang Kerja Sama, Jokowi Sebut ASEAN Bisa Bangkit dari Keterpurukan Pandemi

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh
Ingin Ajak Jepang Kerja Sama, Jokowi Sebut ASEAN Bisa Bangkit dari Keterpurukan Pandemi
Presiden Jokowi saat berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-38 secara virtual. (BPMI)

"Momentum ini harus kita manfaatkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi bersama," katanya.

Suara.com - Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu sektor yang berpotensi menjadi fokus kerja sama ASEAN dengan Jepang. Jepang sendiri merupakan mitra terbesar ASEAN dalam bidang infrastruktur. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mendorong agar kerja sama dalam sektor infrastruktur tersebut terus dilanjutkan.

"Dari data yang ada, setidaknya saat ini Jepang memiliki beberapa proyek yang sedang berjalan dengan nilai USD259 miliar di beberapa negara ASEAN termasuk Indonesia," ujar Jokowi saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-24 ASEAN-Jepang secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).

Jokowi meyakini bahwa infrastruktur berpotensi menggerakkan roda perekonomian kawasan serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Infrastruktur dan konektivitas juga merupakan salah satu prioritas kerja sama konkret di bawah ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

"ASEAN-Jepang memiliki pengalaman kerja sama yang cukup panjang dalam pembangunan infrastruktur. Pemerintah Jepang telah lama terlibat mendukung implementasi Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC)," tutur Jokowi.

Baca Juga: Farhat Abbas Maju Jadi Calon Presiden 2024: Saya Bisa Lebih Hebat dari Jokowi

Jokowi menuturkan, Tahun 2023 Indonesia berencana untuk menyelenggarakan Forum Infrastruktur Indo-Pasifik. Jokowi meyakini Jepang akan mendukung penyelenggaraan forum tersebut.

"Kemitraan dengan sektor swasta Jepang pun menjadi penting, khususnya dalam hal transfer ilmu dan teknologi, dan mobilisasi pembiayaan," imbuhnya.

Tak hanya itu, Jokowi menegaskan bahwa negara ASEAN akan terus memperkuat pembangunan infrastruktur untuk memfasilitasi kebangkitan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan. Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur di negara ASEAN juga bermanfaat bagi Jepang. 

"Ini membuka peluang bagi relokasi industri manufaktur Jepang ke kawasan sekaligus diversifikasi rantai suplai globalnya ke negara ASEAN. Saya yakin dengan bekerja sama, kita akan dapat pulih dan bangkit bersama dari pandemi dan keterpurukan ekonomi," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi meyakini bahwa situasi pandemi yang terus membaik di kawasan akan memberikan dampak yang baik bagi pemulihan ekonomi di kawasan. Menurut perkiraan IMF, kawasan emerging and developing Asia akan tumbuh 7,2 persen pada 2021 dan 6,3 persen pada 2022.

Baca Juga: Kebut Vaksinasi Luar Jawa-Bali, Menko Airlangga Hartarto Minta Peran Swasta

"Momentum ini harus kita manfaatkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi bersama," katanya.

Komentar