Hidup Bersama Mumi-mumi Tertua di Dunia

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:41 WIB
Hidup Bersama Mumi-mumi Tertua di Dunia
BBC

Suara.com - "Mungkin hidup di kompleks permakaman tampak aneh bagi sebagian orang, tapi kami sudah terbiasa," ujar Ana Maria Nieto, yang bermukim di Kota Arica, Chile.

Arica, yang berbatasan dengan Peru, dibangun di atas bukit pasir di Gurun Atacama, gurun terkering di dunia.

Namun, jauh sebelum kota pesisir itu didirikan pada abad ke-16, kawasan tersebut sudah dihuni orang-orang Chinchorro.

Budaya Chinchorro menjadi sorotan publik pada Juli lalu, manakala organisasi kebudayaan PBB (UNESCO) memasukkan ratusan mumi yang diawetkan orang-orang Chinchorro ke dalam Daftar Warisan Dunia.

Mumi-mumi Chinchorro pertama kali didokumentasikan oleh arkeolog asal Jerman bernama Max Uhle, setelah menemukan sejumlah mumi di pantai. Namun, perlu waktu selama berpuluh tahun guna menentukan umur mumi-mumi tersebut.

Penanggalan radiokarbon akhirnya memperlihatkan bahwa mumi-mumi tersebut berumur lebih dari 7.000 tahun lalulebih tua 2.000 tahun dari mumi-mumi Mesir kuno yang diketahui secara luas oleh khalayak dunia.


Baca juga


Budaya Chinchorro


  • Budaya pra-keramik yang berlangsung antara 7.000 hingga 1.500 Sebelum Masehi
  • Mencari makan dengan menangkap ikan serta berburu-meramu
  • Hidup di kawasan yang kini merupakan bagian utara Chile dan Peru selatan.
  • Memumikan jenazah dengan cara yang rumit dan menggugah
  • Mumifikasi diyakini dimulai sebagai cara untuk mengenang mereka yang meninggal

Fakta ini menjadi bukti arkeologis bahwa mumi-mumi Chinchorro merupakan mumi artifisial paling tua di dunia.

Bernardo Arriaza, seorang ahli antropologi yang pakar di bidang kebudayaan Chinchorro, mengatakan kaum Chinchorro sengaja berlatih teknik mumifikasi.

Itu artinya mereka menggunakan teknik pengawetan jenazah, alih-alih sengaja membiarkan jenazah menjadi mumi dalam iklim keringwalau ada pula ditemukan sejumlah jasad yang menjadi mumi secara alami di lokasi tersebut.

Orang-orang Chinchorro, menurut Arriaza, membuat sayatan kecil pada jasad yang hendak dijadikan mumi untuk mengeluarkan organ-organ tubuh. Rongga yang ada kemudian dikeringkan, sedangkan kulit jenazah dikupas.

Orang-orang Chinchorro lantas mengisi jasad dengan serat-serat alami serta ranting untuk menegakkannya sebelum menggunakan ilalang untuk menjahit kulit.

Mereka juga memasang rambut hitam tebal di bagian kepala mumi dan menutupi wajahnya dengan tanah liat serta topeng. Lubang lalu dibuat pada bagian mata dan mulut.

Akhirnya, jasad dilukis dengan warna merah atau hitam menggunakan pigmen dari mineral, oker, mangan, dan besi oksida.

Metode dan pendekatan mumifikasi orang-orang Chinchorro amat berbeda dengan teknik yang digunakan bangsa Mesir kuno, kata Arriaza.

Letak perbedaannya, bangsa Mesir kuno tak hanya menggunakan minyak dan perban. Mereka juga hanya melakukan mumifikasi untuk kaum elite yang meninggal dunia. Sedangkan orang-orang Chinchorro memumifikasi para pria, perempuan, anak, bayi, hingga janin terlepas dari status mereka.


Baca juga:


Hidup bersama para jenazah

Keberadaan ratusan mumi di Arica dan lokasi lain tidak menggentarkan penduduk setempat. Mereka justru hidup berdampingandan bahkan di ataspara jenazah.

Menemukan sisa-sisa jenazah saat membangun rumah atau ada anjing yang tak sengaja menggali tanah tempat mumi berada merupakan pengalaman sehari-hari penduduk setempat selama bergenerasi-generasi. Hanya saja, mereka baru menyadari betapa berharganya para jenazah itu.

"Kadangkala warga menceritakan kepada kami tentang anak mereka yang menggunakan tengkorak untuk bola sepak dan mengambil pakaian mumi. Tapi sekarang mereka paham untuk melaporkan ke kami ketika mereka menemukan sesuatu dan tidak diutak-atik," kata arkeolog, Janinna Campos Fuentes.

Dua warga setempat, Ana Mara Nieto dan Paola Pimentel, bahagia Unesco mengakui betapa pentingnya budaya Chinchorro.

Kedua perempuan ini memimpin rukun warga dekat dua lokasi penggalian dan bekerja sama dengan sekelompok ilmuwan dari Universitas Tarapac untuk membantu masyarakat memahami pentingnya budaya Chinchorro serta memastikan lokasi-lokasi itu dirawat.

Saat ini hanya ada sebagian kecil dari 300-an mumi Chinchorro yang ditampilkan. Sebagian besar ditampung di Museum Arkeologi San Miguel de Azarpa.

Museum yang dimiliki dan dikelola Universitas Tarapac itu dapat dijangkau dari Arica selama 30 menit berkendara.

Ada beberapa rencana agar museum lokal itu dilengkapi fitur interaktif dan memberdayakan warga setempat sebagai pemandu wisata. Di museum itu para pengunjung bisa menyaksikan sejumlah mumi Chinchorro dibaringkan di bawah kaca pengaman. Ada pula pameran yang memperlihatkan proses mumifikasi.

Ke depan, hendak dibuat museum yang lebih besar agar bisa menampung lebih banyak mumi. Namun, dana juga diperlukan untuk memastikan mumi-mumi itu terawat dengan baik sehingga tidak rusak.

Arriaza selaku pakar budaya Chinchorro, serta arkeolog Jannina Campos, meyakini Arica dan bukit-bukit di sekitarnya masih punya banyak harta yang belum ditemukan. Untuk menemukannya, diperlukan lebih banyak sumber daya.

Sang Wali Kota, Gerardo Espindola Rojas, berharap dengan dimasukkannya mumi-mumi Chinchorro ke dalam Daftar Warisan Dunia, pariwisata akan bangkit dan dana tambahan bisa terkumpul.

Meski demikian, dia menegaskan pembangunan harus dilakukan secara tepat dengan bekerja sama dengan komunitas yang merawat lokasi tersebut.

"Tidak seperti Roma yang berada di atas monumen-monumen, masyarakat Arica hidup di atas sisa-sisa jenazah dan kami perlu melindungi mumi-mumi."

Dia mengatakan aturan tata kota sudah siap dan arkeolog akan hadir ketika pembangunan berlangsung guna memastikan sisa-sisa jenazah tidak terganggu.

Wali Kota Espindola juga berkeras warisan Arica harus berada di tangan warga setempat dan menguntungkan komunitas lokal,, tidak seperti daerah lain di Chileyang tanahnya dibeli perusahaan multinasional untuk mengambil untung dari pariwisata.

Ketua rukun warga, Ana Maria Prieto, mengatakan keberadaan mumi-mumi Chinchorro akan bermanfaat bagi semua orang.

"Ini adalah kota kecil, tapi bersahabat. Kami ingin turis-turis dan para ilmuwan dari seluruh dunia untuk datang dan belajar mengenai budaya Chinchorro yang luar biasa dan kami alami sepanjang hidup."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:51 WIB

Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut

Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:48 WIB

Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen

Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:39 WIB

Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran

Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:35 WIB

Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:32 WIB

Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi

Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:59 WIB

Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini

Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:47 WIB

Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat

Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:45 WIB

Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum

Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:32 WIB

Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL

Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:24 WIB