Larang Mata Uang Asing, Warga Afghanistan Terancam Dihukum Jika Langgar Aturan Taliban

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 03 November 2021 | 12:16 WIB
Larang Mata Uang Asing, Warga Afghanistan Terancam Dihukum Jika Langgar Aturan Taliban
Larang Mata Uang Asing, Warga Afghanistan Terancam Dihukum Jika Langgar Aturan Taliban. Taliban di Afganistan. [DW Indonesia]

Suara.com - Taliban telah mengumumkan larangan total penggunaan mata uang asing di Afghanistan. Langkah tersebut dipastikan akan menyebabkan gangguan lebih lanjut terhadap ekonomi di Afghanistan.

Mengutip Aljazeera, Rabu (3/11/2021), pengumuman tersebut diunggah pada Selasa (2/11/2021) oleh juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Pengumuman yang mengejutkan tersebut datang beberapa jam setelah serangan senjata dan bom terkoordinasi di rumah sakit militer terbesar Afghanistan di Kabul yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai puluhan lainnya.

“Emirat Islam menginstruksikan semua warga, pemilik toko, pedagang, pengusaha dan masyarakat umum untuk melakukan semua transaksi di Afghanistan dan secara ketat menahan diri dari menggunakan mata uang asing,” kata Taliban dalam pengumuman tersebut.

"Siapa pun yang melanggar perintah ini akan menghadapi tindakan hukum.”

Penggunaan dollar AS tersebar luas di pasar Afghanistan, sementara daerah perbatasan menggunakan mata uang negara tetangga seperti Pakistan untuk perdagangan.

Pemerintah Taliban mendesak untuk melepaskan miliaran dollar cadangan bank sentral ketika negara yang dilanda kekeringan tersebut menghadapi krisis uang tunai, kelaparan massal, dan krisis migrasi baru.

Pemerintah Afghanistan sebelumnya yang didukung Barat telah menaruh miliaran dollar aset di luar negeri dengan Federal Reserve Amerika Serikat dan bank sentral lainnya di Eropa.

Namun setelah Taliban mengambil alih Afghanistan pada Agustus 2021, Amerika Serikat, Bank Dunia, dan Dana Moneter Internasional (IMF) memutuskan untuk memblokir akses Afghanistan ke aset dan pinjaman lebih dari 9,5 miliar dollar AS.

baca juga

Keputusan tersebut berdampak buruk pada pelayanan kesehatan Afghanistan dan sektor lainnya yang semuanya berjuang untuk melanjutkan operasional di tengah pengurangan bantuan internasional. (Jacinta Aura Maharani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Pria Berpendidikan di Afghanistan, dari Asisten Profesor Jadi Buruh Bangunan

Nasib Pria Berpendidikan di Afghanistan, dari Asisten Profesor Jadi Buruh Bangunan

News | Rabu, 03 November 2021 | 11:00 WIB

Taliban Segera Izinkan Anak Perempuan Afghanistan Kembali Bersekolah

Taliban Segera Izinkan Anak Perempuan Afghanistan Kembali Bersekolah

Riau | Rabu, 03 November 2021 | 08:05 WIB

Imigran Afghanistan di Medan Demo Minta Dikirim ke Negara Ketiga

Imigran Afghanistan di Medan Demo Minta Dikirim ke Negara Ketiga

Sumut | Senin, 01 November 2021 | 20:32 WIB

Warga Afghanistan Rela Jual Bayi Demi Bertahan Hidup

Warga Afghanistan Rela Jual Bayi Demi Bertahan Hidup

Video | Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:05 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×