Program Pejuang Muda Besutan Kemensos Tuai Hasil Signifikan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 11 November 2021 | 09:25 WIB
Program Pejuang Muda Besutan Kemensos Tuai Hasil Signifikan
Pejuang Muda. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Komitmen Kementerian Sosial (Kemensos) dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pejuang Muda menunjukkan hasil yang signifikan. Tidak kurang dari 104.086 data penerima bantuan telah diverifikasi oleh Pejuang Muda yang tersebar di seluruh Indonesia hanya dalam kurun waktu delapan hari.

Verifikasi data ini sekaligus menjadi ajang bagi Pejuang Muda untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dan mengaktualisasikan dirinya dengan terjun langsung di masyarakat. Selain itu, terdapat potensi alam maupun sumber daya manusia yang bisa digali dari masyarakat kurang mampu di tengah keterbatasan yang mereka miliki.

“Banyak ide kreatif yang digagas oleh para Pejuang Muda untuk menciptakan sumber ekonomi berkelanjutan. Tentunya hal tersebut disesuaikan dengan potensi atau kekayaan alam yang dimiliki agar memiliki nilai tambah,” ungkap Chaerur Rozikin, akademisi dan mentor Pejuang Muda saat diwawancarai dalam kegiatan Kunjungan Kerja Pejuang Muda di Ponpes Bai Mahdi Sholeh Ma’mun di Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (9/11/2021).

Di Kabupaten Serang, proses pemberdayaan masyarakat dimulai dengan melakukan analisa wilayah di 9 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Serang yakni Kecamatan Baros, Kecamatan Ciomas, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Petir, Kecamatan Cikeusal, Kecamatan Pamarayan, Kecamatan Bandung, Kecamatan Kragilan dan Kecamatan Ciruas.

Dari hasil analisis, diperoleh informasi bahwa ada empat kecamatan yang memiliki potensi dan permasalahan yang cocok dilakukan pemberdayaan yaitu Kecamatan Pamarayan dengan potensi ekowisata bendungan dan budidaya ikan, Kecamatan Cikeusal dengan potensi peternakan, Kecamatan Petir dengan potensi industri sentra tas dan Kecamatan Baros dengan rutilahu.

Berbeda dengan Kabupaten Serang, pemberdayaan di Kota Serang akan berfokus pada pengelolaan limbah industri, salah satunya yang akan dilakukan di Kampung Sewor dan Kampung Cidadap Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang.

Faisal (23), peserta sekaligus Koordinator Pejuang Muda Kota Serang mengatakan ia dan 15 Pejuang Muda lainnya di Kota Serang berencana mengedukasi warga agar tidak membuang limbah hasil olahan langsung ke lingkungan. Hal ini mengingat masih banyak warga yang membuang limbah industri tempe ke selokan.

“Kami ajak warga untuk membudidayakan maggot. Selain bisa mengurai limbah, penjualan maggot berpotensi membantu ekonomi masyarakat agar bisa bertahan di tengah situasi pandemi. Juga potensinya itu bisa terus ada walaupun keadaan berubah,“katanya.

Pemberdayaan dan verifikasi data yang dilakukan oleh Pejuang Muda tidak lepas dari tujuan utama yaitu ketepatan penyaluran bantuan sosial. Exclusion dan inclusion error dapat diminimalisir sehingga bantuan sosial lebih tepat sasaran.

baca juga

Dalam pelaksanaannya, Pejuang Muda menggunakan aplikasi Social Affair Geographic Information System (SAGIS) di mana setiap penerima bantuan yang diverifikasi dapat dikonfirmasi lokasi dan kondisi rumahnya.

Diharapkan keberadaan Pejuang Muda membawa spirit baru bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan lebih awas terhadap potensi ekonomi di sekitar agar dapat mandiri, berdaya dan bertahan di berbagai kondisi.

Sebagai informasi, Pejuang Muda merupakan program sinergi antara Kemensos, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Kementerian Agama yang diperuntukkan bagi mahasiswa agar berperan dalam penanganan kemiskinan dan masalah sosial di masyarakat.

Program ini menggandeng 5.140 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang akan diterjunkan ke tengah masyarakat untuk mengetahui permasalahan sosial dari dekat dan berupaya menyelesaikan masalah kemiskinan di 514 kab/kota di seluruh Indonesia.

Di lokasi tugas, Pejuang Muda mengerjakan proyek-proyek penanganan kemiskinan dan masalah sosial yang didukung anggaran oleh Kementerian Sosial. Anggaran dialokasikan sebesar Rp178 miliar bagi 5.140 mahasiswa.

Dalam Pejuang Muda terdapat empat pilihan program, yaitu di bidang bantuan sosial, pemberdayaan, lingkungan, serta fasilitas lingkungan yang terpenting bagi mahasiswa bisa memilih program dengan bobot 20 SKS selama satu semester.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Syarat Penerima Serta Cara Mendapatkan Bansos

Daftar Syarat Penerima Serta Cara Mendapatkan Bansos

Jabar | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 17:00 WIB

Mudah, Begini Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi Resmi Kemensos

Mudah, Begini Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi Resmi Kemensos

Jabar | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 13:07 WIB

Kunjungi Bali, Mensos Dinilai Miliki Sense of Crisis yang Tinggi

Kunjungi Bali, Mensos Dinilai Miliki Sense of Crisis yang Tinggi

News | Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:47 WIB

Daftar 8 Bansos Cair Oktober 2021 yang Disiapkan Pemerintah

Daftar 8 Bansos Cair Oktober 2021 yang Disiapkan Pemerintah

Jabar | Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:25 WIB

Simak! Cara Daftar Bansos Terbaru Lewat Aplikasi Buatan Kemensos

Simak! Cara Daftar Bansos Terbaru Lewat Aplikasi Buatan Kemensos

Jabar | Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Cara Mengecek Bansos Kemensos Resmi Melalui Aplikasi

Cara Mengecek Bansos Kemensos Resmi Melalui Aplikasi

Jabar | Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB