Menteri Kesehatan: Jerman Hadapi "Darurat Nasional" Wabah Corona

Siswanto, Deutsche Welle

Sabtu, 20 November 2021 | 04:49 WIB
Menteri Kesehatan: Jerman Hadapi "Darurat Nasional" Wabah Corona
DW

Suara.com - Gelombang keempat COVID-19 meningkatkan jumlah infeksi corona secara dramatis di Jerman. Menteri Kesehatan Jerman mengatakan tidak akan kesampingkan kebijakan apa pun, termasuk lockdown.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada hari Jumat (19/11) mengatakan bahwa situasi pandemi telah memburuk dalam seminggu terakhir dan kini keadaannya "lebih serius daripada minggu lalu."

Spahn menambahkan bahwa Jerman tengah menghadapi situasi "darurat nasional."

Saat ditanya tentang kemungkinan memberlakukan kebijakan kuncian atau lockdown bagi semua orang, Spahn berkata: "Kita berada dalam situasi di mana kami tidak dapat mengesampingkan apa pun."

Komentar itu muncul ketika majelis tinggi parlemen Jerman, Bundesrat, menyetujui pembatasan baru untuk mengekang penyebaran COVID-19, sehari setelah majelis rendah meloloskannya.

Spahn berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Lothar Wieler, kepala badan pengendalian penyakit menular Robert Koch Institute (RKI).

Lothar Wieler melukiskan gambaran dramatis tentang perkembangan infeksi virus corona.

Ia menunjukkan bahwa di lebih dari seperempat distrik di seluruh Jerman, tingkat insiden tujuh hari berada di atas 500 infeksi baru per 100.000 orang dan banyak rumah sakit berada pada titik puncaknya.

"Kita harus memutar balik keadaan. Benar-benar tidak ada waktu dapat yang terbuang sia-sia," ujar Wieler sambil menekankan pentingnya vaksinasi.

baca juga

Bagaimana situasi pandemi di Jerman saat ini?

Dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus baru melonjak lebih dari 60%. Pada hari Jumat, Jerman mencatat 52.970 infeksi baru setiap hari.

Sehari sebelumnya yakni pada Kamis (18/11) tercatat rekor lebih dari 65.000 kasus harian, rekor sejak awal pandemi.

Pejabat kesehatan memperingatkan bahwa jumlahnya kemungkinan akan meningkat dua kali lipat dalam beberapa hari mendatang.

Uwe Janssens, Sekretaris Jenderal Masyarakat Jerman untuk Perawatan Intensif Internal, mengatakan kepada DW bahwa jumlahnya "benar-benar mengkhawatirkan."

"Saat ini, sekitar 0,8% orang yang terinfeksi harus dirawat lebih lanjut di unit perawatan intensif," katanya.

Dan jika ada 50.000-60.000 infeksi baru sehari, "Anda dapat menghitung berapa banyak orang yang akan dirawat di unit perawatan intensif dalam 7, 10 sampai 12 hari."

Apa aturan baru COVID-19 di Jerman?

Sesuai aturan baru, insiden rawat inap akan menjadi tolok ukur baru dalam memperkenalkan protokol COVID-19 yang lebih ketat di Jerman.

Menurut metrik tersebut, jika lebih dari tiga penduduk per 100.000 di suatu wilayah dirawat di rumah sakit karena COVID-19, aturan 2G (sembuh dan telah divaksin lengkap) akan berlaku untuk semua aktivitas rekreasi publik di negara bagian tertentu.

Aturan 2G+ akan berlaku jika insiden rawat inap mencapai nilai enam per 100.000. Ini berarti orang yang telah divaksinasi dan telah pulih akan diminta untuk menyediakan bukti tes COVID-19 negatif untuk bisa mengakses tempat-tempat tertentu.

Bila nilai insiden telah mencapai sembilan atau lebih, akan diterapkan tindakan lebih lanjut seperti pembatasan kontak.

Saat ini, semua negara bagian Jerman kecuali Hamburg, Nieder-Sachsen, Schleswig-Holstein dan Saarland berada di atas nilai tiga.

Negara Bagian Sachsen-Anhalt dan Thüringen berada di atas nilai sembilan.

Rencana tersebut juga mencakup pengujian harian wajib bagi karyawan dan pengunjung panti jompo, terlepas dari apakah mereka telah divaksinasi atau tidak.

Selain itu ada juga aturan 3G (divaksinasi, pulih, atau diuji) yang mewajibkan orang untuk menunjukkan bukti vaksinasi, atau pemulihan lengkap atau hasil tes negatif COVID-19 yang valid untuk memasuki tempat kerja dan menggunakan transportasi umum.

Tes antigen cepat akan tetap gratis untuk semua orang. Aturan bekerja dari rumah juga akan berlaku kembali.

Perawat, terutama yang bekerja di fasilitas perawatan intensif, akan menerima bonus.

Aturan baru kemungkinan akan mulai berlaku minggu depan. Tekankan pentingnya suntikan booster

Sementara itu, Komite Tetap Vaksinasi Jerman (STIKO) pada hari Kamis (18/11) merekomendasikan suntikan vaksin booster untuk semua orang dewasa.

Suntikan tambahan ini harus diberikan enam bulan setelah suntikan vaksin terakhir.

Namun, bisa dipersingkat menjadi lima bulan jika kapasitasnya cukup. Komite merekomendasikan prioritas booster diberikan kepada orang dengan gangguan kekebalan, lansia di atas 70 tahun, pasien dan pengasuh di panti jompo dan staf pekerja di fasilitas-fasilitas medis.

Terlepas dari vaksin apa yang diberikan sebelumnya, vaksin mRNA harus diberikan sebagai suntikan booster.

Perempuan hamil setelah trimester kedua juga dianjurkan menerima suntikan booster.

Namun demikian, tingkat vaksinasi Jerman telah mengalami stagnasi di bawah 70% dalam beberapa minggu terakhir.

Di Jerman, penggunaan vaksin yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan bagian lain di Eropa Barat.

Rumah sakit hadapi tekanan berat

Gelombang COVID-19 terbaru telah membawa tekanan besar bagi rumah sakit di beberapa bagian Jerman.

"Di selatan Jerman, di Bayern, Sachsen dan Baden-Württemberg dan daerah lain, rumah sakit dan bahkan unit perawatan intensif berada dalam tekanan tinggi, bebannya sangat tinggi sehingga di beberapa daerah tidak tersedia tempat tidur di unit perawatan intensif," ujar Uwe Janssens, Sekretaris Jenderal Masyarakat Jerman untuk Perawatan Intensif Internal.

"Jadi kami harus menunda operasi yang telah direncanakan."

Rumah sakit tidak hanya berjuang dalam menghadapi peningkatan pasien, tetapi juga kekurangan personel terlatih.

Jam kerja yang panjang, gaji rendah, dan stres selama pandemi telah membuat orang meninggalkan pekerjaan di sektor perawatan kesehatan. ae/yf (AP, AFP, Reuters, dpa)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jet Tempur F-16 Amerika Serikat Jatuh di Jerman

Jet Tempur F-16 Amerika Serikat Jatuh di Jerman

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:13 WIB

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 12:18 WIB

Kabar Buruk dari Jerman! Laurin Ulrich Dipanggil Tim Panzer, Batal Dinaturalisasi PSSI?

Kabar Buruk dari Jerman! Laurin Ulrich Dipanggil Tim Panzer, Batal Dinaturalisasi PSSI?

Bola | Senin, 21 September 2026 | 11:30 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Jerman Incar Industri Strategis RI, Semikonduktor dan Baterai EV Jadi Rebutan

Jerman Incar Industri Strategis RI, Semikonduktor dan Baterai EV Jadi Rebutan

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Jurgen Klopp Resmi Ambil Alih Timnas Jerman, Misi Bangun Ulang Die Mannschaft Dimulai

Jurgen Klopp Resmi Ambil Alih Timnas Jerman, Misi Bangun Ulang Die Mannschaft Dimulai

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Daftar Negara Sahabat Ucapkan HUT RI ke-81, Mesir Hingga Jerman

Daftar Negara Sahabat Ucapkan HUT RI ke-81, Mesir Hingga Jerman

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17 WIB

9.800 Orang Tewas karena Gelombang Panas Ekstrem di Jerman

9.800 Orang Tewas karena Gelombang Panas Ekstrem di Jerman

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:06 WIB

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:33 WIB

Terkini

Dijanjikan Prabowo Naik Pangkat, Herry Heryawan Kini Jadi Kabaharkam Polri

Dijanjikan Prabowo Naik Pangkat, Herry Heryawan Kini Jadi Kabaharkam Polri

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Berpengalaman di Densus 88 Hingga BIN, Irjen Victor Lateka Kini Jabat Wadankor Brimob

Berpengalaman di Densus 88 Hingga BIN, Irjen Victor Lateka Kini Jabat Wadankor Brimob

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Daily Exfoliating Cleanser Cetaphil untuk Apa? Kenali Kandungan dan Cara Pakainya

Daily Exfoliating Cleanser Cetaphil untuk Apa? Kenali Kandungan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Ulasan Film Djamin Setia Selamanya: Biopik Sejarah yang Sangat Menggugah!

Ulasan Film Djamin Setia Selamanya: Biopik Sejarah yang Sangat Menggugah!

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Alasan Jenderal Suyudi Mutasi Besar-besaran Usai Sehari Jadi Kapolri

Alasan Jenderal Suyudi Mutasi Besar-besaran Usai Sehari Jadi Kapolri

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:00 WIB

×