PTM 100 Persen SDN 02 Pondok Bambu, Siswa Bersuhu Tinggi Akan Ditempatkan di Ruang Isolasi

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Senin, 03 Januari 2022 | 10:30 WIB
PTM 100 Persen SDN 02 Pondok Bambu, Siswa Bersuhu Tinggi Akan Ditempatkan di Ruang Isolasi
SD Negeri 02 Pondok Bambu, Jakarta Timur, menjadi salah satu sekolah yang menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka dengan kapasitas 100 persen pada Senin (3/1/2021) ini. (Suara.com/Yosea Arga)

Suara.com - SD Negeri 02 Pondok Bambu, Jakarta Timur, menjadi salah satu sekolah yang menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka dengan kapasitas 100 persen pada Senin (3/1/2021) ini. Tentunya, protokol kesehatan turut dikedepankan agar kegiatan belajar dan mengajar berjalan dengan lancar.

Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 02 Pondok Bambu, Ary Lestary, mengatakan pihanya melakukan sosialisasi dengan para orangtua murid sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka berlangsung hari ini. Hal itu merujuk pada instruksi Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta.

"Sesuai dengan instruksi Dinas, kami telah melakukan sosialisasi tentunya terlebih dulu bersama wali murid dan para siswa," kata Ary di lokasi.

Serupa dengan pembelajaran tatap muka yang sebelumnya telah berlangsung, para siswa diminta untuk mencuci tangan saat tiba di sekolah. Kemudian, para siswa harus menjalani pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki ruang kelas.

Apabila ada siswa yang bersuhu tinggi, kata Ary, maka akan langsung ditempatkan sementara di ruang isolasi yang telah disediakan. Pasalnya, siswa dengan suhu tinggi akan menjadi konsentrasi pihak sekolah -- terutama suhu 37 derajat celcius ke atas.

"Dimulai datang, cuci tangan dan cek suhu, cek suhu untuk yang urgent 37 ke atas itu menjadi konsen, dan nanti kalau memang ada siswa bersuhu tinggi kami bisa amankan di ruang isolasi terlebih dahulu," kata dia.

Jarak 1 Meter

Ary mengatakan, pihaknya juga telah membikin jarak aman ketika para siswa akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Kata dia, jarak aman antarsiswa di ruang kelas yakni 1 meter.

"Karena PTM 100 persen ini jarak antara siswa 1 meter, 1 meter itu disesuaikan dengan sekolah masing-masing," beber Ary.

baca juga

Ary menambahkan, SD Negeri 02 Pondok Bambu memiliki ruang kelas yang bisa menampung jarak 1 meter antarsiswa. Jika di total, jumlah siswa dalam satu ruang kelas berjumlah 30 sampai 32 orang.

"Alhamdulillah kami mempunyai ruang kelas yang bisa menampung jarak seperti itu. Kemudian siswa sudah masuk 100 persen dan rata-rata siswa per kelasnya di SDN Pondok Bambu 02 sekitar 30-32 siswa maksimalnya," pungkas Ary.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Covid-19 Usai Libur Akhir Tahun, IDAI Minta Sekolah Perketat Prokes

Antisipasi Covid-19 Usai Libur Akhir Tahun, IDAI Minta Sekolah Perketat Prokes

News | Senin, 03 Januari 2022 | 09:22 WIB

PTM Kapasitas 100 Persen Di SDN 02 Pondok Bambu, Orang Tua Siswa: Biar Bisa Sosialisasi

PTM Kapasitas 100 Persen Di SDN 02 Pondok Bambu, Orang Tua Siswa: Biar Bisa Sosialisasi

News | Senin, 03 Januari 2022 | 09:19 WIB

PTM Digelar di Tengah Munculnya Omicron, Ini kata IDAI

PTM Digelar di Tengah Munculnya Omicron, Ini kata IDAI

Lampung | Senin, 03 Januari 2022 | 08:27 WIB

Terbaru, 13 Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Terkait Pembelajaran Tatap Muka

Terbaru, 13 Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Terkait Pembelajaran Tatap Muka

Sulsel | Senin, 03 Januari 2022 | 04:45 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×