Video Lama Pengakuan Bupati Langkat: Kerangkeng Manusia di Rumah Sudah 10 Tahun, Ribuan Orang Pernah Masuk

Rifan Aditya, Fita Nofiana

Kamis, 27 Januari 2022 | 10:01 WIB
Video Lama Pengakuan Bupati Langkat: Kerangkeng Manusia di Rumah Sudah 10 Tahun, Ribuan Orang Pernah Masuk
Bupati langkat dan kerangkeng di rumahnya (Youtube/ Tiorita Rencana)

Suara.com - Bupati non-aktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin diketahui memiliki kerangken manusia di kediamannya.

Sel itu berisikan 40 orang yang diduga menjadi korban perbudakan Bupati Terbit. Namun pihaknya berkilah bahwa kerangkeng tersebut untuk pembinaan para pecandu narkoba. Ia pun enggan menyebut tempat tersebut sebagai rehabilitasi.

Pada video interview lama, Terbit Rencana memang menyatakan bahwa ia memiliki kerangkeg tersebut yang ia sebut dengan 'tempat binaan' untuk pecandu narkoba di rumahnya.

"Itu adalah pembinaan yang saya buat selama ini untuk membina bagi masyarakat yang penyalahgunaan narkoba," ungkap Terbit Rencana pada video yang diuanggah Channel Yoitube Tiorita Rencana, (27/3/2021).

Saat ditanya berapa lama ia menjalankan 'tempat pembinaan' tersebut, Terbit mengaku sudah sampai 10 tahunan.

"Bisa dikatakan kurang lebih dari 10 tahun lah," imbuhnya.

Ia juga menyatakan bahwa luas tempat pembinaan berada di sekitar rumahnya.

"Perawatan itu gratis semua, kita yang menyediakan semua," ungkapnya.

Terbit Rencana menyatakan bahwa pembuatan 'tempat pembinaan' itu dilakukan bahkan sebelum ia menjabat sebagai ketua DPRD.

baca juga
Bupati langkat dan kerangkeng di rumahnya (Youtube/ Tiorita Rencana)
Bupati langkat dan kerangkeng di rumahnya (Youtube/ Tiorita Rencana)

"Dengan hati yang ikhlas niat yang baik, kami berharap kami membantu keluarga yang terkena narkoba kalau kita melakukan itu seolah membantu keluarga yang salah satu kena penyalah gunaan narkoba," ungkapnya.

"Kami sungguh perhatian terhadap penyalahgunaan narkoba," tambahnya lagi.

Ditanya sudah berapa orang yang masuk dalam program binaanya tersebut, Terbut Rencana menyatakan bahwa setidaknya ada ribuan ornag.

"Kurang lebih pasien yang sudah kami bina itu 200 sampai 3000 orang lah yang sudah keluar dari sini," ungkap Terbit. 

"Setiap harinya itu 100 orang yang kita bina di tempat kita," imbuhnya.

Pada video tersebut, ia menegaskan bahwa pembuatan tempat binaan tersebut murni inisiatinya bersama keluarga. Ia menyatakan bahwa tak ada pihak lain yang membantu baik dari pemerintah maupun organisasi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM dan Kapolda Sumut Tinjau Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat, Warga Teriak: Dia Malaikat Kami!

Komnas HAM dan Kapolda Sumut Tinjau Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat, Warga Teriak: Dia Malaikat Kami!

Sumut | Rabu, 26 Januari 2022 | 21:55 WIB

Pandangan Komnas HAM Terkait Kerangkeng Jadi Tempat Rehabilitasi di Rumah Bupati Langkat

Pandangan Komnas HAM Terkait Kerangkeng Jadi Tempat Rehabilitasi di Rumah Bupati Langkat

Sumut | Rabu, 26 Januari 2022 | 21:19 WIB

Kapolda Sumut soal Dugaan Perbudakan Modern di Rumah Bupati Langkat: Tenang Aja, Kita Dalami

Kapolda Sumut soal Dugaan Perbudakan Modern di Rumah Bupati Langkat: Tenang Aja, Kita Dalami

Sumut | Rabu, 26 Januari 2022 | 21:09 WIB

Terkini

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?

Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya

Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?

Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau

Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI

Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI

Bri | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga

Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:19 WIB

×