Ukraina Hadapi Ancaman Invasi Rusia, Warga: Saya Siap Angkat Senjata

Siswanto, BBC

Jum'at, 28 Januari 2022 | 10:18 WIB
Ukraina Hadapi Ancaman Invasi Rusia, Warga: Saya Siap Angkat Senjata
BBC

Suara.com - Di satu sisi, diperkirakan 100.000 tentara Rusia sudah dikerahkan ke perbatasan Ukraina. Di sisi lain, Amerika Serikat bersama beberapa negara NATO mulai mengirimkan jutaan bantuan militer.

Tapi apa pendapat orang Ukraina mengenai hal itu?

Pekan ini sebuah video viral di Ukraina memperlihatkan seorang pria paruh baya menyatakan kesiapannya untuk membela keluarga dan negaranya dari potensi invasi Rusia. Dia terlihat tulus.

"Saya akan angkat senjata dan pergi berperang. Saya siap," katanya kepada kru TV dari saluran berita TV berbahasa Rusia, Current Time.

Dia mengatakan rencana daruratnya sudah siap.

Setelah membawa keluarganya ke rumah musim panas mereka, dia akan kembali ke kota Kharkiv dan mengangkat senjata.

Baca juga:

Kharkiv terletak kurang dari satu jam perjalanan dari perbatasan Ukraina-Rusia. Ribuan tentara Rusia saat ini ditempatkan tepat di perbatasan kedua negara.

Banyak pengamat, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, memperingatkan kemungkinan ancaman terhadap kota Kharkiv yang mayoritas penduduknya berbahasa Rusia.

baca juga

Namun, terlepas dari kekhawatiran banyak pengamat, orang-orang tetap tenang.

"Sejauh ini saya tidak melihat tanda-tanda kepanikan," kata Antonina Baranova, 27 tahun, seorang dosen universitas di Kharkiv. "Tidak ada antrean panjang di supermarket, tidak ada orang-orang yang menimbun makanan."

Presiden Zelensky sendiri, beberapa hari sebelum membunyikan alarm bahaya yang mengancam kota, juga menyerukan agar masyarakat tetap tenang.

"Tarik napas. Tenang. Tidak perlu memborong soba dan korek api," kata presiden dalam sambutannya.

Soba, gandum pokok Ukraina, korek api, air, pakaian, dan bahan bakar dilaporkan mulai ditimbun jika konflik tiba-tiba pecah.

Namun bagi mereka yang tinggal di Ukraina timur, di mana selama delapan tahun terakhir separatis yang didukung Rusia terus menguasai sebagian besar wilayah Luhansk dan Donetsk, menyaksikan rak-rak supermarket yang kosong dan krisis bahan bakar bukanlah hal baru.

Kekerasan di timur

Diperkirakan 14.000 orang tewas dalam konflik itu, meskipun perjanjian damai telah disepakati pada 2015.

Pekerja sosial Olena Beliayeva, sekarang berusia 43 tahun, menjelaskan bahwa dia harus berlindung di ruang bawah tanah bersama kedua anaknya ketika pemberontak pro-Rusia terus menyerang kota kelahirannya di Svitlodarsk sepanjang 2014 sampai 2015.

Sekarang, kata dia, kota ini kembali bersiap menghadapi situasi yang lebih buruk.

"Saya tahu tempat penampungan lain sedang didirikan di ruang bawah tanah taman kanak-kanak setempat," katanya.

Bagi mereka yang tinggal di timur seperti Olena, ini bukan masalah kapan atau apakah Rusia akan menyerang. Ini masalah apakah konflik saat ini akan meningkat lebih serius.

"Kami sekarang tahu, seperti pada 2014 dan 2015 ketika perang Donbas pecah, kami harus selalu menyiapkan dokumen perjalanan dan uang sewa."

Rusia membantah merencanakan invasi, tetapi negara itu telah merebut wilayah Ukraina dan dengan perkiraan 100.000 tentara dikerahkan di dekat perbatasan, dapat dimengerti bahwa orang-orang gelisah.

Bahkan warga minoritas Ukraina yang pro-Rusia, banyak dari mereka yang berusia lanjut dan yang bernostalgia dengan bekas Uni Soviet, tidak menginginkan eskalasi kekerasan setelah delapan tahun konflik.

Kegelisahan di ibu kota

Jauh dari penembakan dan kondisi sulit di tempat perlindungan, bagi orang yang tinggal di ibu kota Kiev, banyak yang mengatakan seperti hidup dengan kepribadian ganda.

Satu menit yang lalu Anda mencari tempat perlindungan serangan udara terdekat di internet, tapi menit berikutnya Anda hidup seperti biasa dengan pembeli di jalan-jalan dan bar yang penuh pada Jumat malam.

Tentu saja ada ketakutan baru, tetapi setelah hampir satu dekade konflik terus-menerus di timur, banyak orang Ukraina mengatakan bahwa mereka telah belajar untuk hidup dengan keamanan yang minim.

"Kami orang Ukraina mungkin adalah bangsa yang paling keras di Eropa karena ancaman terus-menerus dari Rusia di perbatasan kami," kata Fedir Balandin, 44 tahun, seorang pengusaha dari Kiev.

Dia memiliki salah satu bar tertua di pusat kota serta agen perjalanan.

Dia menggambarkan pikirannya sudah "dikondisikan untuk bersiap" terhadap apapun yang akan terjadi selanjutnya, entah menyumbangkan uang atau mendukung tentara.

Seperti semua teman dan pelanggannya, kata dia, mereka siap membela negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Malang | Jum'at, 25 September 2026 | 20:30 WIB

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:17 WIB

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:15 WIB

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 20:11 WIB

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 20:10 WIB

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

Cerita Pilu Sopir Truk di Bali Dibakar Bos Gegara Setoran, Tewas Setelah Seminggu Kritis

Cerita Pilu Sopir Truk di Bali Dibakar Bos Gegara Setoran, Tewas Setelah Seminggu Kritis

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:00 WIB

Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja

Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 20:00 WIB

LRT Kelapa GadingManggarai Sedot 100 Ribu Penumpang dalam Sembilan Hari

LRT Kelapa GadingManggarai Sedot 100 Ribu Penumpang dalam Sembilan Hari

News | Jum'at, 25 September 2026 | 19:59 WIB

×