Influencer di Australia Tak Bisa Seenaknya Berbagi Tips Keuangan di Sosmed

Siswanto | ABC | Suara.com

Sabtu, 09 April 2022 | 10:17 WIB
Influencer di Australia Tak Bisa Seenaknya Berbagi Tips Keuangan di Sosmed
Ilustrasi dolar AS [shutterstock]

Suara.com - Pembuat konten media sosial yang memberikan nasihat keuangan, 'influencer' finansial atau 'finfluencer' sangat populer di kalangan anak muda di Australia. Tapi sekarang mereka bisa berakhir di penjara atau membayar denda AU$1 juta.

'Finfluencer' adalah pembuat konten media sosial yang berbicara dan memberikan saran tentang cara mengatur uang dan investasi. Namun, sebagian besar dari mereka tidak memiliki lisensi jasa keuangan.

Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) kini menindak keras nasihat keuangan yang diberikan oleh orang-orang tanpa lisensi dan kualifikasi, membuat sejumlah 'finfluencer' di Australia berlomba-lomba menghapus unggahan.

Tapi ada kekhawatiran aturan baru ini pun tidak cukup untuk melindungi konsumen.

Pada tahun 2021, sebanyak 28 persen anak muda mengatakan mereka mengikuti setidaknya satu 'finfluencer' di media sosial.

Dari mereka yang mengikuti 'finfluencer', hampir dua pertiga atau 64 persen melaporkan telah mengubah setidaknya satu dari perilaku keuangan mereka karena mengikuti saran 'finfluencer'.

Tahun lalu, ABC melaporkan kekhawatiran beberapa 'finfluencer' melanggar hukum dengan memberikan nasihat keuangan tanpa izin.

Namun, pandangan ini dibantah Menteri Jasa Keuangan Jane Hume, yang mengatakan 'finfluencer' tidak berbeda dengan mereka yang berbagi saran dan tip uang di bar, misalnya.

ASIC sekarang telah merilis pedoman yang memperjelas jika 'finfluencer' yang tidak berlisensi bisa menghadapi hukuman penjara lima tahun atau denda lebih dari A$1 juta, jika mereka berbicara tentang saham, dana investasi, atau produk keuangan.

Greg Yanco, direktur eksekutif pengawasan pasar ASIC mengatakan 'finfluencer' tidak dapat mengandalkan 'disclaimer' yang disebutkan dalam unggahan, atau pengecualian yang berlaku untuk komentator media.

"Jika Anda seorang influencer, dan Anda memberikan nasihat keuangan, maka kami berharap Anda punya lisensi. Memang harusnya Anda memiliki lisensi. Dan jika tidak, maka Anda harus berhati-hati untuk tidak memberikan nasihat keuangan," kata Greg.

"Area aman dalam memberikan informasi adalah tentang, apa itu saham, dan jenis investasi apa yang dapat Anda lakukan, tanpa sampai ke tahap menyarankan jenis saham tertentu atau, atau investasi tidak akan sesuai."

Aturan ASIC ini mengikuti regulator yang menyeret Tyson Scholz, juga dikenal sebagai 'ASX Wolf', ke pengadilan.

Tyson menghasilkan AU$1,16 juta dalam 10 bulan dari berjualan kursus pasar saham.

'Finfluencer' pertimbangkan pilihan berlisensi

Pedoman ASIC juga melarang 'finfluencer' tanpa izin membawa para pengikutnya ke produk keuangan tertentu untuk tujuan perdagangan.

Beberapa dari mereka telah mendapatkan cukup uang secara online melalui iklan dan kemitraan dengan perusahaan dan produk keuangan sehingga berhenti dari pekerjaan harian mereka.

Angel Zhong, Associate Professor Keuangan di RMIT University, mengatakan aturan ASIC akan membunuh model bisnis 'finfluencer'.

"Saya pikir ini adalah alarm untuk finfluencer," katanya.

"Banyak 'finfluencer' telah menghapus tautan afiliasi di halaman mereka, dan menghapus unggahan di mana mereka merekomendasikan produk keuangan atau menyatakan mereka tidak lagi membuat rekomendasi ini."

Salah satu 'finfluencer', Aleks Nikolic, yang juga pengacara. Ia sudah menghasilkan paling banyak AU$4,000 sebulan dari akun Instagram dan TikTok 'Broke Girl Wealth' miliknya, yang memiliki gabungan pengikut sekitar 70.000.

Namun, dia mengatakan uang itu tidak didapat dari iklan atau afiliasi dengan produk keuangan.

Dia adalah salah satu dari banyak 'finfluencer' yang telah menghapus unggahan dari halaman media sosialnya sebagai tindakan pencegahan.

"Saya tidak merasa aturan ini akan mematikan influencer, saya pikir akan terjadi perubahan, dan sejumlah orang, termasuk saya, akan melihat potensi. Jika mereka ingin terus beroperasi, sebaiknya mendapatkan lisensi saja untuk memastikan bahwa mereka tidak melanggar," katanya.

Aleks mempertanyakan mengapa pedoman ASIC berfokus pada pembuat konten media sosial, karena menurutnya seharusnya hukum berlaku untuk semua orang.

Aturan ASIC tidak mencakup kripto

Ada juga celah dalam pedoman baru ASIC, yakni tidak mencakup mata uang kripto atau properti.

ASIC sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan tentang penipuan crypto "pump and dump" di media sosial.

Saat itulah seseorang secara artifisial menggelembungkan harga saham atau 'cryptocurrency' untuk meningkatkan perdagangan.

Setelah harga naik, 'scammers' menjual saham dengan harga yang meningkat.

Pada tahun 2021, lembaga konsumen Australia ACCC menerima 10.412 laporan ke Scamwatch yang menyebutkan 'cryptocurrency' dengan kerugian A$129 juta.

Dari jumlah tersebut, 4.730 adalah laporan penipuan investasi dengan kerugian A$99 juta.

Greg mengakui ASIC tidak dapat meminta 'finfluencer' untuk berhenti berbicara tentang 'cryptocurrency' karena itu tidak diatur dan bukan produk keuangan yang terdaftar resmi.

"

"Ini adalah area yang menjadi perhatian kami karena kurangnya perlindungan, tetapi saat ini ASIC tidak dapat mengatur aset kripto yang bukan produk keuangan. Jadi jika Anda berinvestasi dalam produk tersebut, Anda secara efektif mandiri."

"

Angel Zhong mengatakan ada bahaya jika 'finfluencer' dapat beralih dari produk yang diatur ke 'cryptocurrency' sebagai gantinya.

“Karena pedoman saat ini hanya berlaku untuk produk keuangan, jadi mungkin mereka akan melihat celah ini dan beralih ke produk keuangan yang tidak diatur,” katanya.

Hambatan untuk mendapatkan nasihat keuangan

Judith Fox, CEO Asosiasi Pialang Saham dan Penasihat Investasi, menyambut baik pedoman ASIC untuk finfluencer.

Judith mengatakan dia sangat prihatin dengan beberapa 'influencer' di media sosial yang terlibat dalam apa yang dikenal sebagai influencer finansial 'pump and dump.'

"Anda memiliki beberapa influencer yang berbicara tentang saham tertentu, yang mungkin mereka miliki, kemudian orang akan berebut membelinya dengan harga tinggi, lalu orang tersebut akan menghasilkan banyak uang, kemudian membuang sahamnya. Jadi yang lain akan ditinggalkan dengan stok yang tidak berharga," katanya.

Judith mengatakan mereka yang terpengaruh saran dari 'finfluencer' tidak memiliki jalan lain.

"

"Jika Anda berurusan dengan penasihat keuangan berlisensi, Anda memiliki akses ke Otoritas Pengaduan Keuangan Australia, ASIC, dan regulator akan mengawasi banyak hal. Dalam hal pialang saham dan saran investasi, Anda juga tunduk pada pasar. aturan integritas."

"

Lalu bagaimana?

Popularitas 'finfluencer' bertepatan dengan ledakan investasi milenium di saham.

Angel mengatakan anak-anak muda berlomba-lomba mengikuti 'finfluencer' karena mahalnya biaya untuk mendapatkan nasihat dari penasihat keuangan yang berlisensi.

"Dewan Jasa Keuangan baru-baru ini memperkirakan biayanya lebih dari AU$5.000," katanya.

"Generasi muda suka berinvestasi, tetapi mereka haus akan pengetahuan."

Marissa Broome, ketua Asosiasi Perencanaan Keuangan Australia, setuju jika nasihat keuangan dari pakar berlisensi dan berkualifikasi harus lebih mudah diakses, termasuk untuk kalangan muda.

"Untuk negara yang kaya dan memiliki sistem pensiun yang baik, kita memiliki literasi keuangan yang sangat rendah," katanya.

"Tapi perlu ada beberapa tingkat perlindungan konsumen."

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Arus Balik Tahap 2 Dipantau Ketat! Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama

Arus Balik Tahap 2 Dipantau Ketat! Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:11 WIB

Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini

Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:58 WIB

Antisipasi Macet Monas, KAI Alihkan Naik Kereta dari Gambir ke Jatinegara Hari Ini

Antisipasi Macet Monas, KAI Alihkan Naik Kereta dari Gambir ke Jatinegara Hari Ini

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:51 WIB

Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik

Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:35 WIB

Hemat BBM, Kemenimipas Terapkan WFH hingga Pangkas Perjalanan Dinas Mulai April 2026

Hemat BBM, Kemenimipas Terapkan WFH hingga Pangkas Perjalanan Dinas Mulai April 2026

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:32 WIB

Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT

Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:03 WIB

Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan

Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:56 WIB

Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara

Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:23 WIB

Periode Akhir Arus Balik Lebaran, Pemudik Diimbau Gunakan Rest Area Alternatif

Periode Akhir Arus Balik Lebaran, Pemudik Diimbau Gunakan Rest Area Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:15 WIB

Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi

Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:15 WIB