NasDem Buka Pintu Koalisi, Asal Demokrat Tak Jelek-Jelekin Pemerintah dan Bandingkan Jokowi dengan SBY

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Senin, 18 April 2022 | 16:57 WIB
NasDem Buka Pintu Koalisi, Asal Demokrat Tak Jelek-Jelekin Pemerintah dan Bandingkan Jokowi dengan SBY
Ketua Umum Partai Demokrat AHY saat menyambangi NasDem Tower untuk bertemu Surya Paloh. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali merespon pernyataan Ketua Umum partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal peluang koalisi kedua partai. Ia memandang bahwa peluang tersebut terbuka.

Kendati begitu, Ali mengatakan bahwa NasDem tak ingin nanti berkoalisi dengan partai yang justru menyerang pemerintahan Jokowi.

"Kami mendukung Presiden Jokowi sampai 2024, tentunya konsistensi itu harus tetap dijaga. Sehingga kami juga tidak mau partai yang berkoalisi dengan NasDem kemudian membabi buta, justru mencari popularitas dengan membuat berita-berita hoaks menjatuhkan pemerintah yang ada hari ini," kata Ali kepada wartawan, Senin (18/4/2022).

Apabila memang hal-hal tersebut dapat menjadi perhatian di antara partai politik yang ingin berkoalisi, tentu NasDem membuka peluang. Termasuk dengan Demokrat.

"Jadi bahwa NasDem terbuka berkoalisi dengan Demokrat sangat mungkin dengan catatan yang saya katakan tadi. Kami berusaha untuk mendekatkan diri mengambil hati rakyat tanpa mencederai dengan yang lain," ujarnya.

Dia menambahkan, jika NasDem dan Demokrat nantinya berkoalisi maka tidak perlu lagi ada narasi-narasi yang membandingkan dua kepemimpinan, antara Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Jokowi.

"Hari ini tidak perlu lah Demokrat membanding-bandingkan SBY dengan Jokowi umpamanya. Karena setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya kan. Semua ada kelebihan ada kekurangannya," kata Ali.

"Jadi ayo kita berjuang untuk mengambil hati rakyat dengan menawarkan gagasan dan program yang bagus, termasuk figur-figur yang kami usung itu yang memenuhi ekspektasi masyarakat tanpa sekali lagi menjelek-jelekan yang lain," tutur Ali.

Bikin Poros Alternatif

baca juga

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY tidak memungkiri bahwa ke depan partai Demokrat akan membuat poros alternatif untuk menghadapi Pilpres 2024. Salah satu partai yang kemungkinan bisa diajak koalisi, yakni NasDem.

"Sangat memungkinkan, katakanlah tiga partai besar siapa saja yang memungkinkan hanya dengan berdua bisa jalan," kata AHY di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/4).

Selain dengan partai besar, kata AHY, Demokrat juga berkemungkinan berkoalisi dengan partai-partai menengah. Hal itu tentu untuk memperoleh suara untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

"Termasuk Demokrat, tentu selalu ada kemungkinan jika partai menengah saling bertemu dan akhirnya membangun koalisi. Opsinya masih terbuka untuk semua," ujar AHY.

"Artinya kami sendiri berkomunikasi juga dengan partai papan atas, dengan demikian ada kesamaan visi platform, parpol yang berkoalisi tentunya serupa visi-misi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Mudah untuk Mencalonkan Presiden pada Pemilu 2024, AHY: Koalisi-nya Belum Mencukupi

Tak Mudah untuk Mencalonkan Presiden pada Pemilu 2024, AHY: Koalisi-nya Belum Mencukupi

Surakarta | Senin, 18 April 2022 | 13:30 WIB

Siap Kembalikan Kejayaan Partai Demokrat Era Kepemimpinan SBY, AHY: Kami Juga Menunggu Takdir Yang Maha Kuasa

Siap Kembalikan Kejayaan Partai Demokrat Era Kepemimpinan SBY, AHY: Kami Juga Menunggu Takdir Yang Maha Kuasa

Bekaci | Senin, 18 April 2022 | 12:13 WIB

Sindir yang Ngotot Tunda Pemilu 2024, AHY: Kenapa Tidak Seumur Hidup Sekalian

Sindir yang Ngotot Tunda Pemilu 2024, AHY: Kenapa Tidak Seumur Hidup Sekalian

Sumbar | Senin, 18 April 2022 | 10:15 WIB

Terkini

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:30 WIB

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 10:29 WIB

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

×