facebook

BMKG: Penerbangan Harus Waspada Awan Cumulonimbus Selama Arus Balik 5-9 Mei

Dwi Bowo Raharjo | Stefanus Aranditio
BMKG: Penerbangan Harus Waspada Awan Cumulonimbus Selama Arus Balik 5-9 Mei
Ilustrasi cuaca buruk [Foto: ANTARA]

"Kondisi tersebut dipicu oleh adanya beberapa pola siklonal."

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa ada potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat berpengaruh terhadap kondisi penerbangan perlu diwaspadai pada masa arus balik mudik lebaran 5-9 Mei 2022.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terbaru tanggal 05 Mei 2022, ada pertumbuhan awan cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen (OCNL/Occasional) hingga 9 Mei 2022.

Awan tersebut terdeteksi di Perairan barat Aceh, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Laut Jawa bagian barat dan tengah, Jawa Timur.

Kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Laut Banda, Laut Arafuru, Papua Barat, dan Papua.

Baca Juga: Cuaca di Denpasar Hari Ini Diprediksi Cerah

Sementara awan cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial >75 persen (FRQ/Frequent) terdeteksi di Laut Arafuru dan Perairan barat Aceh.

"Kondisi tersebut dipicu oleh adanya beberapa pola siklonal, yaitu di sekitar Samudera Hindia sebelah baratlaut Aceh, perairan Maluku dan sebelah utara Kalimantan Utara," jelas Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, Kamis (5/5/2022).

Selain itu adanya aktifitas Gelombang Atmosfer Rossby Wave yang aktif di sekitar Sumatera Bagian Utara juga turut memperkuat potensi peningkatan curah hujan tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat terutama yang akan melakukan perjalanan Mudik atau Mudik Balik dalam beberapa hari kedepan agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

"Masyarakat diminta untuk segera menjauhi lokasi rawan bencana ketika diidentifikasi terjadi potensi cuaca ekstrem di wilayahnya," ucapnya.

Baca Juga: Gelombang Tinggi Diprediksi Akan Melanda Sejumlah Perairan di Indonesia

BMKG juga meminta UPT BMKG untuk melakukan pengecekan ke lokasi yang diidentifikasi terjadi potensi cuaca ekstrem untuk mengantisipasi dampak bencana bersama dengan pihak terkait di wilayah kerjanya.

Komentar